ADVERTISEMENT
Selasa, Agustus 4, 2026
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
ADVERTISEMENT
Home Hukrim Info Terkini

Kisah Dua Guru Lintas Iman, Merawat Harmoni dari Papua Barat

Guru-guru dari latar belakang agama yang berbeda dilibatkan, bukan sekadar sebagai pelengkap, tetapi sebagai bagian dari denyut kehidupan sekolah.

3 Mei 2026
0
Kisah Dua Guru Lintas Iman, Merawat Harmoni dari Papua Barat

Adwiyah Nur Soleha, seorang guru Bimbingan Konseling di Sekolah Menengah Teologi Kristen Negeri (SMTKN) Pelita Sambab, Manaokwari, Papua Barat (foto:ist/koranpapua.id)

Bagikan ke FacebookBagikan ke XBagikan ke WhatsApp

MANOKWARI- Koranpapua.id- Di sebuah sudut Papua Barat, di antara ruang kelas sederhana dan suara nyanyian yang mengalun setiap pagi, perbedaan tidak pernah benar-benar menjadi jarak.

Ia justru tumbuh sebagai ruang perjumpaan, tempat orang-orang belajar memahami, bukan sekadar menerima.

ADVERTISEMENT

Di Sekolah Menengah Teologi Kristen Negeri (SMTKN) Pelita Sambab, Distrik Masni, Kabupaten Manokwari, kisah tentang harmoni itu dirawat dalam keseharian.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Tidak dengan kata-kata besar, melainkan melalui sikap-sikap kecil yang berulang, yang perlahan membentuk makna.

Baca Juga

Distrik Tembagapura Gelar Sepekan Perayaan HUT Ke-81 RI di Wa Banti, Hadirkan Lomba hingga Konser

SMAN 2 Nabire Bangkit, Wakili Papua Tengah di Final Nasional LCC Empat Pilar MPR RI

Adalah Adwiyah Nur Soleha, seorang guru Bimbingan Konseling, yang datang membawa latar berbeda dari sebagian besar siswa.

Pada hari-hari pertamanya, ia sempat merasa asing. Lagu-lagu rohani yang dinyanyikan para siswa terdengar begitu dekat bagi mereka, namun belum sepenuhnya akrab bagi Adwiyah yang seorang muslimah.

Namun waktu, seperti biasa, bekerja dengan caranya sendiri. Ia mengikis jarak, menumbuhkan pengertian.

Melalui portal ini, Anda dapat memperoleh informasi terkini mengenai, regulasi, pendidikan keagamaan, agenda nasional, publikasi digital, serta berita Kemenag dari pusat dan daerah.

Adwiyah mulai melihat bahwa yang ia temui bukanlah perbedaan yang memisahkan, melainkan kebiasaan yang perlu dipahami.

Ia pun menyesuaikan langkahnya. Bukan dengan mengubah siapa dirinya, tetapi dengan membuka ruang untuk menerima yang lain.

Di dalam kelas, ia menanamkan nilai-nilai toleransi lewat cara yang sederhana. Ia mengajak siswa menuliskan ayat-ayat kitab suci tentang kebaikan dan kasih.

Di luar dugaan, hubungan itu tumbuh begitu hangat. Bahkan, dalam keseharian, para siswa justru kerap mengingatkannya untuk menunaikan salat.

“Itu menjadi pengalaman yang sangat berkesan bagi saya,” ujarnya pelan seperti dikuitp dari Humas Kemenag Papua Barat, Minggu 3 Mei 2026.

Di tempat yang sama, kisah lain berjalan dalam ritme yang berbeda. Emiria Ziliwu, guru Pengetahuan Alkitab, telah lebih dulu menapaki jalan pengabdian itu sejak 2006.

Ia datang dari Nias, membawa pengalaman panjang yang menempa keteguhan.

Bagi Emiria, mengajar bukan sekadar menyampaikan pengetahuan. Ia adalah upaya merawat harapan.

Di tengah keterbatasan tenaga pengajar dan medan yang tidak selalu mudah, ia menyaksikan sesuatu yang tidak pernah pudar: semangat belajar anak-anak Papua.

Dari sana, ia percaya, pendidikan akan selalu menemukan jalannya. Ia melihat para lulusan tidak hanya melanjutkan panggilan sebagai hamba Tuhan, tetapi juga hadir di ruang-ruang lain, termasuk dalam pemerintahan.

Bagi Emiria, itulah tanda bahwa pendidikan bekerja membantu setiap anak menemukan perannya di tengah kehidupan yang majemuk.

Di bawah kepemimpinan Pelaksana Tugas Kepala Sekolah Willem Buiswarin, semangat itu menemukan bentuk yang lebih terarah.

Sekolah menegaskan komitmennya pada integritas, keimanan, dan keilmuan-tiga hal yang saling menguatkan, bukan meniadakan.

Program moderasi beragama yang diinisiasi Kementerian Agama pun hadir sebagai penguat.

Guru-guru dari latar belakang agama yang berbeda dilibatkan, bukan sekadar sebagai pelengkap, tetapi sebagai bagian dari denyut kehidupan sekolah.

“Sudah sekitar tiga tahun guru Muslim turut mengabdi di sini,” katanya.

Harmoni itu terasa dalam momen-momen yang barangkali sederhana, namun sarat makna.

Saat perayaan Paskah, misalnya, para guru Muslim ikut terlibat dalam kepanitiaan.

Mereka bekerja bersama, melampaui sekat-sekat yang sering kali terasa kaku di luar sana.

Di SMTKN Pelita Sambab, apa yang diajarkan di kelas oleh Adwiyah, dan apa yang dijaga dalam ketekunan oleh Emiria, perlahan menjelma menjadi budaya.

Dari dua sosok yang datang dari latar berbeda, terajut satu pemahaman yang sama: pendidikan bukan hanya tentang pengetahuan, melainkan tentang bagaimana manusia belajar hidup bersama.

Di tempat itu, harmoni tidak dideklarasikan. Ia tumbuh diam-diam, tetapi mengakar. Dan mungkin, justru dari ruang-ruang sederhana seperti itulah, Indonesia dirawat. (Redaksi)

Cek juga berita-berita Koranpapua.id di Google News

Baca Artikel Lainnya

Distrik Tembagapura Gelar Sepekan Perayaan HUT Ke-81 RI di Wa Banti, Hadirkan Lomba hingga Konser

Distrik Tembagapura Gelar Sepekan Perayaan HUT Ke-81 RI di Wa Banti, Hadirkan Lomba hingga Konser

3 Agustus 2026
SMAN 2 Nabire Bangkit, Wakili Papua Tengah di Final Nasional LCC Empat Pilar MPR RI

SMAN 2 Nabire Bangkit, Wakili Papua Tengah di Final Nasional LCC Empat Pilar MPR RI

3 Agustus 2026
Upaya Pengiriman 95 Gram Ganja ke Timika Digagalkan di Bandara Sentani

Upaya Pengiriman 95 Gram Ganja ke Timika Digagalkan di Bandara Sentani

3 Agustus 2026
Dinkes Mimika Mulai Kampanye Germas dan PHBS di Kelurahan Koperapoka

Dinkes Mimika Mulai Kampanye Germas dan PHBS di Kelurahan Koperapoka

3 Agustus 2026
Polres Mimika Kerahkan 231 Personel Amankan Aksi KNPB di Timika

Polres Mimika Kerahkan 231 Personel Amankan Aksi KNPB di Timika

3 Agustus 2026
KNPB Timika Klaim 125 Ribu Warga Papua Mengungsi, Desak Pemerintah Tempuh Solusi Damai

KNPB Timika Klaim 125 Ribu Warga Papua Mengungsi, Desak Pemerintah Tempuh Solusi Damai

3 Agustus 2026

POPULER

  • Oknum Polisi Tembak Warga di Timika, Kapolres Ungkap Dugaan Perselingkuhan Jadi Motif

    Oknum Polisi Tembak Warga di Timika, Kapolres Ungkap Dugaan Perselingkuhan Jadi Motif

    644 shares
    Bagikan 258 Tweet 161
  • “Babi Saja Naik Pesawat,” Bupati Nabire Desak Pusat Prioritaskan Infrastruktur Papua

    610 shares
    Bagikan 244 Tweet 153
  • 12 Poin Kesepakatan Timika Resmi Diserahkan kepada Presiden, Meki Nawipa Beberkan Isinya

    583 shares
    Bagikan 233 Tweet 146
  • Tiga Tahun Harumkan Nama Papua di Panggung Reggae Dunia: Dave Baransano Masih Berjuang Sendiri, Butuh Dukungan

    603 shares
    Bagikan 241 Tweet 151
  • Pria 37 Tahun Ditemukan Meninggal di Rumahnya di Timika, Penyebab Belum Diketahui

    567 shares
    Bagikan 227 Tweet 142
  • Wamen PPN Ingatkan Kepala Daerah, Jangan Kelola Dana Otsus di Luar Perencanaan

    552 shares
    Bagikan 221 Tweet 138
  • Taruna Akpol Asal Papua Barat Daya Meninggal Dunia, Polisi Selidiki Penyebabnya

    534 shares
    Bagikan 214 Tweet 134
Next Post
Sekda Ferdinandus: Nama Pejuang Kemerdekaan Harus Ditulis di Depan Penjara Boven Digoel

Sekda Ferdinandus: Nama Pejuang Kemerdekaan Harus Ditulis di Depan Penjara Boven Digoel

Penyumbang Terbesar Nasional, Kemenkes Yakin Wilayah Papua Raya Bisa Lepas dari Malaria

Penyumbang Terbesar Nasional, Kemenkes Yakin Wilayah Papua Raya Bisa Lepas dari Malaria

890 Jemaah Haji asal Provinsi Papua Diberangkatkan ke Tanah Suci, Wagub Aryoko Pesan Pererat Ukhuwah Islamiyah

890 Jemaah Haji asal Provinsi Papua Diberangkatkan ke Tanah Suci, Wagub Aryoko Pesan Pererat Ukhuwah Islamiyah

Koran Papua

© 2024 Koranpapua.id

Menu

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto

© 2024 Koranpapua.id