ADVERTISEMENT
Sabtu, September 26, 2026
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
ADVERTISEMENT
Home Hukrim Info Terkini

Pelaku Pembunuhan yang Tewaskan Rehan di Kota Makassar Ditangkap di Timika

“Awalnya dikira korban mengalami kecelakaan. Namun setelah dilakukan pengecekan lebih lanjut, ditemukan adanya luka tusukan di bagian ketiak”.

6 Februari 2026
0
Pelaku Pembunuhan yang Tewaskan Rehan di Kota Makassar Ditangkap di Timika

Kombes Pol Arya Perdana, Kapolrestabes Makassar bersama jajarannya dalam konferensi pers di Aula Mapolrestabes Makassar, Kamis 5 Februari 2026 (foto redaksi koranpapua.id)

Bagikan ke FacebookBagikan ke XBagikan ke WhatsApp

TIMIKA, Koranpapua.id- Sepandai-pandai tupai melompat, sekali kelak akan jatuh juga. Pribahasa ini seperti cocok untuk KA, pelaku pembunuhan yang menewaskan korban Rehan di kota Makassar, Sulawesi Selatan.

Setelah sempat membunuh Rehan pada September 2025 di Jalan Angkasa, Kecamatan Panakukang, pelaku memutuskan melarikan diri dari kejaran polisi.

ADVERTISEMENT

Ia nekat menyebarang lautan dan akhirnya memilih Timika, Ibukota Kabupaten Mimika, Papua Tengah sebagai tempat yang nyaman untuk bersembunyi.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Selama enam bulan pelaku beraktivitas seperti layaknya orang tidak berdosa di Timika. Ia tidak menyadari bahwa semua jejak pelarian terus terpantau polisi.

Baca Juga

Dinkes Mimika Tanamkan Kebiasaan Hidup Sehat dan Cegah Anemia di SMPN 6 Timika

Kepala SMPN 6 Timika Minta Siswa Biasakan Hidup Sehat, Dimulai dari Diri Sendiri

Setelah memastikan semua laporan lapangan dinyatakan valit, Tim Resmob dari Polrestabes Makassar diterbangkan ke sasaran dan berhasil menangkap pelaku di Timika tanpa perlawanan, Rabu 4 Februari 2026.

Pelaku kemudian langsung diterbangkan kembali ke Makassar untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Seperti diketahui, korban Rehan (22) saat itu ditemukan warga dengan kondisi bersimbah darah dan awalnya disebut sebagai korban kecelakaan.

Namun setelah polisi melakukan penyelidikan mendalam, terungkap jika Rehan merupakan korban pembunuhan.

Dari penyelidikan itulah terungkap jika pelakunya berjumlah tiga orang, dua pelaku lain terlebih dahulu sudah ditangkap.

Sementara satu lainnya melarikan diri dan kini ikut ditangkap setelah dilakukan pengejaran selama lima bulan.

“Dua pelaku sudah diamankan, sementara satu pelaku berinisial KA sempat melarikan diri dan berhasil ditangkap di Timika,” ujar Kombes Pol Arya Perdana, Kapolrestabes Makassar dalam konferensi pers di Aula Mapolrestabes Makassar, Kamis 5 Februari 2026.

Ia menjelaskan, kronologi kasus ini bermula saat seorang ibu hendak pulang ke rumah bertemu anaknya, namun ternyata anaknya ditemukan sudah bersimbah darah.

Orang sekitar awalnya mengira korban kecelakaan. Namun setelah dilakukan pemeriksaan ternyata pada tubuh korban, tepatnya di bagian ketiaknya terdapat luka tusukan.

“Awalnya dikira korban mengalami kecelakaan. Namun setelah dilakukan pengecekan lebih lanjut, ditemukan adanya luka tusukan di bagian ketiak,” jelasnya.

Dari situlah polisi segera membawa korban ke rumah sakit untuk dilakukan visum. Dari hasil pemeriksaan medis, diketahui bahwa korban meninggal dunia akibat penganiayaan.

Selanjutnya, Tim Resmob Polsek Panakkukang melakukan penyelidikan dan pengejaran terhadap para pelaku.

Meski sempat melarikan diri, pelaku terakhir akhirnya berhasil ditangkap.

“Kemarin tim Resmob melakukan pengejaran hingga ke Timika. Setelah diamankan, selanjutnya pelaku diserahkan untuk proses hukum,” kata Arya.

Dalam kasus ini polisi turut mengamankan barang bukti berupa, satu buah batu beton seukuran dua kepal tangan dewasa, satu buah ketapel besi di lilit benang warna biru.

Termasuk satu buah anak panah busur rakitan terlilit tali rapiah warna hijau, satu lembar switer warna hitam, satu  lembar celana panjang warna hitam dan satu buah pisau yang memiliki sarung yang terlilit selotip hitam.

Karena kejadian berlangsung 2025 atau sebelum KUHP dan KUHAP baru berlaku, maka pelaku dijerat Pasal 458 dan 262 Ayat 1 KUHPidana dengan ancaman 14 tahun penjara. (Redaksi)

Cek juga berita-berita Koranpapua.id di Google News

Baca Artikel Lainnya

Dinkes Mimika Tanamkan Kebiasaan Hidup Sehat dan Cegah Anemia di SMPN 6 Timika

Dinkes Mimika Tanamkan Kebiasaan Hidup Sehat dan Cegah Anemia di SMPN 6 Timika

26 September 2026
Dinkes Mimika Dorong PHBS dan Aksi Bergizi Jadi Kebiasaan di Sekolah

Dinkes Mimika Dorong PHBS dan Aksi Bergizi Jadi Kebiasaan di Sekolah

25 September 2026
Kepala SMPN 6 Timika Minta Siswa Biasakan Hidup Sehat, Dimulai dari Diri Sendiri

Kepala SMPN 6 Timika Minta Siswa Biasakan Hidup Sehat, Dimulai dari Diri Sendiri

25 September 2026
Dinkes Mimika Ajak Siswa SMPN 6 Timika Biasakan Hidup Bersih dan Sehat

Dinkes Mimika Ajak Siswa SMPN 6 Timika Biasakan Hidup Bersih dan Sehat

25 September 2026
Kontak Senjata di Intan Jaya, Koops TNI Habema Laporkan Empat Anggota OPM Tewas

Kontak Senjata di Intan Jaya, Koops TNI Habema Laporkan Empat Anggota OPM Tewas

25 September 2026

Aksi Kamisan Jember ke-50 Serukan Penyelesaian Pelanggaran HAM Hingga Keadilan Agraria

25 September 2026

POPULER

  • Tragedi Jila: Siswi Diduga Tewas Kelaparan, 7 Anak Masih Disandera, Tokoh Amungme Desak TNI Tarik Pos Baru

    Tragedi Jila: Siswi Diduga Tewas Kelaparan, 7 Anak Masih Disandera, Tokoh Amungme Desak TNI Tarik Pos Baru

    580 shares
    Bagikan 232 Tweet 145
  • TPNPB Klaim Enam Anggotanya Terluka dalam Serangan Udara di Nduga

    550 shares
    Bagikan 220 Tweet 138
  • Polisi Tangkap Tersangka Penembakan Konsultan BPKAD di Yahukimo

    530 shares
    Bagikan 212 Tweet 133
  • Sekolah Mengajarkan Ilmu, Rumah Membentuk Jiwa Anak

    530 shares
    Bagikan 212 Tweet 133
  • Pelaku Utama Pembunuhan di Jalan Kelimutu Timika Ditangkap, Polisi Ungkap Motif Dendam

    525 shares
    Bagikan 210 Tweet 131
  • Puskesmas Mapurujaya Dapat Dukungan PMT Rp200 Juta dari Distrik Mimika Timur

    522 shares
    Bagikan 209 Tweet 131
  • 213 Liter Sopi Ditemukan dari Barang Bawaan Penumpang KM Leuser, Pemiliknya Misterius

    521 shares
    Bagikan 208 Tweet 130
Next Post
Hanya Tunjukan Kartu Keluarga, OAP di Papua Tengah Dapatkan Pelayanan Kesehatan Gratis

Hanya Tunjukan Kartu Keluarga, OAP di Papua Tengah Dapatkan Pelayanan Kesehatan Gratis

Ngaku Istri Pejabat Papua Tengah, Wanita Ini Labrak Oknum ASN Berpakaian Dinas

Ngaku Istri Pejabat Papua Tengah, Wanita Ini Labrak Oknum ASN Berpakaian Dinas

Hasil Olah TKP Kebakaran Hebat di Tolikara: Hanguskan 179 Bangunan, Kerugian Capai Puluhan Miliar

Hasil Olah TKP Kebakaran Hebat di Tolikara: Hanguskan 179 Bangunan, Kerugian Capai Puluhan Miliar

Koran Papua

© 2024 Koranpapua.id

Menu

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto

© 2024 Koranpapua.id