TIMIKA, Koranpapua.id- Pemerintah Pusat (Pempus) melalui Kementerian Kesehatan berkomitmen untuk mempercepat pembangunan fasilitas kesehatan (Faskes) di seluruh Provinsi Papua.
Langkah ini bertujuan untuk memastikan akses layanan kesehatan yang merata dan berkualitas bagi masyarakat di wilayah timur Indonesia.
Pembangunan fasilitas kesehatan secara merata di sembilan kabupaten/kota di Papua, juga bertujuan dapat menciptakan Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul.
Kabar baik itu disampaikan Mathius Fakhiri, Gubernur Papua di Jayapura, Minggu 16 November 2025.
Komitmen Pempus kata Mathius merupakan respon terhadap usulannya yang mendesak percepatan pengembangan infrastruktur kesehatan.
Dikatakan, peningkatan fasilitas ini krusial untuk menciptakan SDM yang sehat dan berkualitas di sembilan wilayah provinsi tersebut, dan sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo.
Fokus utama adalah penambahan dan peningkatan fasilitas medis, termasuk rumah sakit dan laboratorium.
Hal ini diharapkan dapat mengatasi ketertinggalan pembangunan di beberapa proyek vital.
Gubernur Mathius sebelumnya telah bertemu dengan Menteri Kesehatan di Jakarta, Jumat 14 November 2025, untuk menyampaikan urgensi pembangunan fasilitas kesehatan.
Dalam pertemuan tersebut, Mathius secara khusus menyoroti beberapa proyek yang sedang berjalan dan perlu mendapatkan dukungan pusat agar dapat segera rampung.
Salah satu proyek yang dibahas adalah pembangunan rumah sakit di Kabupaten Keerom dengan anggaran lebih dari Rp122 miliar.
Proyek ini dilaporkan telah mencapai progres 50 persen, menunjukkan kemajuan yang signifikan. Namun, masih diperlukan dorongan lebih lanjut untuk penyelesaiannya.
Selain itu, pengembangan laboratorium kesehatan masyarakat di Kabupaten Keerom dan Jayapura juga menjadi perhatian.
Kedua fasilitas ini masing-masing dianggarkan Rp15 miliar, namun progresnya masih tertahan di 25 persen dan 10 persen. Kondisi ini memerlukan perhatian serius dari pemerintah pusat.
Gubernur Fakhiri juga meminta dukungan Kementerian Kesehatan untuk memulai beberapa proyek besar lainnya di Papua.
Salah satunya adalah pembangunan Rumah Sakit Rodofabo di Kabupaten Waropen, yang membutuhkan pendanaan hingga Rp200 miliar.
Proyek ambisius lainnya adalah pengembangan rumah sakit di Kabupaten Mamberamo Raya dengan anggaran mencapai Rp300 miliar.
Selain itu, pembangunan ruang biosafety level 2 khusus untuk Laboratorium Kesehatan Papua juga menjadi prioritas.
Gubernur juga mengusulkan pengadaan alat dan peralatan esensial untuk RSUD Jayapura, RSUD Abepura, dan Rumah Sakit Jiwa Abepura, termasuk dalam daftar penerima bantuan ini.
Usulan lain yang disampaikan adalah peningkatan status RSUD Abepura menjadi rumah sakit rujukan.
Peningkatan ini mencakup layanan kesehatan ibu dan anak, serta penanganan infeksi paru. Langkah ini akan memperkuat jaringan rujukan kesehatan di Papua dan sekitarnya. (Redaksi)










