TIMIKA, Koranpapua.id- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mimika, Papua Tengah, terus berkomitmen menurunkan angka stunting di daerah ini.
Salah satu upaya yang dilakukan adalah bekerja sama dengan Wahana Visi Indonesia (WVI) melalui workshop bersama pemerintah distrik, yang digelar di salah satu hotel di Timika, Selasa 9 September 2025.
Frans Kambu, Plt. Asisten II Setda Mimika, menegaskan bahwa stunting masih menjadi tantangan besar di Indonesia, termasuk Mimika.
“Pencegahan dan penurunan stunting tidak bisa dilakukan sendiri, melainkan membutuhkan kerja sama lintas sektor, baik pemerintah, swasta, lembaga masyarakat, hingga mitra pembangunan seperti WVI,” katanya saat membuka kegiatan tersebut.
Ia menambahkan, dengan jumlah 133 kampung di Mimika, upaya penurunan stunting harus dilakukan hingga tingkat kampung dan kelurahan.
Oleh karena itu, kolaborasi dan sinergi program menjadi kunci keberhasilan.
Menurutnya, strategi nasional percepatan pencegahan dan penurunan stunting mengamanatkan enam pilar utama, di antaranya peningkatan gizi, pola hidup sehat, serta intervensi terpadu lintas sektor.
“Keterpaduan antara program dan intervensi sangat penting. Tanpa itu, mustahil target penurunan stunting bisa tercapai,” tegasnya.
Pemkab Mimika, lanjutnya, menempatkan penanganan stunting sebagai salah satu prioritas pembangunan, sejalan dengan visi misi daerah untuk membangun dari kampung hingga kota.
Karena itu kata Frans, kehadiran WVI melalui program kemitraan Pasti Papua juga dinilai memperkuat langkah Pemkab dalam percepatan penanganan stunting.
“Pemerintah pusat, daerah, kampung, maupun lembaga nonpemerintah harus terus bergandeng tangan,” pungkasnya.
“Di Mimika kami berkomitmen penuh untuk menurunkan angka stunting demi terciptanya generasi yang sehat dan berkualitas,” tandasnya. (*)
Penulis: Hayun Nuhuyanan
Editor: Marthen LL Moru










