ADVERTISEMENT
Kamis, Juni 18, 2026
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
ADVERTISEMENT
Home Hukrim Info Terkini

Kisah Dua Guru Lintas Iman, Merawat Harmoni dari Papua Barat

Guru-guru dari latar belakang agama yang berbeda dilibatkan, bukan sekadar sebagai pelengkap, tetapi sebagai bagian dari denyut kehidupan sekolah.

3 Mei 2026
0
Kisah Dua Guru Lintas Iman, Merawat Harmoni dari Papua Barat

Adwiyah Nur Soleha, seorang guru Bimbingan Konseling di Sekolah Menengah Teologi Kristen Negeri (SMTKN) Pelita Sambab, Manaokwari, Papua Barat (foto:ist/koranpapua.id)

Bagikan ke FacebookBagikan ke XBagikan ke WhatsApp

MANOKWARI- Koranpapua.id- Di sebuah sudut Papua Barat, di antara ruang kelas sederhana dan suara nyanyian yang mengalun setiap pagi, perbedaan tidak pernah benar-benar menjadi jarak.

Ia justru tumbuh sebagai ruang perjumpaan, tempat orang-orang belajar memahami, bukan sekadar menerima.

ADVERTISEMENT

Di Sekolah Menengah Teologi Kristen Negeri (SMTKN) Pelita Sambab, Distrik Masni, Kabupaten Manokwari, kisah tentang harmoni itu dirawat dalam keseharian.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Tidak dengan kata-kata besar, melainkan melalui sikap-sikap kecil yang berulang, yang perlahan membentuk makna.

Baca Juga

Dinkes Mimika Gandeng Lembaga Gereja Dorong Pemeriksaan Kesehatan Calon Pengantin

Satgas Pasgat Amankan Tiga Teleskop Senapan di Kargo Bandara Sentani, Satu akan Diikirim ke Timika

Adalah Adwiyah Nur Soleha, seorang guru Bimbingan Konseling, yang datang membawa latar berbeda dari sebagian besar siswa.

Pada hari-hari pertamanya, ia sempat merasa asing. Lagu-lagu rohani yang dinyanyikan para siswa terdengar begitu dekat bagi mereka, namun belum sepenuhnya akrab bagi Adwiyah yang seorang muslimah.

Namun waktu, seperti biasa, bekerja dengan caranya sendiri. Ia mengikis jarak, menumbuhkan pengertian.

Melalui portal ini, Anda dapat memperoleh informasi terkini mengenai, regulasi, pendidikan keagamaan, agenda nasional, publikasi digital, serta berita Kemenag dari pusat dan daerah.

Adwiyah mulai melihat bahwa yang ia temui bukanlah perbedaan yang memisahkan, melainkan kebiasaan yang perlu dipahami.

Ia pun menyesuaikan langkahnya. Bukan dengan mengubah siapa dirinya, tetapi dengan membuka ruang untuk menerima yang lain.

Di dalam kelas, ia menanamkan nilai-nilai toleransi lewat cara yang sederhana. Ia mengajak siswa menuliskan ayat-ayat kitab suci tentang kebaikan dan kasih.

Di luar dugaan, hubungan itu tumbuh begitu hangat. Bahkan, dalam keseharian, para siswa justru kerap mengingatkannya untuk menunaikan salat.

“Itu menjadi pengalaman yang sangat berkesan bagi saya,” ujarnya pelan seperti dikuitp dari Humas Kemenag Papua Barat, Minggu 3 Mei 2026.

Di tempat yang sama, kisah lain berjalan dalam ritme yang berbeda. Emiria Ziliwu, guru Pengetahuan Alkitab, telah lebih dulu menapaki jalan pengabdian itu sejak 2006.

Ia datang dari Nias, membawa pengalaman panjang yang menempa keteguhan.

Bagi Emiria, mengajar bukan sekadar menyampaikan pengetahuan. Ia adalah upaya merawat harapan.

Di tengah keterbatasan tenaga pengajar dan medan yang tidak selalu mudah, ia menyaksikan sesuatu yang tidak pernah pudar: semangat belajar anak-anak Papua.

Dari sana, ia percaya, pendidikan akan selalu menemukan jalannya. Ia melihat para lulusan tidak hanya melanjutkan panggilan sebagai hamba Tuhan, tetapi juga hadir di ruang-ruang lain, termasuk dalam pemerintahan.

Bagi Emiria, itulah tanda bahwa pendidikan bekerja membantu setiap anak menemukan perannya di tengah kehidupan yang majemuk.

Di bawah kepemimpinan Pelaksana Tugas Kepala Sekolah Willem Buiswarin, semangat itu menemukan bentuk yang lebih terarah.

Sekolah menegaskan komitmennya pada integritas, keimanan, dan keilmuan-tiga hal yang saling menguatkan, bukan meniadakan.

Program moderasi beragama yang diinisiasi Kementerian Agama pun hadir sebagai penguat.

Guru-guru dari latar belakang agama yang berbeda dilibatkan, bukan sekadar sebagai pelengkap, tetapi sebagai bagian dari denyut kehidupan sekolah.

“Sudah sekitar tiga tahun guru Muslim turut mengabdi di sini,” katanya.

Harmoni itu terasa dalam momen-momen yang barangkali sederhana, namun sarat makna.

Saat perayaan Paskah, misalnya, para guru Muslim ikut terlibat dalam kepanitiaan.

Mereka bekerja bersama, melampaui sekat-sekat yang sering kali terasa kaku di luar sana.

Di SMTKN Pelita Sambab, apa yang diajarkan di kelas oleh Adwiyah, dan apa yang dijaga dalam ketekunan oleh Emiria, perlahan menjelma menjadi budaya.

Dari dua sosok yang datang dari latar berbeda, terajut satu pemahaman yang sama: pendidikan bukan hanya tentang pengetahuan, melainkan tentang bagaimana manusia belajar hidup bersama.

Di tempat itu, harmoni tidak dideklarasikan. Ia tumbuh diam-diam, tetapi mengakar. Dan mungkin, justru dari ruang-ruang sederhana seperti itulah, Indonesia dirawat. (Redaksi)

Cek juga berita-berita Koranpapua.id di Google News

Baca Artikel Lainnya

Satgas Pasgat Amankan Tiga Teleskop Senapan di Kargo Bandara Sentani, Satu akan Diikirim ke Timika

Sempat Turun, Kepesertaan JKN Mimika Kini Tembus 82 Persen

17 Juni 2026
Satgas Pasgat Amankan Tiga Teleskop Senapan di Kargo Bandara Sentani, Satu akan Diikirim ke Timika

Dinkes Mimika Gandeng Lembaga Gereja Dorong Pemeriksaan Kesehatan Calon Pengantin

17 Juni 2026
Satgas Pasgat Amankan Tiga Teleskop Senapan di Kargo Bandara Sentani, Satu akan Diikirim ke Timika

Satgas Pasgat Amankan Tiga Teleskop Senapan di Kargo Bandara Sentani, Satu akan Diikirim ke Timika

17 Juni 2026
Korban Ledakan Bom di Biak Bertambah Jadi Enam Orang, Tiga Masih Hilang

Dua Oknum Polisi Diduga Terlibat Penganiayaan Ketua Partai Garuda

17 Juni 2026
Curhatan Anak Tembagapura ke Kapolda Papua Tengah, “Kami Mau Jadi Dokter, Polisi, TNI dan Guru, Tapi Tidak Ada Sekolah”

Curhatan Anak Tembagapura ke Kapolda Papua Tengah, “Kami Mau Jadi Dokter, Polisi, TNI dan Guru, Tapi Tidak Ada Sekolah”

17 Juni 2026
Raup Puluhan Juta, Residivis Janjikan Korban Bekerja di Perusahaan Tambang di Mimika

Raup Puluhan Juta, Residivis Janjikan Korban Bekerja di Perusahaan Tambang di Mimika

17 Juni 2026

POPULER

  • Langkah Tegas Polda Papua Tengah, Pecat Empat Anggota Polisi Terlibat Peristiwa Dogiyai Berdarah

    Langkah Tegas Polda Papua Tengah, Pecat Empat Anggota Polisi Terlibat Peristiwa Dogiyai Berdarah

    586 shares
    Bagikan 234 Tweet 147
  • Terima Audiensi KSBSI, Irma Suryani Ingatkan PT SWPI Jangan Abaikan Pesangon 700 Pekerja

    559 shares
    Bagikan 224 Tweet 140
  • Viral Nakes Jalan Kaki 12 Jam ke Banti, Bupati Mimika: Saya Marah, Tidak Ada Maaf

    609 shares
    Bagikan 244 Tweet 152
  • Beasiswa YPMAK Antarkan Fitalia Tumuka Raih Gelar Sarjana Hukum dan Kejar Mimpi Global

    541 shares
    Bagikan 216 Tweet 135
  • BMKG Rilis Prakiraan Cuaca Tanggal 11-12 Juni, Papua Tengah Diprediksi Diguyur Hujan Sangat Lebat

    544 shares
    Bagikan 218 Tweet 136
  • Dukungan Terbesar Sepanjang Sejarah, Pempusat Gelontorkan Rp5 Triliun untuk Pertanian Papua

    521 shares
    Bagikan 208 Tweet 130
  • PUPR Mimika Targetkan Lima Proyek Strategis Daerah Mulai Kontrak Awal Agustus, Berikut Daftarnya

    519 shares
    Bagikan 208 Tweet 130
Next Post
Sekda Ferdinandus: Nama Pejuang Kemerdekaan Harus Ditulis di Depan Penjara Boven Digoel

Sekda Ferdinandus: Nama Pejuang Kemerdekaan Harus Ditulis di Depan Penjara Boven Digoel

Penyumbang Terbesar Nasional, Kemenkes Yakin Wilayah Papua Raya Bisa Lepas dari Malaria

Penyumbang Terbesar Nasional, Kemenkes Yakin Wilayah Papua Raya Bisa Lepas dari Malaria

890 Jemaah Haji asal Provinsi Papua Diberangkatkan ke Tanah Suci, Wagub Aryoko Pesan Pererat Ukhuwah Islamiyah

890 Jemaah Haji asal Provinsi Papua Diberangkatkan ke Tanah Suci, Wagub Aryoko Pesan Pererat Ukhuwah Islamiyah

Koran Papua

© 2024 Koranpapua.id

Menu

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto

© 2024 Koranpapua.id