SORONG, Koranpapua.id- Pemanfaatan dana Otonomi Khusus (Otsus) diupayakan semaksimal mungkin dapat bermanfaat untuk menjawab kebutuhan Orang Asli Papua (OAP).
Seperti yang dilakukan oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Barat Daya (PBD) dalam menjawab kebutuhan anak-anak Papua di tiga lembaga Sekolah Luar Biasa (SLB) yang ada di wilayah itu.
Pemprov PBD mengalokasikan anggaran untuk pengadaan sarana transportasi berupa empat unit minibus, yang pembeliannya menggunakan dana Otsus.
Kendaraan itu selanjutnya diserahkan kepada SLB yang ada di kota Sorong dan Kabupaten Raja Ampat.
Penyerahan empat unit minibus tersebut dilakukan langsung oleh Gubernur Papua Barat Daya, Elisa Kambu didampingi Sekretaris Daerah (Sekda) Papua Barat Daya, Yakob Kareth dan sejumlah Organisasi Pimpinan Daerah (OPD), Jumat 9 Januari 2025.
“Kami memberikan minibus ini karena SLB sangat membutuhkan kendaraan untuk mengantar dan menjemput siswanya,” kata Elisa kepada awak media.
Kendaraan minibus tersebut juga dapat digunakan untuk berbagai kegiatan ekstra kurikuler di luar sekolah, sehingga lebih memudahkan sekolah dan siswa.
Ia berharap, bantuan minibus itu dapat membantu sekolah dan siswa dalam proses belajar dan mengajar berjalan secara lancar.
Angger Sukma, Kepala SLB Kota Sorong menyampaikan terima kasih kepada Pemprov Papua Barat Daya yang telah memberikan bantuan minibus kepada SLB Kota Sorong.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada Pemprov Papua Barat Daya. Kami bersyukur dengan minibus ini nantinya digunakan untuk antar jemput siswa ataupun kegiatan belajar di luar sekolah,” ungkapnya.
Disampaikan, khusus untuk SLB Kota Sorong mempunyai 182 siswa yang terdiri dari 101 siswa tingkat SD, 47 siswa tingkat SMP dan 34 siswa tingkat SMA.
Para siswa tersebut memiliki berkebutuhan khusus seperti gangguan penglihatan, gangguan pendengaran, hambatan berpikir, hambatan fisik, autis dan hiperaktif. (Redaksi)










