ADVERTISEMENT
Kamis, Oktober 8, 2026
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
ADVERTISEMENT
Home Agama

Panti Asuhan Santa Susana Timika Dihuni 145 Anak, Magdalena: Tidak Saja Menerima tetapi Juga Memberi

Sebanyak 16 anak TK, 105 orang SD, tiga anak SMP dan satu orang sudah duduk di bangku SMK. Sementara yang belum bersekolah ada 20 anak termasuk lima bayi.

10 Desember 2024
0
Panti Asuhan Santa Susana Timika Dihuni 145 Anak, Magdalena: Tidak Saja Menerima tetapi Juga Memberi

Magdalena Ela Nunang, pendiri Panti Asuhan Santa Susana menyampaikan sambutan pada perayaan syukuran tiga tahun LKSA Yayasan Peduli Kasih Mimika, Senin 9 Desember 2024. (foto:redaksi/koranpapua.id)

Bagikan ke FacebookBagikan ke XBagikan ke WhatsApp

TIMIKA, Koranpapua.id- Panti Asuhan Santa Susana Timika, Papua Tengah dibawah naungan Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) Yayasan Peduli Kasih Mimika, sejak 15 Oktober 2024 hingga saat ini dihuni 145 anak.

Anak-anak yang ditampung di panti itu terdiri dari 83 laki-laki dan 62 perempuan dari berbagai suku.

Diantaranya Suku Kamoro, Dani, Damal, Moni, Muyu, Biak, Jayapura, Timor, Ambon, Toraja, Menado, Kei Maluku dan Tanimbar.

Dari jumlah yang ada, anak dengan status yatim piatu 34 orang, 53 anak yatim, 35 anak piatu, 15 anak korban broken home dan enam anak titipan dengan alasan khusus akibat konflik keluarga.

Baca Juga

Rumah Sayur GPDP Jemaat Semua Umat Dorong Kemandirian Ekonomi di Mimika

GERMAS Mimika Tak Bisa Jalan Sendiri, Lintas Sektor Diminta Ambil Peran

Magdalena Ela Nunang, Pendiri Panti Asuhan Santa Susana dalam perayaan syukuran tiga tahun Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) Yayasan Peduli Kasih, Senin 9 Desember 2024 menjelaskan, saat ini ada 125 anak yang masuk usia sekolah.

Sebanyak 16 anak TK, 105 orang SD, tiga anak SMP dan satu orang sudah duduk di bangku SMK. Sementara yang belum bersekolah ada 20 anak termasuk lima bayi.

Untuk mendukung proses pembinaan anak-anak ini, Yayasan Peduli Kasih Mimika memiliki 27 aktivis pelaku kasih.

Sementara dalam menjalankan pekerjaan sosial kemanusiaan ini, yayasan selalu berpegang pada motto ‘berdoa, bersabar dan jangan kuatir, diutus bukan untuk sukses tetapi untuk setia menjadi pelayan kasih’.

Perempuan asal Lembata NTT menyampaikan, dalam usia tiga tahun keberdaan LKSA ini, bila diibaratkan dengan seorang anak maka belum bisa berlari kencang.

“Banyak keluarga yang datang untuk mengadopsi anak mereka, tetapi saya sendiri tidak mengijinkan. Disini ada Anjelo yang usianya juga sudah tiga tahun. Anjelo akan tinggal selamanya di panti ini,” ujarnya.

Selain Anjelo, ada juga seorang bayi yang sejak lahir sudah diurus dan dirawat di tempat ini, sehingga mereka berdua akan tetap tinggal dan tumbuh kembang di panti asuhan ini.

Ia menjelaskan dalam mengelola panti selain dibantu 27 pelaku kasih, juga ada empat guru yayasan, satu orang guru TK dan tiga orang mengajar SD.

Panti Asuhan ini dihitung berdasarkan tahun berdiri secara mandiri sudah berusia tujuh tahun dari tanggal 18 Februari 2018 lalu.

Hadirnya panti ini berawal dengan kehadiran seorang anak yang hampir dua tahun tanpa diketahui siapa orangtuanya.

Selain itu, ia mengungkapkan mulai 1 Januari 2025, pihak panti tidak lagi mengambil tenaga pendamping kemanusiaan dari luar, tetapi memanfaatkan tenaga pendamping dari Kementerian Sosial.

Sebagai pengasuh, Magdalena merasa bersyukur walaupun dalam keterbatasan masih ada orang tua yang datang mengantarkan anak-anaknya untuk diasuh di panti asuhan.

Magdalena yakin dan percaya meskipun berjalan dalam keterbatasan, tetapi Tuhan sangat luar biasa melalui tangan-tangan kasih untuk membantu.

Magdalena yang keseharian juga bekerja sebagai Menteri Hewan di Dinas Peternakan Mimika ini mengungkapkan, selama anak-anak hidup di panti tidak saja membuka telapak tangan untuk menerima.

Pihaknya juga membagi dengan para janda, duda maupun kepada orangtuanya dalam bentuk bingkisan kasih.

Kepada semua penghuni panti, Magdalena berpesan tetap menjaga sikap, tutur kata, kelakuan dan jaga hati, pikiran dengan tanpa saling menyakiti supaya berkat itu tetap ada.

“Kalau kita hidup penuh kebencian, amarah, saling baku pukul maka kasih akan menjauh,” pesannya.

Dengan banyaknya anak panti, Magdalena berusaha untuk membagi kasih sayang secara merata.

Meski demikian, sebaik apapun perhatian yang diberikan pengelola panti, jauh lebih baik kasih sayang dan perhatian dari orang tua kandung di rumah. (Redaksi)

Cek juga berita-berita Koranpapua.id di Google News

Baca Artikel Lainnya

Rumah Sayur GPDP Jemaat Semua Umat Dorong Kemandirian Ekonomi di Mimika

Rumah Sayur GPDP Jemaat Semua Umat Dorong Kemandirian Ekonomi di Mimika

7 Oktober 2026
Penerima Manfaat YPMAK Buka KSW Laundry Coin, Tawarkan Laundry Mandiri di Timika

Penerima Manfaat YPMAK Buka KSW Laundry Coin, Tawarkan Laundry Mandiri di Timika

7 Oktober 2026
GERMAS Mimika Tak Bisa Jalan Sendiri, Lintas Sektor Diminta Ambil Peran

GERMAS Mimika Tak Bisa Jalan Sendiri, Lintas Sektor Diminta Ambil Peran

7 Oktober 2026
GERMAS Mimika Butuh Kolaborasi Lintas Sektor, Pemkab Dorong Aksi Nyata

GERMAS Mimika Butuh Kolaborasi Lintas Sektor, Pemkab Dorong Aksi Nyata

7 Oktober 2026
200 Butir Amunisi Digagalkan di Perairan Jayapura, Polisi Telusuri Asalnya

200 Butir Amunisi Digagalkan di Perairan Jayapura, Polisi Telusuri Asalnya

7 Oktober 2026
Konflik Fanamo-Omawita, Guru dan Nakes Dievakuasi ke Timika

Konflik Fanamo-Omawita, Guru dan Nakes Dievakuasi ke Timika

7 Oktober 2026

POPULER

  • Anggota Satgas TNI Ditemukan Tewas di Kuala Kencana, Ada Luka Tembak di Dada

    Anggota Satgas TNI Ditemukan Tewas di Kuala Kencana, Ada Luka Tembak di Dada

    720 shares
    Bagikan 288 Tweet 180
  • Kasus Investasi Rp1,7 Miliar di Timika, Kuasa Hukum Desak Penyidik Segera Periksa Korban

    592 shares
    Bagikan 237 Tweet 148
  • Pemkab Mimika Tunjuk Pimpinan Sementara Dinkes dan BPBD

    573 shares
    Bagikan 229 Tweet 143
  • Jasad Pria Tanpa Identitas Ditemukan di Dalam Honda Brio di Kuala Kencana

    556 shares
    Bagikan 222 Tweet 139
  • Bantah Disebut Hoaks, Kepala BPBD Mimika Ungkap Fakta Air Hujan Berwarna Hitam

    551 shares
    Bagikan 220 Tweet 138
  • Massa KNPB Geruduk DPRK Mimika, Bawa Sejumlah Tuntutan

    584 shares
    Bagikan 234 Tweet 146
  • Pemkab Mimika Segera Isi Sejumlah Jabatan Kosong, SK Pejabat Diserahkan

    536 shares
    Bagikan 214 Tweet 134
Next Post
Jelang Nataru, Harga Bahan Pokok di Pasar Sentral Timika Terpantau Normal

Jelang Nataru, Harga Bahan Pokok di Pasar Sentral Timika Terpantau Normal

Kecelakaan Lalu Lintas di Bundaran Petrosea Timika, Perempuan 13 Tahun Meninggal di TKP

Kecelakaan Lalu Lintas di Bundaran Petrosea Timika, Perempuan 13 Tahun Meninggal di TKP

Tim Hukum MP3 Layangkan Gugatan ke MK dan Laporkan Penyelenggara ke DKPP RI

Tim Hukum MP3 Layangkan Gugatan ke MK dan Laporkan Penyelenggara ke DKPP RI

Koran Papua

© 2024 Koranpapua.id

Menu

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto

© 2024 Koranpapua.id