ADVERTISEMENT
Sabtu, September 19, 2026
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
ADVERTISEMENT
Home Hukrim Info Terkini

Kisah Dua Guru Lintas Iman, Merawat Harmoni dari Papua Barat

Guru-guru dari latar belakang agama yang berbeda dilibatkan, bukan sekadar sebagai pelengkap, tetapi sebagai bagian dari denyut kehidupan sekolah.

3 Mei 2026
0
Kisah Dua Guru Lintas Iman, Merawat Harmoni dari Papua Barat

Adwiyah Nur Soleha, seorang guru Bimbingan Konseling di Sekolah Menengah Teologi Kristen Negeri (SMTKN) Pelita Sambab, Manaokwari, Papua Barat (foto:ist/koranpapua.id)

Bagikan ke FacebookBagikan ke XBagikan ke WhatsApp

MANOKWARI- Koranpapua.id- Di sebuah sudut Papua Barat, di antara ruang kelas sederhana dan suara nyanyian yang mengalun setiap pagi, perbedaan tidak pernah benar-benar menjadi jarak.

Ia justru tumbuh sebagai ruang perjumpaan, tempat orang-orang belajar memahami, bukan sekadar menerima.

ADVERTISEMENT

Di Sekolah Menengah Teologi Kristen Negeri (SMTKN) Pelita Sambab, Distrik Masni, Kabupaten Manokwari, kisah tentang harmoni itu dirawat dalam keseharian.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Tidak dengan kata-kata besar, melainkan melalui sikap-sikap kecil yang berulang, yang perlahan membentuk makna.

Baca Juga

Pria Tewas Ditikam di Jalan Poros SP5, Terduga Pelaku Diamankan Polisi

Pengurus PKK Iwaka Dikukuhkan, Suzy Rettob Minta Fokus Jawab Kebutuhan Warga

Adalah Adwiyah Nur Soleha, seorang guru Bimbingan Konseling, yang datang membawa latar berbeda dari sebagian besar siswa.

Pada hari-hari pertamanya, ia sempat merasa asing. Lagu-lagu rohani yang dinyanyikan para siswa terdengar begitu dekat bagi mereka, namun belum sepenuhnya akrab bagi Adwiyah yang seorang muslimah.

Namun waktu, seperti biasa, bekerja dengan caranya sendiri. Ia mengikis jarak, menumbuhkan pengertian.

Melalui portal ini, Anda dapat memperoleh informasi terkini mengenai, regulasi, pendidikan keagamaan, agenda nasional, publikasi digital, serta berita Kemenag dari pusat dan daerah.

Adwiyah mulai melihat bahwa yang ia temui bukanlah perbedaan yang memisahkan, melainkan kebiasaan yang perlu dipahami.

Ia pun menyesuaikan langkahnya. Bukan dengan mengubah siapa dirinya, tetapi dengan membuka ruang untuk menerima yang lain.

Di dalam kelas, ia menanamkan nilai-nilai toleransi lewat cara yang sederhana. Ia mengajak siswa menuliskan ayat-ayat kitab suci tentang kebaikan dan kasih.

Di luar dugaan, hubungan itu tumbuh begitu hangat. Bahkan, dalam keseharian, para siswa justru kerap mengingatkannya untuk menunaikan salat.

“Itu menjadi pengalaman yang sangat berkesan bagi saya,” ujarnya pelan seperti dikuitp dari Humas Kemenag Papua Barat, Minggu 3 Mei 2026.

Di tempat yang sama, kisah lain berjalan dalam ritme yang berbeda. Emiria Ziliwu, guru Pengetahuan Alkitab, telah lebih dulu menapaki jalan pengabdian itu sejak 2006.

Ia datang dari Nias, membawa pengalaman panjang yang menempa keteguhan.

Bagi Emiria, mengajar bukan sekadar menyampaikan pengetahuan. Ia adalah upaya merawat harapan.

Di tengah keterbatasan tenaga pengajar dan medan yang tidak selalu mudah, ia menyaksikan sesuatu yang tidak pernah pudar: semangat belajar anak-anak Papua.

Dari sana, ia percaya, pendidikan akan selalu menemukan jalannya. Ia melihat para lulusan tidak hanya melanjutkan panggilan sebagai hamba Tuhan, tetapi juga hadir di ruang-ruang lain, termasuk dalam pemerintahan.

Bagi Emiria, itulah tanda bahwa pendidikan bekerja membantu setiap anak menemukan perannya di tengah kehidupan yang majemuk.

Di bawah kepemimpinan Pelaksana Tugas Kepala Sekolah Willem Buiswarin, semangat itu menemukan bentuk yang lebih terarah.

Sekolah menegaskan komitmennya pada integritas, keimanan, dan keilmuan-tiga hal yang saling menguatkan, bukan meniadakan.

Program moderasi beragama yang diinisiasi Kementerian Agama pun hadir sebagai penguat.

Guru-guru dari latar belakang agama yang berbeda dilibatkan, bukan sekadar sebagai pelengkap, tetapi sebagai bagian dari denyut kehidupan sekolah.

“Sudah sekitar tiga tahun guru Muslim turut mengabdi di sini,” katanya.

Harmoni itu terasa dalam momen-momen yang barangkali sederhana, namun sarat makna.

Saat perayaan Paskah, misalnya, para guru Muslim ikut terlibat dalam kepanitiaan.

Mereka bekerja bersama, melampaui sekat-sekat yang sering kali terasa kaku di luar sana.

Di SMTKN Pelita Sambab, apa yang diajarkan di kelas oleh Adwiyah, dan apa yang dijaga dalam ketekunan oleh Emiria, perlahan menjelma menjadi budaya.

Dari dua sosok yang datang dari latar berbeda, terajut satu pemahaman yang sama: pendidikan bukan hanya tentang pengetahuan, melainkan tentang bagaimana manusia belajar hidup bersama.

Di tempat itu, harmoni tidak dideklarasikan. Ia tumbuh diam-diam, tetapi mengakar. Dan mungkin, justru dari ruang-ruang sederhana seperti itulah, Indonesia dirawat. (Redaksi)

Cek juga berita-berita Koranpapua.id di Google News

Baca Artikel Lainnya

Pansus Papua DPD RI Soroti Konflik dan Kemanusiaan, Filep Minta Pemerintah Bertindak Tegas

Pansus Papua DPD RI Soroti Konflik dan Kemanusiaan, Filep Minta Pemerintah Bertindak Tegas

18 September 2026
35 Pemandu Wisata Mimika Ikuti Pelatihan Sertifikasi Berbasis SKKNI

35 Pemandu Wisata Mimika Ikuti Pelatihan Sertifikasi Berbasis SKKNI

18 September 2026
Pasar Mapurujaya Mangkrak Sejak 2023, Pemkab Mimika Ingin Hidupkan Kembali Tahun Ini

Pasar Mapurujaya Mangkrak Sejak 2023, Pemkab Mimika Ingin Hidupkan Kembali Tahun Ini

18 September 2026
Pria Tewas Ditikam di Jalan Poros SP5, Terduga Pelaku Diamankan Polisi

Pria Tewas Ditikam di Jalan Poros SP5, Terduga Pelaku Diamankan Polisi

18 September 2026
309 Ton Beras Bantuan Pangan Disalurkan, Distrik Mimika Baru Kawal hingga ke Penerima

309 Ton Beras Bantuan Pangan Disalurkan, Distrik Mimika Baru Kawal hingga ke Penerima

18 September 2026
Pengurus PKK Iwaka Dikukuhkan, Suzy Rettob Minta Fokus Jawab Kebutuhan Warga

Pengurus PKK Iwaka Dikukuhkan, Suzy Rettob Minta Fokus Jawab Kebutuhan Warga

18 September 2026

POPULER

  • Muhammad Ramadhani Meninggal,Keluarga Palang Jalan

    Muhammad Ramadhani Meninggal,Keluarga Palang Jalan

    624 shares
    Bagikan 250 Tweet 156
  • Penikaman di KM 10 Mimika Diduga Dipicu Rokok, Polisi Buru Pelaku

    559 shares
    Bagikan 224 Tweet 140
  • Kronologi Penikaman Ramadhani, Polisi Selidiki Motif

    540 shares
    Bagikan 216 Tweet 135
  • Kecelakaan Tunggal di Depan Katedral Tiga Raja Timika, Pengendara Motor Tewas

    537 shares
    Bagikan 215 Tweet 134
  • Ketua Lemasa Sem Bukaleng Soroti Eksekusi Tanah SP 2, Minta Mediasi Dibuka Kembali

    524 shares
    Bagikan 210 Tweet 131
  • Demerina Menangis Saat Hendak Bercerita, Trauma Usai 20 Hari Disandera KKB

    523 shares
    Bagikan 209 Tweet 131
  • Korban Penyanderaan di Jila Dievakuasi ke Timika, Kapolda: Trauma Masih Terlihat

    522 shares
    Bagikan 209 Tweet 131
Next Post
Sekda Ferdinandus: Nama Pejuang Kemerdekaan Harus Ditulis di Depan Penjara Boven Digoel

Sekda Ferdinandus: Nama Pejuang Kemerdekaan Harus Ditulis di Depan Penjara Boven Digoel

Penyumbang Terbesar Nasional, Kemenkes Yakin Wilayah Papua Raya Bisa Lepas dari Malaria

Penyumbang Terbesar Nasional, Kemenkes Yakin Wilayah Papua Raya Bisa Lepas dari Malaria

890 Jemaah Haji asal Provinsi Papua Diberangkatkan ke Tanah Suci, Wagub Aryoko Pesan Pererat Ukhuwah Islamiyah

890 Jemaah Haji asal Provinsi Papua Diberangkatkan ke Tanah Suci, Wagub Aryoko Pesan Pererat Ukhuwah Islamiyah

Koran Papua

© 2024 Koranpapua.id

Menu

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto

© 2024 Koranpapua.id