ADVERTISEMENT
Rabu, Juli 1, 2026
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
ADVERTISEMENT
Home Headline

Tagih Janji Bantuan Dana Usaha, Mama-Mama Papua Grudug Kantor Gubernur PBD, Sampaikan Lima Tuntutan

Termasuk menjanjikan fasilitas pendukung, serta kebijakan jangka panjang yang mencakup pembangunan pasar khusus untuk pedagang asal Papua.

1 Juli 2026
0
Tagih Janji Bantuan Dana Usaha, Mama-Mama Papua Grudug Kantor Gubernur PBD, Sampaikan Lima Tuntutan

usan Mama-Mama Papua yang berasal dari Kota Sorong dan berbagai kabupaten di wilayah Provinsi Papua Barat Daya (PBD) masih menduduki kawasan Lapangan Kantor Gubernur, Selasa 1 Juli 2026. (foto:ist/koranpapua.id)

Bagikan ke FacebookBagikan ke XBagikan ke WhatsApp

SORONG, Koranpapua.id- Janji Gubernur Papua Barat Daya (PBD) Elisa Kambu, untuk memberikan bantuan dana usaha dan pembangunan pasar yang belum juga direalisasikan membuat ratusan mama-mama kecewa.

Luapan kekecewaan itu dilampiaskan ratusan mama-mama Papua dengan menggelar aksi unjuk rasa.

ADVERTISEMENT

Mereka yang berasal dari Kota Sorong dan berbagai kabupaten di wilayah PBD “mengrudug” Kantor Gubenur pada Rabu 1 Juli 2026.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Aksi unjuk rasa dimulai dengan perjalanan jalan kaki atau longmarch dari Taman Deo menuju kompleks kantor Pemprov PBD.

Baca Juga

843 ASN Baru Siap Bertugas di Pemprov Papua Tengah

Pertamina Berlakukan Harga Terbaru BBM Non-Subsidi di Papua-Maluku, Berikut Daftarnya

Dalam aksi tersebut mereka mendesak agar Gubernur Elisa Kambu bersedia menemui massa dan mendengarkan tuntutan mereka.

Aksi turun ke jalan menuntut janji gubernur ini bukanlah yang pertama, tetapi sebelumnya sudah beberapa kali dilakukan, namun belum pernah direspon Pemprov PBD.

Secara umum, aksi ini merupakan langkah penagihan janji yang pernah disampaikan Gubernur PBD terkait pemenuhan kebutuhan ekonomi dan fasilitas usaha bagi pedagang mama-mama Papua.

Levina Dwith, Koordinator Pedagang Mama-Mama Papua Kota Sorong (P2PM.KS), menjelaskan, dasar tuntutan mereka bermula dari pernyataan Gubernur Elisa saat melakukan dialog dengan pedagang asal Papua pada tanggal 25 April 2025.

Kepada para pedagang Papua, Gubernur Elisa berjanji akan merespons aspirasi melalui kebijakan jangka pendek berupa bantuan modal usaha.

Termasuk menjanjikan fasilitas pendukung, serta kebijakan jangka panjang yang mencakup pembangunan pasar khusus untuk pedagang asal Papua.

Namun hingga saat ini, belum ada kebijakan strategis yang benar-benar mendukung penyediaan modal maupun tempat usaha yang memadai bagi mereka.

Levina juga menyampaikan, pelaksanaan program bantuan modal usaha yang berjalan pada Desember 2025 dan Januari 2026 dinilai tidak tepat sasaran.

Dari total 2.448 penerima yang direncanakan dengan nilai keseluruhan anggaran sebesar Rp10.125.000.000, hanya sekitar 494 orang dari kalangan anggota P2PM.KS yang terlibat atau mendapatkan manfaat.

Pihaknya menyatakan telah berulang kali berkoordinasi dengan instansi pemerintah agar diterapkan mekanisme pembinaan yang lebih baik dan adil.

Namun, upaya tersebut tidak mendapatkan tanggapan yang memuaskan. Pemerintah malah memberikan berbagai persyaratan dan prosedur yang dianggap terlalu sulit dan berbelit-belit, sehingga membatasi kesempatan mama-mama untuk bisa mengakses bantuan tersebut.

Berikut lima poin tuntutan yang disampaikan mama-mama Papua kepada Pemprov PBD:

  1. Meminta Gubernur bersama Ketua DPRD menyusun dan menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) tertulis, yang mengatur kewajiban penyediaan anggaran tahunan sebesar Rp3 miliar hingga Rp6 miliar.
    Dana tersebut untuk mendukung modal usaha pedagang asal Papua. Dokumen ini diharapkan menjadi acuan wajib saat pembahasan anggaran daerah setiap tahunnya.
  1. Menjelaskan skema nilai anggaran yang diajukan. Nilai Rp3 miliar untuk program yang dikelola langsung oleh Pemerintah Provinsi, sedangkan Rp6 miliar dialokasikan ke tingkat kabupaten dan kota dengan pembagian rata-rata Rp1 miliar per wilayah.
  2. Menuntut agar pengelolaan program dukungan modal usaha diserahkan kepada lembaga independen yang khusus bergerak di bidang pembinaan pedagang Mama-Mama Papua.
    Pengelolaan tidak lagi boleh dilakukan oleh Dinas Koperasi dan UKM maupun Dinas Perindustrian dan Perdagangan setempat.
  1. Meminta jaminan kuota tempat jualan yang pasti bagi para pedagang asal Papua, baik di pasar sementara yang menggantikan lokasi Pasar Remu KM 10, maupun di lokasi Pasar Remu setelah dibangun kembali, disesuaikan dengan data pendaftaran pedagang yang ada.
  1. Meminta penyerahan dokumen lengkap Laporan Realisasi Anggaran (LRA) terkait program bantuan hibah modal usaha bagi pelaku Usaha Mikro Kecil milik Orang Asli Papua tahun 2025.

Sebagaimana tertuang dalam Surat Keputusan Gubernur PBD Nomor: 100.3.3.1/255/12/2025 tentang penetapan penerima dan besaran bantuan modal usaha mikro dan kecil di Provinsi PBD tahun anggaran tersebut. (Redaksi)

Cek juga berita-berita Koranpapua.id di Google News

Baca Artikel Lainnya

Tagih Janji Bantuan Dana Usaha, Mama-Mama Papua Grudug Kantor Gubernur PBD, Sampaikan Lima Tuntutan

Tagih Janji Bantuan Dana Usaha, Mama-Mama Papua Grudug Kantor Gubernur PBD, Sampaikan Lima Tuntutan

1 Juli 2026
843 ASN Baru Siap Bertugas di Pemprov Papua Tengah

843 ASN Baru Siap Bertugas di Pemprov Papua Tengah

1 Juli 2026
Pertamina Berlakukan Harga Terbaru BBM Non-Subsidi di Papua-Maluku, Berikut Daftarnya

Pertamina Berlakukan Harga Terbaru BBM Non-Subsidi di Papua-Maluku, Berikut Daftarnya

1 Juli 2026
Satgas Pasgat Pengamanan Perbatasan RI-PNG Salurkan Bantuan Sosial untuk Warga Sekitar Pos Ilaga

Satgas Pasgat Pengamanan Perbatasan RI-PNG Salurkan Bantuan Sosial untuk Warga Sekitar Pos Ilaga

1 Juli 2026
Hari Bhayangkara ke-80 di Mimika, Presiden: Jadikan Kepercayaan Rakyat sebagai Alasan Utama Memakai Seragam

Hari Bhayangkara ke-80 di Mimika, Presiden: Jadikan Kepercayaan Rakyat sebagai Alasan Utama Memakai Seragam

1 Juli 2026
Prakiraan Cuaca Papua Barat Daya Hari Ini, Beberapa Wilayah Diguyur Hujan, Warga Diminta Waspada

BMKG Ingatkan Cuaca Ekstrem di Sejumlah Wilayah Indonesia, Papua Tengah Berpotensi Hujan Lebat

1 Juli 2026

POPULER

  • Jabatan Kapolres Mimika Dirotasi, AKBP Alredo Agustinus Rumbiak Gantikan AKBP Billyandha

    Jabatan Kapolres Mimika Dirotasi, AKBP Alredo Agustinus Rumbiak Gantikan AKBP Billyandha

    611 shares
    Bagikan 244 Tweet 153
  • Merah Putih Berkibar di Puncak Jaya: Dukungan Satgas Pasgat Antarkan Lima Simpatisan kembali ke NKRI

    561 shares
    Bagikan 224 Tweet 140
  • SMK Negeri 6 Mimika: Sekolah Gratis dengan Empat Program Unggulan, Pendaftaran Hingga 10 Juli

    542 shares
    Bagikan 217 Tweet 136
  • Warga Flobamora di Nawaripi Panen Padi, Dukung Pengembangan Sektor Pertanian Mimika

    541 shares
    Bagikan 216 Tweet 135
  • Remaja 14 Tahun Asal Jawa Barat Diduga Dieksploitasi Jadi Pekerja Seks di Lokalisasi Kilometer 10

    537 shares
    Bagikan 215 Tweet 134
  • “Kami Rindu UNCEN, Tapi Rektor Tolak Kami, Kembalikan Uang Saya Rp400 Ribu”

    532 shares
    Bagikan 213 Tweet 133
  • SLB-SMP-SMA/SMK di Papua Tengah Gratis, Hubungi 0812-4154-7765 Jika Ada yang Pungut Biaya

    705 shares
    Bagikan 282 Tweet 176
Koran Papua

© 2024 Koranpapua.id

Menu

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto

© 2024 Koranpapua.id