FAKFAK, Koranpapua.id – Gereja Katolik Stasi Santo Fransiskus Asisi SP2 Tomage, Kabupaten Fakfak Papua Barat, resmi diberkati pada Minggu 4 Oktober 2026.
Peresmian tersebut menjadi momentum penting bagi umat setelah proses pembangunan gereja yang diawali dari kegiatan ibadah sederhana di rumah salah satu umat.
Gereja yang berada dalam wilayah pelayanan Paroki Santa Bernadet Mamur itu diberkati oleh Uskup Keuskupan Manokwari-Sorong Mgr Hilarion Datus Lega. Peresmian juga bertepatan dengan Peringatan Wajib Santo Fransiskus dari Assisi dalam kalender liturgi Gereja Katolik.
Sejumlah pejabat dan tokoh masyarakat turut menghadiri peresmian tersebut, di antaranya Wakil Bupati Fakfak Donatus Nimbitkendik, sejumlah pimpinan OPD pemerintah distrik dan kampung, tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat serta umat Katolik.
Ketua Panitia Pembangunan Gereja Stasi Santo Fransiskus Asisi SP2 Tomage, Agustinus Rante, mengatakan perjalanan pembangunan gereja tersebut tidak terlepas dari peran umat dan berbagai pihak yang sejak awal memberikan dukungan.
Menurut dia, kehidupan menggereja di wilayah itu bermula dari kegiatan ibadah yang dilakukan di rumah almarhum Roni Kocu bersama keluarganya. Saat itu, jumlah umat Katolik masih terbatas.
“Dari tempat yang sederhana itulah kehidupan menggereja di wilayah ini mulai tumbuh dan berkembang,” ujar Agustinus dilansir Senin 5 Oktober 2026.
Ia menjelaskan, sejak peletakan batu pertama hingga tahap finishing, panitia menerima dana pembangunan sebesar Rp871.539.000. Dari jumlah tersebut, Rp870.400.000 telah digunakan untuk pembangunan, sehingga tersisa saldo Rp1.139.000.
Meski gereja telah dapat digunakan dan diberkati, pembangunan belum sepenuhnya selesai. Beberapa pekerjaan masih harus dilanjutkan, di antaranya pembangunan menara lonceng dan Gua Maria.
“Dengan segala keterbatasan dan kekurangan dana yang ada, kami telah berusaha semaksimal mungkin untuk menyelesaikan pembangunan gereja ini hingga dapat digunakan dan pada hari ini dapat diresmikan serta diberkati,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Uskup Manokwari-Sorong Mgr Hilarion Datus Lega menyampaikan apresiasi kepada panitia dan seluruh umat yang terlibat dalam pembangunan hingga pelaksanaan peresmian dan pemberkatan gereja.
Ia juga memberikan penghargaan kepada petugas liturgi, kelompok koor, dirigen, lektor serta pihak-pihak yang ikut mendukung jalannya perayaan.
Sementara itu, Wakil Bupati Fakfak Donatus Nimbitkendik mengatakan kehadiran gereja tidak semata-mata ditandai dengan berdirinya sebuah bangunan.
“Lebih dari itu, gereja merupakan rumah Tuhan, rumah persaudaraan sejati dalam iman Katolik, rumah pelayanan Firman Allah, serta tempat umat bertumpu dalam kasih Tuhan,” ujar Donatus.
Ia berharap Gereja Stasi Santo Fransiskus Asisi SP2 Tomage dapat menjadi tempat umat memperkuat iman dan kehidupan rohani, sekaligus berperan dalam membangun keluarga yang harmonis serta membentuk generasi muda yang memiliki iman dan karakter.
Donatus juga mengingatkan pentingnya menjaga keberagaman yang menjadi kekuatan masyarakat Fakfak. Menurutnya, nilai kearifan lokal Satu Tungku Tiga Batu perlu terus dirawat sebagai pijakan dalam membangun persaudaraan, toleransi dan semangat gotong royong.
“Gereja hendaknya terus menjadi mitra pemerintah dalam membangun kehidupan masyarakat yang damai, toleran, berkarakter dan saling menghargai,” ucapnya.
Kepada anak-anak dan generasi muda, Donatus berpesan agar gereja tidak hanya dipandang sebagai tempat beribadah, tetapi juga ruang untuk bertumbuh dalam iman, pendidikan dan pembentukan karakter.
Dengan diberkatinya gereja tersebut, umat Katolik Stasi Santo Fransiskus Asisi SP2 Tomage diharapkan semakin memiliki ruang untuk mengembangkan kehidupan menggereja sekaligus memperkuat pelayanan dan persaudaraan dengan masyarakat di Distrik Tomage, Bumberai dan wilayah sekitarnya. (Redaksi)







