ADVERTISEMENT
Kamis, Juni 18, 2026
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
ADVERTISEMENT
Home Budaya

Sekda Ferdinandus: Nama Pejuang Kemerdekaan Harus Ditulis di Depan Penjara Boven Digoel

Meskipun secara historis sering dikaitkan dengan Soekarno sebagai salah satu tempat pembuangannya, tokoh-tokoh seperti Hatta menghabiskan waktu lebih lama di kamp pengasingan ini.

3 Mei 2026
0
Sekda Ferdinandus: Nama Pejuang Kemerdekaan Harus Ditulis di Depan Penjara Boven Digoel

Sekda Ferdinandus saat Kunjungi Tempat Pengasingan Bung Hatta di Boven Digoel (foto:ist/koranpapua.id)

Bagikan ke FacebookBagikan ke XBagikan ke WhatsApp

BOVEN DIGOEL- Sebagian besar generasi yang lahir tahun 2000 atau dikenal dengan Gen Z, mungkin belum mengetahui tentang sejarah Penjara Tua yang berada di Kabupaten Boven Digoel, Provinsi Papua Selatan.

Karena itu sudah menjadi kewajiban semua pihak termasuk pemerintah untuk kembali membuka sejarah itu.

ADVERTISEMENT

Ini bertujuan agar generasi Papua juga memiliki rasa bangga bahwa Papua sejak tempo dulu, sudah masuk dalam proses menuju kemerdekaan Republik Indonesia.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Bertepatan dengan momentum 1 Mei 2026 atau yang dikenal dengan Hari Integrasi Papua ke pangkuan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), Sekda Papua Selatan, Ferdinandus Kainakaimu mengunjungi lokasi penjara tua.

Baca Juga

Satgas Pasgat Amankan Tiga Teleskop Senapan di Kargo Bandara Sentani, Satu akan Diikirim ke Timika

Wamendagri Minta Gubernur, Bupati dan Wali Kota di Papua Percepat RAP Dana Otsus dan DTI 2026

Penjara yang dijadikan sebagai tempat pengasingan tokoh-tokoh pejuang kemerdekaan termasuk Bung Hatta yang berlokasi di Kabupaten Boven Digoel.

Dalam kunjungan itu, Sekda Ferdinandus mengunjungi setiap ruang pengasingan dan sempat duduk di kursi yang berada di sekitar area penjara tua itu.

Dia juga mengamati tulisan berbahan cat putih di sepotong papan yang digantung persis didepan setiap ruang pengasingan.

Disela-sela kunjungan, Sekda Ferdinandus meminta agar setiap ruang pengasingan diberi nama, semisal Ruang Pengasingan Bung Hatta, begitupun dengan nama pejuang lainnya.

Dengan begitu, wisatawan yang berkunjung dapat mengetahui ruang Bung Hatta serta para tokoh kemerdekaan lainnya diasingkan diruang mana saja.

“Nama-nama tokoh pejuang kemerdekaan yang ditawan disitu juga harus ditulis satu persatu lalu diletakkan dibagian depan penjara tua tersebut,” usul Sekda Ferdinandus seperti dukutip dari Web Pemprov Papua Selatan, Minggu 3 Mei 2026.

Sekda Ferdinandus juga meminta agar dijelaskan juga nama masing-masing bahan bangunan yang digunakan untuk membangun tempat pengasingan ini.

Dengan penjelasan itu, akan sangat membantu para pengunjung untuk mengetahui secara mendalam seputar sejarah tempat pengasingan.

Di sisi lain akan menarik banyak wisatawan berkunjung ke penjara peninggalan Belanda itu.

Dari data yang diperoleh, Boven Digoel adalah kamp pengasingan dan penjara kolonial Belanda (1927-1943) di Papua Selatan yang terkenal terisolasi dan kejam, sering digunakan untuk membuang tokoh pergerakan.

Soekarno, Hatta, dan tokoh nasional lainnya pernah diasingkan di sini, menjadikan daerah ini simbol perlawanan dan penderitaan pahlawan.

Didirikan pada 18 November 1926 oleh Gubernur Jenderal de Graeff untuk mengasingkan pemberontak, terutama setelah pemberontakan PKI.

Lokasinya terletak di pinggir kota di daerah Tanah Merah, Boven Digoel, Papua Selatan. Lingkungannya sangat tidak ramah, berawa-rawa, panas, dan dipenuhi nyamuk malaria serta buaya.

Tokoh yang ditahan Bung Hatta, Sutan Sjahrir, Sayuti Melik, dan Mas Marco Kartodikromo pernah ditahan di sini.

Kondisi Penjara yakni tahanan politik dipisahkan, dengan sel sempit dan pengap untuk yang dianggap keras kepala.

Namun, Boven Digoel lebih dikenal sebagai tempat “pembuangan” dimana tahanan dilepas namun tidak bisa melarikan diri karena hutan belantara.

Saat ini, lokasi tersebut menjadi tempat bersejarah dan situs wisata sejarah.

Meskipun secara historis sering dikaitkan dengan Soekarno sebagai salah satu tempat pembuangannya, tokoh-tokoh seperti Hatta menghabiskan waktu lebih lama di kamp pengasingan ini. (Redaksi)

Cek juga berita-berita Koranpapua.id di Google News

Baca Artikel Lainnya

Satgas Pasgat Amankan Tiga Teleskop Senapan di Kargo Bandara Sentani, Satu akan Diikirim ke Timika

Sempat Turun, Kepesertaan JKN Mimika Kini Tembus 82 Persen

17 Juni 2026
Satgas Pasgat Amankan Tiga Teleskop Senapan di Kargo Bandara Sentani, Satu akan Diikirim ke Timika

Dinkes Mimika Gandeng Lembaga Gereja Dorong Pemeriksaan Kesehatan Calon Pengantin

17 Juni 2026
Satgas Pasgat Amankan Tiga Teleskop Senapan di Kargo Bandara Sentani, Satu akan Diikirim ke Timika

Satgas Pasgat Amankan Tiga Teleskop Senapan di Kargo Bandara Sentani, Satu akan Diikirim ke Timika

17 Juni 2026
Korban Ledakan Bom di Biak Bertambah Jadi Enam Orang, Tiga Masih Hilang

Dua Oknum Polisi Diduga Terlibat Penganiayaan Ketua Partai Garuda

17 Juni 2026
Curhatan Anak Tembagapura ke Kapolda Papua Tengah, “Kami Mau Jadi Dokter, Polisi, TNI dan Guru, Tapi Tidak Ada Sekolah”

Curhatan Anak Tembagapura ke Kapolda Papua Tengah, “Kami Mau Jadi Dokter, Polisi, TNI dan Guru, Tapi Tidak Ada Sekolah”

17 Juni 2026
Raup Puluhan Juta, Residivis Janjikan Korban Bekerja di Perusahaan Tambang di Mimika

Raup Puluhan Juta, Residivis Janjikan Korban Bekerja di Perusahaan Tambang di Mimika

17 Juni 2026

POPULER

  • Langkah Tegas Polda Papua Tengah, Pecat Empat Anggota Polisi Terlibat Peristiwa Dogiyai Berdarah

    Langkah Tegas Polda Papua Tengah, Pecat Empat Anggota Polisi Terlibat Peristiwa Dogiyai Berdarah

    586 shares
    Bagikan 234 Tweet 147
  • Terima Audiensi KSBSI, Irma Suryani Ingatkan PT SWPI Jangan Abaikan Pesangon 700 Pekerja

    559 shares
    Bagikan 224 Tweet 140
  • Viral Nakes Jalan Kaki 12 Jam ke Banti, Bupati Mimika: Saya Marah, Tidak Ada Maaf

    609 shares
    Bagikan 244 Tweet 152
  • Beasiswa YPMAK Antarkan Fitalia Tumuka Raih Gelar Sarjana Hukum dan Kejar Mimpi Global

    541 shares
    Bagikan 216 Tweet 135
  • BMKG Rilis Prakiraan Cuaca Tanggal 11-12 Juni, Papua Tengah Diprediksi Diguyur Hujan Sangat Lebat

    544 shares
    Bagikan 218 Tweet 136
  • Dukungan Terbesar Sepanjang Sejarah, Pempusat Gelontorkan Rp5 Triliun untuk Pertanian Papua

    521 shares
    Bagikan 208 Tweet 130
  • PUPR Mimika Targetkan Lima Proyek Strategis Daerah Mulai Kontrak Awal Agustus, Berikut Daftarnya

    519 shares
    Bagikan 208 Tweet 130
Next Post
Penyumbang Terbesar Nasional, Kemenkes Yakin Wilayah Papua Raya Bisa Lepas dari Malaria

Penyumbang Terbesar Nasional, Kemenkes Yakin Wilayah Papua Raya Bisa Lepas dari Malaria

890 Jemaah Haji asal Provinsi Papua Diberangkatkan ke Tanah Suci, Wagub Aryoko Pesan Pererat Ukhuwah Islamiyah

890 Jemaah Haji asal Provinsi Papua Diberangkatkan ke Tanah Suci, Wagub Aryoko Pesan Pererat Ukhuwah Islamiyah

Bupati Johannes Rettob: Pegawai Harus Kompak, Tidak Boleh Ada Blok-Blok di Internal OPD

Bupati Johannes Rettob: Pegawai Harus Kompak, Tidak Boleh Ada Blok-Blok di Internal OPD

Koran Papua

© 2024 Koranpapua.id

Menu

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto

© 2024 Koranpapua.id