BOVEN DIGOEL, Koranpapua.id– Satgas Korpasgat bersama Satgas Rajawali II dan Yonif 126, akhirnya tiba di Korowai Batu, Boven Digoel, sehari setelah peristiwa penembakan yang menewaskan pilot dan co-pilot Smart Air, Kamis 12 Februari 2026.
Kedatangan pasukan elit TNI Angkatan Udara (AU) ke wilayah itu, selain bertujuan untuk memberikan pembinaan dan pendekatan dengan masyarakat, juga sekaligus melaksanakan kegiatan bakti sosial.
Di antaranya pemeriksaan kesehatan dan pengobatan gratis bagi warga yang bermukim di sekitar Bandara Koroway Batu.
Kegiatan yang digelar sebagai bentuk kepedulian TNI terhadap masyarakat yang kesulitan mengakses layanan kesehatan di wilayah sekitar bandara, dilaksanakan hari ini, Jumat 13 Februari 2026.
Berdasarkan informasi kepada media ini menyebutkan, puluhan warga memanfaatkan layanan medis gratis yang diberikan tim kesehatan TNI.
Keluhan yang meliputi demam, batuk, pilek, dan gatal-gatal akibat hujan deras dan suhu dingin yang melanda wilayah Boven Digoel beberapa pekan terakhir, langsung ditangani oleh tim kesehatan.
Tim kesehatan TNI bekerja profesional, melakukan pemeriksaan, memberikan obat sesuai keluhan, serta memberikan edukasi singkat mengenai pentingnya menjaga kebersihan dan kesehatan tubuh.

Suasana pelayanan berlangsung hangat, penuh keakraban antara personel TNI dan warga Kehadiran tim TNI mendapat apresiasi warga.
“Kami senang TNI hadir membantu kami. Sekarang bisa berobat tanpa harus pergi jauh ke kota,” ujar salah satu warga Korowai Batu.
Melalui kegiatan ini, TNI tidak hanya menjaga keamanan, tetapi juga memastikan masyarakat di wilayah perbatasan mendapatkan akses pelayanan kesehatan.
Kegiatan ini juga menunjukkan komitmen kuat dalam mendukung kesejahteraan dan stabilitas masyarakat.
“Ini bukti nyata kepedulian TNI terhadap masyarakat di wilayah penugasan. Selain menjaga keamanan, TNI juga hadir membantu kebutuhan sehari-hari warga,” ujar salah seorang anggota Satgas. (Redaksi)









