TIMIKA, Koranpapua.id – Pemerintah Kampung Mawokauw Jaya, Distrik Wania, Kabupaten Mimika, masih membutuhkan dukungan pemerintah daerah untuk meningkatkan infrastruktur dasar, terutama pembangunan jalan lingkungan dan saluran drainase.
Kepala Kampung Mawokauw Jaya, Edyson Rafra, mengatakan pemerintah kampung telah menyelesaikan pembangunan drainase sepanjang 138 meter pada 2026. Namun, panjangnya kebutuhan infrastruktur belum sebanding dengan kemampuan anggaran Dana Desa.
Edyson menjelaskan, pembangunan drainase tersebut merupakan kelanjutan pekerjaan yang belum rampung pada 2025 karena pencairan anggaran pada akhir tahun tidak terealisasi.
“Pekerjaan drainase yang sebelumnya belum selesai akhirnya kami lanjutkan dan rampungkan pada tahun 2026 menggunakan Dana Desa,” ujarnya di Kantor Kantor Kampung Mawokauw Jaya, Sabtu 31 Oktober 2026.
Selain pembangunan infrastruktur, pemerintah kampung juga menjalankan sejumlah program prioritas, antara lain penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) kepada masyarakat dan penanganan stunting.
Meski demikian, kebutuhan pembangunan masih cukup besar. Warga membutuhkan tambahan saluran drainase untuk mengantisipasi genangan air serta peningkatan kualitas jalan lingkungan guna memperlancar akses transportasi.
Edyson mengatakan, keterbatasan Dana Desa mengharuskan pemerintah kampung menentukan prioritas pembangunan. Karena itu, dukungan pemerintah Kabupaten Mimika melalui program organisasi perangkat daerah (OPD) teknis sangat dibutuhkan.
Menurut dia, berbagai kebutuhan tersebut telah disampaikan melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang), baik di tingkat kampung maupun kabupaten.
“Kami berharap usulan yang sudah disampaikan melalui Musrenbang dapat dijawab oleh pemerintah daerah. Kampung tidak bisa bekerja sendiri karena kebutuhan masyarakat masih banyak, sementara kemampuan anggaran kami terbatas,” ujarnya.
Ia juga menyebutkan, pada 2026 terdapat pekerjaan jalan lingkungan yang direalisasikan melalui aspirasi pokok-pokok pikiran (pokir) DPRK Mimika.
Menurut Edyson, kolaborasi antara pemerintah kampung dan pemerintah daerah diperlukan agar pembangunan dapat menjawab kebutuhan masyarakat secara lebih merata.
Ia berharap visi dan misi Bupati dan Wakil Bupati Mimika untuk mempercepat pembangunan dari kampung dapat diwujudkan melalui program dan alokasi anggaran yang menyentuh langsung kebutuhan warga.
“Harapan kami, pembangunan jangan hanya terpusat di wilayah tertentu. Kampung juga membutuhkan perhatian, terutama infrastruktur dasar yang setiap hari digunakan masyarakat,” pungkasnya. (*)
Penulis: Ril Minggu
Editor: Marthen LL Moru









