TIMIKA, Koranpapua.id– Gangguan internet yang terjadi di Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah berdampak terhadap pendapatan pelaku usaha.
Sejumlah pelaku usaha di Timika mengaku merugi akibat gangguan internet yang sudah terjadi selama satu pekan lebih.
Untuk diketahui gangguan jaringan internet 4G Telkomsel di Kabupaten Timika terjadi akibat kerusakan kabel Sistem Komunikasi Kabel Laut-Sulawesi Maluku Papua Cable System (SKKL-SMPCS) di ruas Sorong-Merauke, Sabtu 16 Agustus 2025.
Dampak kerusakan kabel bawah laut dan jaringan internet yang terjadi baru-baru ini telah menyebabkan lumpuhnya sejumlah usaha berbasis online di Kota Timika.
Salah satu pengendara ojek online, Marthinus Sugi menyampaikan akibat gangguan internet, aktivitas layanan ojek online lumpuh total.
Dampaknya, pendapatan ekonominya nihil alias tidak ada sama sekali.
“Pendapatan kami anjlok karena jaringan internet mati. Sampai hari ini kita tidak ada pemasukan,” kata Marthinus kepada koranpapua.id, Senin 25 Agustus 2025.
Marthinus mengatakan akibat gangguan internet di Timika, dirinya terpaksa beralih pekerjaan sementara waktu dengan bekerja di sebagai pembantu tukang bangunan.
“Kalau ojek, saya bisa dapat Rp100.000 sampai Rp200.000, biasanya juga ada bonus dari aplikasi. Tapi kalau jaringan mati begini, kami tidak ada pendapatan,” keluhnya.
Sulastri yang berprofesi sebagai penjual makanan siap saji secara daring, juga mengaku rugi akibat gangguan internet ini.
“Selama jaringan internet mati, saya rasa rugi karena selama ini saya ada jualan makanan secara online melalui Facebook,” ujar Sulastri.
“Saya jual makanan katering. Matinya jaringan internet ini menghambat pekerjaan saya,” kata dia.
Sulastri mengaku penghasilannya dari menjual makanan siap saji secara daring rata-rata di atas Rp3 juta tiap bulan.
Tapi pendapatannya turun saat terjadi gangguan jaringan internet. Akibatnya, dirinya terpaksa menjual dagangannya dengan bertatap muka bersama para pelanggan.
“Kalau jaringan mati begini, penghasilan menurun, kadang Rp500.000, kadang Rp600.000. Karena jaringan mati, saya jual secara offline,” tuturnya.
Hal serupa dikeluhkan warga lainnya, ibu rumah tangga yang mengisi waktu luangnya sebagai pembuat konten.
Dia mengaku rugi karena tidak dapat memperoleh penghasilan dari konten yang biasa dibagikan di media sosial.
“Saya konten kreator, sehari-hari sering membagikan video, vlog atau siaran langsung di Facebook,” kata Martina.
“Saat jaringan mati begini, kita tidak bisa apa-apa. Lumayan pendapatannya, ada sedikit pemasukan. Saat jaringan internet mati begini, tentu macet.”
Perbaikan Gangguan Internet Ditargetkan Rampung September
PT Telkom Indonesia menegaskan komitmennya untuk mempercepat pemulihan Sistem Komunikasi Kabel Laut (SKKL) Sulawesi–Maluku–Papua Cable System (SMPCS) ruas Sorong–Merauke yang mengalami double shunt fault di dua titik.
Perusahaan komunikasi milik negara itu menargetkan penyelesaian tahap awal perbaikan selambat-lambatnya pada minggu pertama September 2025.
Kemudian, perusahaan akan melakukan tahap perbaikan permanen (permanent recovery) untuk memastikan kualitas layanan yang lebih optimal.
“Saat ini kapal perbaikan khusus telah berada di perairan Wakatobi dan dalam pelayaran menuju ke lokasi titik gangguan,” ujar SVP Group Sustainability and Corporate Communication Telkom, Ahmad Reza, dalam keterangan tertulisnya.
“Kami terus memantau progress perbaikan dan memastikan seluruh langkah percepatan dilakukan dengan maksimal,” tambahnya. (*)
Penulis: Hayun Nuhuyanan
Editor: Marthen LL Moru