ADVERTISEMENT
Jumat, Juni 19, 2026
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
ADVERTISEMENT
Home Headline

Soal Lahan Konservasi Raja Ampat, Akun TikTok @tanpadusta Tebar Fitnah Eks Menteri LHK Siti Nurbaya

“Tidak pernah sekalipun aji mumpung untuk menguntungkan anak dan keluarganya apalagi sampai memberikan karpet merah. Jejak rekamnya selama memimpin 10 tahun on the track”.

13 Juni 2025
0
Soal Lahan Konservasi Raja Ampat, Akun TikTok @tanpadusta Tebar Fitnah Eks Menteri LHK Siti Nurbaya

Heru Purwoko Kordinator Kemah Indonesia (foto: ist/koranpapua.id)

Bagikan ke FacebookBagikan ke XBagikan ke WhatsApp

TIMIKA, Koranpapua.id– Beredar narasi negatif dari akun media sosial TikTok @tanpadusta0 berupa konten yang berjudul “Keluarga Perusak Raja Ampat” yang berisikan narasi bagian 1 “Manuver Ibu Menteri”, bagian 2 “Manuver Lihai Andes” dan bagian 3 “Sisi Gelap si Kancil”.

Dimana, pada bagian 1, memuat tuduhan kepada mantan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Siti Nurbaya yang disebut mengakali penempatan lahan konservasi Raja Ampat pada tahun 2017.

ADVERTISEMENT

Pengamanan langsung yang dilakukan mantan Menteri LHK, Siti Nurbaya dinilai memungkinkan Pemerintah, mengeluarkan izin tambang tanpa melanggar hukum meskipun berada di Kawasan Konservasi.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Hal ini, kata akun TikTok @tanpadusta0, dilakukan mantan Menteri Siti Nurbaya untuk memberikan “karpet merah” kepada anaknya, Ananda Tohpati.

Baca Juga

230 Pengungsi di Tanah Merah Kembali ke Kampung Manggelum, Didampingi Satgas Pasgat Pamtas RI‑PNG

Kasus Dugaan Korupsi Beras Rp8,9 Miliar, Kejati Papua Tahan Empat Tersangka

Dibagian 2 konten tersebut memuat narasi Ananda Tohpati anak mantan Menteri LHK, Siti Nurbaya, Ananda disebut, bertanggung jawab atas pengamanan dan pengawasan operasi dari 5 perusahaan yang beroperasi di Raja Ampat.

Sebagai imbalan dan pengawasan, akun TikTok @tanpadusta menyebut, Ananda Tohpati alias Andes berhasil mengumpulkan donasi sebesar Rp55 miliar perbulan dari setiap perusahaan atau Rp275 miliar perbulan atau Rp3,3 triliun pertahun.

Kemudian, uang itu disalurkan kesejumlah jaringan politiknya. Salah satunya ke Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). Dengan donasi itu, Andes diklaim berhasil mendapatkan dukungan penuh untuk menjadi Anggota DPR-RI 2024.

Terakhir, bagian ke-3 yang memuat tudingan bahwa Andes Kancil memiliki kehidupan mewah dan liar serta melakukan berbagai penyimpangan dikehidupan pribadinya.

Menanggapi hal tersebut, Heru Purwoko selaku Kordinator Kemah Indonesia mengatakan, narasi yang beredar hanyalah berisi fitnah untuk menyerang dan menyudutkan mantan Menteri LHK, Siti Nurbaya, Ananda Tohpati dan Ormas Islam terbesar Indonesia yakni, PBNU.

“Itu jelas fitnah. Sebab, semua informasi yang ditebar lewat akun TikTok @tanpadusta0 tersebut, sama sekali tidak ada yang benar alias hoaks dan fitnah yang luar biasa,” tegas Heru dalam keterangan tertulisnya yang diterima redaksi koranpapua.id, Jumat 13 Juni 2025.

Dikatakan Heru, pemilik akun TikTok @tanpadusta0 sedang mencari sensasi murahan yang dengan sengaja membuat kegaduhan biar keadaan semakin panas dengan memanfaatkan isue negative terkait penambangan di Raja Ampat Papua.

“Selama 10 tahun menduduki jabatan Menteri LHK, Siti Nurbaya di era Presiden Jokowi, Siti Nurbaya dikenal bersih dan lurus,” jelasnya.

“Tidak pernah sekalipun aji mumpung untuk menguntungkan anak dan keluarganya apalagi sampai memberikan karpet merah. Jejak rekamnya selama memimpin 10 tahun on the track,” sambung Heru.

Ananda Tohpati, lanjut Heru, bisa terpilih sebagai Anggota DPR RI di Pemilu 2024, karena kerja keras panjang dan perjuangannya yang tidak patah semangat.

“Sebelumnyakan Ananda Tohpati pernah ikut kontelasi Pemilu 2019 namun belum berhasil, tapi tidak membuat dirinya mundur dan dijadikannya sebagai pembelajaran untuk bisa meraih kursi DPR RI di Pemilu 2024 melalui Partai Nasdem,” tuturnya.

Heru menambahkan, terkait adanya tudingan pemberian suap sudah dibantah langsung Pengurus PBNU bahwa menurut Bendahara Umum PBNU, Gus Gudfan mengatakan, pihaknya tidak memiliki hubungan dengan sosok Ananda Tohpati yang menyalurkan dana ke PBNU.

“Kami bisa buktikan dengan data kalau kami sama sekali tak pernah menerima aliran dana dari tambang manapun,” ulasnya menegaskan.

Sementara, Gus Fahrur yang masuk dalam jajaran Komisaris di PT Gag Nikel turut membantah keras tuduhan berupa narasi negative yang disebar di media social melalui akun TikTok @tanpadusta0, tersebut. (Redaksi)

Cek juga berita-berita Koranpapua.id di Google News

Baca Artikel Lainnya

230 Pengungsi di Tanah Merah Kembali ke Kampung Manggelum, Didampingi Satgas Pasgat Pamtas RI‑PNG

230 Pengungsi di Tanah Merah Kembali ke Kampung Manggelum, Didampingi Satgas Pasgat Pamtas RI‑PNG

19 Juni 2026
Kasus Dugaan Korupsi Beras Rp8,9 Miliar, Kejati Papua Tahan Empat Tersangka

Kasus Dugaan Korupsi Beras Rp8,9 Miliar, Kejati Papua Tahan Empat Tersangka

19 Juni 2026
12 Hari Berjuang, Remaja Putri Akhirnya Meninggal Usai Diduga Dibakar Ibu Kandung

12 Hari Berjuang, Remaja Putri Akhirnya Meninggal Usai Diduga Dibakar Ibu Kandung

19 Juni 2026
Kemenkeu Tetapkan Dana Desa 2025 untuk Papua Tengah, Puncak Jaya Terbesar Rp275.517.473.000

Pengelolaan Dana Kampung di Mimika Harus Merujuk UU Nomor 6 Tahun 2014, Jangan Ada Lagi Temuan Inspektorat

19 Juni 2026
230 Atlet Perwakilan Enam Kabupaten Berlaga di Kejurda Atletik Gubernur Papua Cup 2026

230 Atlet Perwakilan Enam Kabupaten Berlaga di Kejurda Atletik Gubernur Papua Cup 2026

19 Juni 2026
Terlanjur Gelontorkan Rp5,5 T, Program Pertanian di Wilayah Papua Dilanjutkan

Terlanjur Gelontorkan Rp5,5 T, Program Pertanian di Wilayah Papua Dilanjutkan

19 Juni 2026

POPULER

  • Langkah Tegas Polda Papua Tengah, Pecat Empat Anggota Polisi Terlibat Peristiwa Dogiyai Berdarah

    Langkah Tegas Polda Papua Tengah, Pecat Empat Anggota Polisi Terlibat Peristiwa Dogiyai Berdarah

    589 shares
    Bagikan 236 Tweet 147
  • Komandan Operasi KKB Kodap XVI Yahukimo Dilaporkan Tewas Ditembak Aparat

    563 shares
    Bagikan 225 Tweet 141
  • Beasiswa YPMAK Antarkan Fitalia Tumuka Raih Gelar Sarjana Hukum dan Kejar Mimpi Global

    545 shares
    Bagikan 218 Tweet 136
  • Ananias Faot: Kadistrik Berwenang Awasi Dana Kampung, Jangan Habis untuk Bayar Utang

    544 shares
    Bagikan 218 Tweet 136
  • Terima Audiensi KSBSI, Irma Suryani Ingatkan PT SWPI Jangan Abaikan Pesangon 700 Pekerja

    561 shares
    Bagikan 224 Tweet 140
  • Kasus Dugaan Korupsi Beras Rp8,9 Miliar, Kejati Papua Tahan Empat Tersangka

    521 shares
    Bagikan 208 Tweet 130
  • PUPR Mimika Targetkan Lima Proyek Strategis Daerah Mulai Kontrak Awal Agustus, Berikut Daftarnya

    521 shares
    Bagikan 208 Tweet 130
Next Post
Kejati Papua Tetapkan Tersangka Baru Dugaan Korupsi Venue Aerosport Mimika, Total Lima Orang Ditahan

Kejati Papua Tetapkan Tersangka Baru Dugaan Korupsi Venue Aerosport Mimika, Total Lima Orang Ditahan

Cipta Kamtibmas Jelang Hari Bhayangkara ke-79, TNI- Polri di Tolikara Rapat Gabungan

Cipta Kamtibmas Jelang Hari Bhayangkara ke-79, TNI- Polri di Tolikara Rapat Gabungan

Tidak Boleh Ada Pemalakan di Jalan Trans Nabire- Paniai, Kapolda Papua Tengah: Tidak Semua Pelintas Miliki Uang

Tidak Boleh Ada Pemalakan di Jalan Trans Nabire- Paniai, Kapolda Papua Tengah: Tidak Semua Pelintas Miliki Uang

Koran Papua

© 2024 Koranpapua.id

Menu

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto

© 2024 Koranpapua.id