TIMIKA, Koranpapua.id- Wilayah Papua Raya hingga saat ini masih belum bebas dari Malaria.
Bahkan per Mei 2026, Papua Raya masih menjadi penyumbang terbesar, yaitu sekitar 95 persen dari total Malaria nasional.
Meskipun Kabupaten Maybrat di Papua Barat Daya berhasil mencapai status bebas Malaria pada tahun 2025, namun secara umum kabupaten di Papua Raya masih berjuang dalam pencapaian eliminasi target bebas Malaria pada 2030.
Masih tingginya prosentasi, bukan berarti Papua Raya akan terus menjadi daerah edemik Malaria. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI masih yakin wilayah itu suatu waktu akan terbebas dari Malaria.
Hal itu disampaikan Direktur Jenderal Penanggulangan Penyakit Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Andi Saguni dalam keterangannya yang dilansir Minggu 3 Mei 2026.
Andi mengatakan, Malaria masih menjadi penyakit menular yang menjadi masalah kesehatan di beberapa wilayah Indonesia, terutama di kawasan Timur Indonesia.
Ia membenarkan bahwa, secara kewilayahan, dari seluruh kasus malaria di Indonesia, 95% berasal dari kawasan Papua yang mencakup enam provinsi.
“Kabupaten Maybrat secara resmi menjadi kabupaten baru di wilayah Papua yang menyandang status bebas malaria pada tahun 2025. Ini membuktikan bahwa daerah lain di Papua pun pasti bisa,” ujar Andi optimis.
Dikatakan, eliminasi Malaria bukanlah hasil instan. Dibutuhkan dukungan semua pihak dan konsistensi selama bertahun-tahun.
“Setiap daerah harus menyusun strategi eliminasi berkelanjutan sesuai dengan kondisi wilayahnya. Bagi daerah yang sudah bebas malaria, tugas tentunya belum selesai,” pungkas Andi. (Redaksi)








