SINAK, Koranpapua.id- Kepedulian kembali ditunjukkan oleh Satgas Pasgat Pengamanan Perbatasan RI‑PNG Tahun 2026‑2027 dalam mendukung pelayanan kesehatan bagi warga di wilayah pedalaman Papua.
Rasa kepedulian itu tergambar dari gerak cepat para prajurit Satgas Pasgat yang membantu proses evakuasi udara bagi Ny. Wendina Tabuni yang menderita kekurangan darah dan keluhan sakit kepala berat.
Evakuasi pada Sabtu 27 Juni 2026 sekira pukul 09.30 WIT, dilakukan melalui Bandara Tigiles Sinak menuju Bandara Mozes Kilangin di Timika untuk penanganan medis lanjutan di RSUD Mimika.
Pelaksanaan kegiatan evakuasi dimulai ketika pasien yang berasal dari Kampung Gulambut, Distrik Sinak, Kabupaten Puncak, Papua Tengah, tiba di Bandara dengan diantar mobil ambulans dari Puskesmas Sinak.
Untuk perjalanan ke Timika dan sekaligus menjadi pendamping dalam proses perawatan selama di Timika, pasien didampingi anaknya Yemira (24 tahun).
Dalam proses evakuasi itu, personel Satgas Pasgat hadir dan membantu kelancaran proses pindah pasien menuju pesawat jenis Grand Caravan dengan nomor registrasi PK‑DLH.
Di tengah medan pegunungan yang menuntut kewaspadaan tinggi, para prajurit bekerja tertib dan teliti agar proses pemindahan berjalan aman dan nyaman bagi pasien.
Setelah semua persiapan selesai, pesawat lepas landas dari landasan pacu Sinak menuju tujuan di Timika.
Berikut data lengkap pasien yang dievakuasi ke Timika:
Nama: Ny. Wendina Tabuni
Tempat, Tanggal Lahir: Sinak, 01 Juni 1985
Jenis Kelamin: Perempuan
Agama: Kristen, Status Kawin
Alamat: Desa Gulambut, Distrik Sinak
Diagnosa: Kekurangan darah dan keluhan kepala berat (Cephalgia)
Pihak Satgas menegaskan bahwa dukungan terhadap pelayanan kesehatan masyarakat merupakan bagian tak terpisahkan dari tugas pengamanan wilayah.
“Kehadiran kami tidak hanya menjaga batas negara, tetapi juga siap membantu setiap kali warga membutuhkan pertolongan, terutama di tempat yang akses kesehatannya masih terbatas,” demikian keterangan yang diterima koranpapua.id, Senin 29 Juni 2026.
Seluruh rangkaian pemantauan dan pengamanan berjalan dengan aman, tertib, dan lancar tanpa hambatan berarti.
Langkah ini menjadi bukti nyata sinergi antara aparat keamanan dan Dinas Kesehatan Puncak dalam menjamin hak hidup dan kesehatan warga di wilayah perbatasan yang cukup terpencil. (Redaksi)









