TIMIKA, Koranpapua.id – Pemerintah Distrik Mimika Baru menyiapkan gerakan Mimika Baru Bersih dan Tertata melalui rencana aksi selama tujuh hari. Program ini bertujuan membenahi lingkungan perkotaan menjelang Konferensi Kota Toleransi sekaligus membangun kebiasaan menjaga kebersihan.
Kepala Distrik Mimika Baru, Merlyn Temorubun, menginisiasi gerakan tersebut dengan mengajak perangkat daerah, kelurahan, kampung, pelaku usaha, dan masyarakat bekerja bersama. Pemerintah distrik menyusun pembagian tugas agar setiap unsur memiliki tanggung jawab yang jelas.
Berdasarkan materi publikasi Pemerintah Distrik Mimika Baru, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) bertugas mengangkut sampah masyarakat sesuai rute dan jadwal.
Sementara itu, pemerintah kelurahan dan kampung bertanggung jawab membersihkan lorong, memangkas rumput liar, serta memastikan saluran air tidak tersumbat.
Rencana Aksi Mimika Baru Bersih dan Tertata
Pemerintah distrik menyusun kegiatan secara bertahap, mulai dari pemetaan jalur utama hingga penyisiran akhir di wilayah sasaran.
Setelah pemetaan, kegiatan berlanjut dengan pembersihan jalan penghubung, penataan taman dan ruang terbuka hijau (RTH), serta perbaikan saluran air. Tim juga akan menangani titik genangan, membersihkan lorong dan jalan lingkungan, serta memeriksa fasilitas pendukung.
Pemerintah distrik turut meminta pihak ketiga atau kontraktor menyelesaikan pekerjaan sesuai kontrak, terutama yang berkaitan dengan penataan RTH dan kebersihan ruas jalan.
Untuk mendukung pelaksanaan, kelurahan dan kampung dapat memanfaatkan anggaran yang tersedia. Pengurus RT/RW bersama warga juga diharapkan menggerakkan kegiatan di lingkungan masing-masing dan membantu DLH mengantisipasi penumpukan sampah.
Warga dan Pelaku Usaha Ambil Peran
Melalui seruan publik, Pemerintah Distrik Mimika Baru mengajak warga memulai kegiatan dari lingkungan terdekat. Warga dapat membersihkan halaman rumah, lorong, dan saluran air serta membuang sampah pada tempatnya.
Pelaku usaha juga memiliki peran dengan menjaga kebersihan area depan tempat usaha masing-masing. Keterlibatan tersebut akan membantu penataan lingkungan menjangkau lebih banyak titik.
“Menjelang Konferensi Kota Toleransi, kami mengajak seluruh masyarakat, pelaku usaha, pemerintah, dan seluruh elemen kota untuk bergerak bersama mewujudkan Mimika Baru yang lebih bersih, rapi, hijau, dan nyaman,” demikian seruan dalam materi publikasi gerakan tersebut.
Dorong Kebiasaan Bersih Setelah Konferensi
Pemerintah distrik berharap aksi tujuh hari menjadi awal kebiasaan menjaga lingkungan secara berkelanjutan. Karena itu, keterlibatan warga perlu terus berjalan setelah rangkaian kegiatan selesai.
Gerakan ini menekankan pentingnya kepedulian dan kedisiplinan seluruh masyarakat dalam menjaga kebersihan. Kerja sama pemerintah, petugas kebersihan, pelaku usaha, dan warga menjadi bagian penting untuk mempertahankan lingkungan yang terawat.
Melalui gerakan Mimika Baru Bersih dan Tertata, pemerintah distrik berharap persiapan konferensi turut memperkuat gotong royong dan tanggung jawab bersama dalam merawat lingkungan.
Penulis: Ril Minggu







