ADVERTISEMENT
Kamis, Agustus 20, 2026
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
ADVERTISEMENT
Home Headline

Menyemai Benih Calon Imam Katolik Amungme dan Kamoro di Kaki Gunung Lokon

“Apabila setelah lulus mereka terpanggil dan menjadi imam, itu adalah panggilan Tuhan. Tapi kalau tidak, itulah jalan hidupnya. Namun mereka telah memiliki bekal di tiga tahun ini, untuk kehidupan yang lebih baik”.

19 Mei 2026
0
Menyemai Benih Calon Imam Katolik Amungme dan Kamoro di Kaki Gunung Lokon

Tim YPMAK bersama para calon Imam asal Amungme dan Kamoro di Seminari Menengah St. Fransiskus Xaverius Kakaskasen, Lokon, Tomohon, Sulawesi Utara, Selasa 2 Juli 2025 lalu.

Bagikan ke FacebookBagikan ke XBagikan ke WhatsApp

TIMIKA, Koranpapua.id-Sebanyak 13 putra asli Papua, berasal dari suku Amungme dan Suku Kamoro, saat ini sedang menjalani pendidikan calon imam Katolik di Seminari Menengah Santo Fransiskus Xaverius Kakaskasen, Kota Tomohon, Provinsi Sulawesi Utara.

Belasan putra Amungme dan Kamoro ini merupakan peserta program beasiswa Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK) Institusi Pengelola Dana Kemitraan PT Freeport Indonesia (PTFI).

ADVERTISEMENT

Sebelum dikirim ke Seminari Tomohon, mereka dipersiapkan oleh YPMAK. Selanjutnya secara regular sejak tahun 2022, anak-anak ini menempuh pendidikan selama empat tahun.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Baca Juga

Kontraktor OAP Palang UPBJ, Bupati Mimika: “Kalau Sudah Dipercaya, Jangan Jual Proyek”

Kontraktor OAP Palang UPBJ Mimika, Tuntut Perpres 108/2025 Benar-Benar Diterapkan

Untuk tiga tahun pertama mengikuti pendidikan formal setara SLTA, satu tahun sisa-nya mengikuti kelas pembekalan atau persiapan studi tingkat lanjutan atau dinamakan kelas persiapan atas.

Adapun 13 putra terbaik ini telah menjalani studi di Seminari Tomohon, terhitung 2022, 2023 sampai sekarang.

Untuk melihat langsung perkembangan pendidikan anak-anak tersebut, Ketua Pengurus YPMAK, Dr. Leonardus Tumuka pada Selasa 2 Juli 2025 lalu telah melakukan kunjungan ke sekolah tersebut.

Tim YPMAK bersama Rektor dan Jajaran penanggung jawab, Seminari Santo Fransiskus Xaverius Kakaskasen, Tomohon

Rektor SMA Seminari Menengah Santo Fransiskus Xaverius Kakaskasen, Pastor Albertus Imbar Pr, kepada Ketua Pengurus YPMAK, menjelaskan anak-anak yang bersekolah di tempat itu, memang dikhususkan untuk didik menjadi calon Imam Katolik.

Namun kalau kedepan-nya, pilihan anak-anak tidak melanjutkan di Seminari, maka mereka diberikan kebebasan untuk melanjutkan studi ke sekolah lain.

“Awalnya, kami menerima 26 orang anak, tapi dikemudian hari ada yang mundur atau keluar, karena masalah kesehatan atau ketidak-mampuan dalam studi,” papar Pastor Albertus saat pertemuan dengan Tim Monev YPMAK.

Sejumlah calon imam Katolik asal suku Amungme dan suku Kamoro di Seminari Menengah Santo Fransiskus Xaverirus Kakaskasen, Tomohon

Dikatakan, saat ini ada satu pelajar asal Suku Amungme sedang menjalani tingkat empat yaitu persiapan untuk melanjutkan ke Sekolah Tinggi Filsafat Seminari Hati Kudus Pineleng Manado.

Pastor Albertus menuturkan, selama mengikuti pendidikan di Seminari, calon-calon Imam dididik dan dikembangkan menjadi kepribadian yang unggul dan memiliki daya juang tinggi.

Ini bertujuan agar mereka menjadi Imam yang saleh dan kudus. Dan selama bersekolah di tempat itu, peserta didik mendapatkan kesempatan untuk belajar beberapa bahasa.

Di antaranya Bahasa Latin, Bahasa Inggris, Bahasa Jepang hingga Bahasa Indonesia.

“Bahasa Latin sebagai ibu dari semua bahasa, kalau sudah mengusai bahasa Latin maka dengan mudah mereka dapat menguasai Bahasa Inggris,” kata Pastor Albertus.

“Kami bangga, ada calon-calon imam peserta beasiswa YPMAK karena dari Mimika ada yang akan menjadi Imam Katolik,” ucapnya.

Pengarahan oleh Ketua Pengurus YPMAK Dr. Loenardus Tumuka (berdiri) dan Wakil Ketua Pengurus YPMAK bidang Monitoring & Evaluasi Haojte Watori (duduk kemeja hijau) kepada calon imam Katolik asal suku Amungme dan suku Kamoro di Seminari Menengah Santo Fransiskus Xaverius Kakaskasen, Tomohon

Pastor Albertus menambahkan, sistem pembelajaran di seminari yang dipimpinnya, memberlakukan dua kurikulum berbeda.

Yakni Kurikulum Merdeka yang merupakan ketentuan Kementerian Pendidikan RI (tingkat SLTA), dan kurikulum khusus yang berlaku di seminari.

Kurikulum khusus ini bertujuan agar anak-anak memahami tugas pastoral, seperti bagaimana melayani umat serta kehidupan berkomunitas.

“Kami tidak memaksakan, apabila setelah lulus mereka terpanggil dan menjadi imam, itu adalah panggilan Tuhan. Tapi kalau tidak, itulah jalan hidupnya. Namun mereka telah memiliki bekal di tiga tahun ini, untuk kehidupan yang lebih baik,” papar Pastor Albertus.

Kepada Ketua Pengurus dan Tim Movev YPMAK, Pastor Albertus juga menyampaikan sekilas histori Seminari Menengah St. Fransiskus Xaverius Kakaskasen yang saat ini masih menjadi tempat belajar 159 peserta didik.

Seminari ini pertama kali berdiri 1928 di Woloan, lalu pada tahun 1936 berpindah di Kakaskasen.

Selain karena alasan historis, nama Fransiskus Xaverius diambil sebagai pelindung Seminari karena Fransiskus Xaverius adalah Rasul Indonesia, pelindung karya misi.

Pada 19 April 1992, karya misi di Sulawesi Utara di serahterimakan dari Tarekat Yesuit kepada Tarekat Misionaris Hati Kudus Yesus (MSC), di mana saat itu terdapat enam Imam Yesuit diganti oleh enam Imam MSC.

Pastor Hendricus Croonen, satu dari enam Imam MSC, kemudian menjadi pendorong dan pendiri Seminari Menengah Keuskupan Manado.

Sebagai lembaga pembinaan, Seminari Menengah ini memiliki visi mempersiapkan calon-calon imam yang semakin dewasa, seimbang dan integratif dalam kesehatan dan kekudusan, ilmu pengetahuan dan amor pastoralis serta tahan uji dalam menghadapi berbagai tuntutan perubahan zaman.

Sedangkan, misinya menciptakan iklim formasi yang kondusif bagi para seminaris melalui pembinaan rohani yang terarah, pengembangan kedisiplinan yang tegas serta pendidikan dan latihan yang terkoordinasi serta terintegrasi di sekolah maupun asrama. (*)

Penulis: Yerimias

Cek juga berita-berita Koranpapua.id di Google News

Baca Artikel Lainnya

Kontraktor OAP Palang UPBJ, Bupati Mimika: “Kalau Sudah Dipercaya, Jangan Jual Proyek”

Kontraktor OAP Palang UPBJ, Bupati Mimika: “Kalau Sudah Dipercaya, Jangan Jual Proyek”

19 Agustus 2026
Kontraktor OAP Palang UPBJ Mimika, Tuntut Perpres 108/2025 Benar-Benar Diterapkan

Kontraktor OAP Palang UPBJ Mimika, Tuntut Perpres 108/2025 Benar-Benar Diterapkan

19 Agustus 2026
Pria Ditemukan Tewas Bersimbah Darah di Jalan Poros Kuala Kencana SP3

Pria Ditemukan Tewas Bersimbah Darah di Jalan Poros Kuala Kencana SP3

19 Agustus 2026
Cegah Bullying di Sekolah, Kejaksaan Mimika Ajak Pelajar Berani Stop Perundungan

Cegah Bullying di Sekolah, Kejaksaan Mimika Ajak Pelajar Berani Stop Perundungan

19 Agustus 2026
Merah Putih Menembus Awan Yahukimo, Satgas Pasgat Taklukkan Keterisolasian di Puncak Balinggama

Merah Putih Menembus Awan Yahukimo, Satgas Pasgat Taklukkan Keterisolasian di Puncak Balinggama

19 Agustus 2026
Distrik Jila Berduka: Satu Warga Tewas, Satu Dilempar ke Jurang, Sembilan Perempuan Dibawa Kelompok Bersenjata

Distrik Jila Berduka: Satu Warga Tewas, Satu Dilempar ke Jurang, Sembilan Perempuan Dibawa Kelompok Bersenjata

19 Agustus 2026

POPULER

  • Rencana Kacaukan Upacara HUT ke-81 RI, Tiga Anggota OPM Tewas Diterjang Peluru TNI, Amankan Delapan Senjata Api 

    Rencana Kacaukan Upacara HUT ke-81 RI, Tiga Anggota OPM Tewas Diterjang Peluru TNI, Amankan Delapan Senjata Api 

    717 shares
    Bagikan 287 Tweet 179
  • Kontak Tembak di Jila-Mimika, Satu Prajurit TNI Gugur, Dua Terluka

    612 shares
    Bagikan 245 Tweet 153
  • YPMAK Dorong Pokja Tinggalkan Program Padat Karya, Fokus ke Usaha Produktif dan Berkelanjutan

    579 shares
    Bagikan 232 Tweet 145
  • Sembilan Perempuan di Jila Mimika Dikabarkan Disandera, Seorang Ibu Dilaporkan Tewas

    577 shares
    Bagikan 231 Tweet 144
  • Kontraktor OAP Palang Kantor BPBJ Mimika, Desak Bupati Turun Tangan

    563 shares
    Bagikan 225 Tweet 141
  • 13 Kantor Pemerintah di Puncak Dirusak dan Dibakar: Komisi II DPR RI  Desak Mendagri segera Turun Tangan 

    558 shares
    Bagikan 223 Tweet 140
  • Buntut Kasus Pembunuhan di Kilometer 10, Keluarga Korban Palang Jalan Budi Utomo Timika

    553 shares
    Bagikan 221 Tweet 138
Next Post
Menyemai Benih Calon Imam Katolik Amungme dan Kamoro di Kaki Gunung Lokon

Kapolda Papua Tengah Berkunjung ke TK Kemala Bhayangkari Mimika, Tekankan Kualitas Guru

Wakil Ketua Lemasko Hadiri Pembukaan Pleno XIX Dewan Adat Papua di Teluk Wondama

Wakil Ketua Lemasko Hadiri Pembukaan Pleno XIX Dewan Adat Papua di Teluk Wondama

Tokoh Masyarakat Kadun Jaya Minta Pemkab Mimika Tindaklanjuti Rencana Pemekaran Kampung

Tokoh Masyarakat Kadun Jaya Minta Pemkab Mimika Tindaklanjuti Rencana Pemekaran Kampung

Koran Papua

© 2024 Koranpapua.id

Menu

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto

© 2024 Koranpapua.id