ADVERTISEMENT
Selasa, April 7, 2026
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
ADVERTISEMENT
Home Budaya

Demo di DPRK Mimika: FRP Angkat Isu Otsus, Freeport dan Militerisme

Mereka menilai hal tersebut menimbulkan pertanyaan terkait transparansi dan keadilan dalam proses pengambilan kebijakan.

7 April 2026
0
Demo di DPRK Mimika: FRP Angkat Isu Otsus, Freeport dan Militerisme

Front Rakyat Papua (FRP) menggelar aksi di Kantor DPRK Mimika, Selasa 7 April 2026. (foto: Hayun Nuhuyanan/koranpapua.id)

Bagikan ke FacebookBagikan ke XBagikan ke WhatsApp

TIMIKA, Koranpapua.id– Ratusan massa dari Front Rakyat Papua (FRP) menggelar aksi di halaman Kantor DPRK Mimika, Selasa 7 April 2026.

Mereka menyampaikan berbagai tuntutan terkait kondisi sosial, ekonomi, serta arah kebijakan di Papua yang dinilai belum berpihak pada masyarakat.

ADVERTISEMENT

Dalam orasinya, massa menyoroti sejumlah isu penting, diantaranya penutupan PT Freeport Indonesia, hingga situasi keamanan, serta kebijakan pemerintah di Papua.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Mereka juga mengkritik kinerja Majelis Rakyat Papua (MRP) serta pelaksanaan Otonomi Khusus (Otsus) yang telah berjalan sejak 2001, namun dianggap belum memberikan dampak nyata.

Baca Juga

DPRK Mimika Terima Aspirasi FRP, Mathius Yanengga: Otsus Jilid II Gagal

Sambut HUT TNI AU ke-80, Satgas Yon Parako 466 Pasgat Laksanakan Baksos di SDI 4 Distrik Aboy

“Kami minta DPRK benar-benar menerima dan membahas aspirasi kami, bukan sekadar mendengar. Tutup PTFI, bubarkan MRP”.

“Kembalikan Otsus ke pusat karena kami menilai tidak memberi manfaat bagi rakyat Papua,” tegas Onan Kobogau dalam orasinya.

Tokoh perempuan, Fransisca Pinimet, menyampaikan pandangan serupa. Ia menilai kebijakan Otsus selama ini belum membawa perubahan signifikan bagi Orang Asli Papua (OAP) dalam kehidupan sehari-hari.

Ia juga menyinggung sejarah panjang keberadaan PT Freeport Indonesia sejak diberlakukannya Undang-Undang Penanaman Modal Asing (UU PMA) tahun 1967.

Menurut massa, aktivitas pertambangan tidak hanya berdampak pada lingkungan, tetapi juga memicu persoalan sosial serta konflik terkait pengelolaan wilayah adat.

Sorotan lain diarahkan pada perpanjangan Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK) hingga 2061, yang dinilai dilakukan tanpa keterlibatan penuh masyarakat adat.

Mereka menilai hal tersebut menimbulkan pertanyaan terkait transparansi dan keadilan dalam proses pengambilan kebijakan.

Dalam aksi tersebut, massa juga mendesak pemerintah pusat agar tidak menutup mata terhadap situasi di Papua, serta segera mengambil langkah yang benar-benar berpihak pada masyarakat lokal, bukan semata-mata kepentingan investasi.

Aksi diakhiri dengan penyerahan tuntutan kepada sejumlah anggota DPRK Mimika yang menerima langsung massa aksi, termasuk Ketua DPRK Mimika, Primus Natikapereyau. (*)

Penulis: Hayun Nuhuyanan

Editor: Marthen LL Moru

Cek juga berita-berita Koranpapua.id di Google News

Baca Artikel Lainnya

DPRK Mimika Terima Aspirasi FRP, Mathius Yanengga: Otsus Jilid II Gagal

DPRK Mimika Terima Aspirasi FRP, Mathius Yanengga: Otsus Jilid II Gagal

7 April 2026
Sambut HUT TNI AU ke-80, Satgas Yon Parako 466 Pasgat Laksanakan Baksos di SDI 4 Distrik Aboy

Sambut HUT TNI AU ke-80, Satgas Yon Parako 466 Pasgat Laksanakan Baksos di SDI 4 Distrik Aboy

7 April 2026
Demo di DPRK Mimika: FRP Angkat Isu Otsus, Freeport dan Militerisme

Demo di DPRK Mimika: FRP Angkat Isu Otsus, Freeport dan Militerisme

7 April 2026

Bertemu Tokoh Masyarakat Adat Mee Pago, Kementerian HAM Kirim Tim ke Dogiayai

7 April 2026
Kasus Pembunuhan Nakes: Sepuluh Anggota KKB Ditetapkan Tersangka, Empat Orang Menyerahkan Diri

Kasus Pembunuhan Nakes: Sepuluh Anggota KKB Ditetapkan Tersangka, Empat Orang Menyerahkan Diri

7 April 2026
Polres dan Pemda Nabire akan Evaluasi Organisasi yang Tidak Jelas Legalitasnya

Polres dan Pemda Nabire akan Evaluasi Organisasi yang Tidak Jelas Legalitasnya

7 April 2026

POPULER

  • Gubernur Papua Tengah Resmi Tetapkan WFH Bagi ASN Setiap Hari Jumat, Berlaku untuk Pemprov dan Delapan Kabupaten

    Gubernur Papua Tengah Resmi Tetapkan WFH Bagi ASN Setiap Hari Jumat, Berlaku untuk Pemprov dan Delapan Kabupaten

    632 shares
    Bagikan 253 Tweet 158
  • Buntut Peristiwa Dogiayai Berdarah, Kapolda Papua Copot Kompol Yocbeth Mince Mayor

    593 shares
    Bagikan 237 Tweet 148
  • Seorang Remaja Putri di Timika Ditemukan Tewas Diduga Gantung Diri, Motifnya Masih Penyelidikan

    570 shares
    Bagikan 228 Tweet 143
  • Jaksa Agung Pantau Perkembangan Kasus Dugaan Korupsi Sarana Aerosport di Mimika

    553 shares
    Bagikan 221 Tweet 138
  • TNI AD Siap Bentuk Kodam Papua Tengah

    550 shares
    Bagikan 220 Tweet 138
  • Pemkab Mimika Tetapkan WFH Setiap Jumat, Berikut Daftar Pejabat dan Unit Kerja yang Tetap Bekerja di Kantor

    547 shares
    Bagikan 219 Tweet 137
  • Polisi Data 145 Warga Tembagapura yang Melayat Almarhum Junius Magai

    543 shares
    Bagikan 217 Tweet 136
Next Post
Sambut HUT TNI AU ke-80, Satgas Yon Parako 466 Pasgat Laksanakan Baksos di SDI 4 Distrik Aboy

Sambut HUT TNI AU ke-80, Satgas Yon Parako 466 Pasgat Laksanakan Baksos di SDI 4 Distrik Aboy

DPRK Mimika Terima Aspirasi FRP, Mathius Yanengga: Otsus Jilid II Gagal

DPRK Mimika Terima Aspirasi FRP, Mathius Yanengga: Otsus Jilid II Gagal

Koran Papua

© 2024 Koranpapua.id

Menu

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto

© 2024 Koranpapua.id