YAPEN, Koranpapua.id- Upaya pencarian 17 korban terbaliknya speedboat di perairan Tanjung Andei, Distrik Raimbawi, Kabupaten Kepulauan Yapen, Papua, masih terus berlanjut.
Pada pencarian hari keempat, Minggu 28 Desember 2025, Tim SAR gabungan diperkuat oleh bantuan TNI AU dengan mengerahkan helikopter Super Puma dan KRI Panah-626 milik Guskamla Koarmada III Biak.
Operasi SAR dimulai sejak pukul 06.00 WIT melalui udara dan penyisiran di sepanjang rute yang dilalui oleh speedboat.
Untuk pencarian melalui udara menggunakan Helikopter NAS-332 Super Puma yang melakukan penyisiran udara pada ketinggian 1.000 kaki dengan cakupan area mencapai 160 nautical mile.
Sementara tim yang melakukan pencarian melalui laut fokus untuk melakukan penyisiran di sepanjang rute yang dilalui oleh speedboat.
Bahkan pencarian diperluas ke arah utara dari pelabuhan dawai menuju titik ditemukannya korban keempat pada Sabtu 27 Desember 2025.
Kepala SAR Biak, Kundori mengatakan, bantuan helikopter dan kapal SAR pada operasi pencarian hari keempat bertujuan untuk memperluas jangkauan penyisiran di zona laut dalam.
“Pencarian dilakukan melalui udara dan laut. Kita upayakan semaksimal mungkin untuk menemukan para korban,” ujar
Seperti diketahui, speedboat yang mengangkut 21 penumpang bertolak dari Kota Serui menuju Kampung Waindu pada Rabu sore sekitar pukul 16.30 WIT.
Namun dalam perjalanan, speedboat diterjang angin kencang dan gelombang tinggi hingga akhirnya terbalik dan tenggelam di perairan Waindu.
Dari insiden itu, tiga korban berhasil ditemukan selamat, sementara 18 orang lainnya dinyatakan hilang dan masih dalam pencarian.
Dari pencarian yang dilakukan, Tim SAR gabungan berhasil menemukan satu korban pada Sabtu 27 Desember 2025. (Redaksi)










