TIMIKA, Koranpapua.id– Bupati Mimika Johannes Rettob menegaskan pembangunan daerah harus dirasakan seluruh masyarakat, termasuk mereka yang tinggal di kampung.
Pemerintah Kabupaten Mimika ingin memastikan akses pendidikan, kesehatan, listrik, air bersih, dan infrastruktur dasar tidak hanya tersedia di perkotaan.
Pesan itu disampaikan Johannes saat memimpin upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-30 Kabupaten Mimika di halaman Kantor Pusat Pemerintahan (Puspem) SP3, Senin 12 Oktober 2026.
Dalam amanatnya, Johannes mengatakan, usia 30 tahun menjadi momentum untuk melihat kembali capaian pembangunan sekaligus membenahi berbagai hal yang masih perlu ditingkatkan.
Menurut dia, kemajuan daerah tidak cukup diukur dari pembangunan fisik di pusat kota. Pemerintah juga harus memastikan masyarakat di kampung mendapatkan pelayanan dasar dan kesempatan yang sama untuk berkembang.
“Pembangunan tidak hanya terlihat dari kemajuan fisik di pusat kota, tetapi betul-betul harus dirasakan nyata oleh masyarakat dari kampung ke kampung,” kata Johannes.
Pesan tersebut sejalan dengan tema HUT ke-30 Mimika, yakni Mimika Rumah Kita, Bangkit dan Bergerak dari Kampung ke Kota Menuju Gerbang Emas.
Johannes mengatakan, tema itu mengajak seluruh masyarakat untuk bergerak bersama membangun Mimika tanpa membedakan suku, agama, ras, golongan, maupun latar belakang.
Ia menilai, keberagaman merupakan bagian dari kekuatan Mimika yang perlu dijaga melalui sikap saling menghormati, toleransi, dan gotong royong.
Selain pemerataan pembangunan, Johannes menyoroti pentingnya peningkatan kualitas pelayanan publik dan sumber daya manusia. Pemerintah daerah, kata dia, harus memastikan setiap program yang dijalankan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat.
Ia pun meminta seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) bekerja lebih disiplin, profesional, dan bertanggung jawab. “Jadikan pelayanan kepada masyarakat sebagai prioritas utama,” ujarnya.
Johannes mengakui, pemerataan pembangunan, peningkatan kualitas pelayanan publik, dan penguatan ekonomi masyarakat masih menjadi pekerjaan yang harus diselesaikan bersama.
Karena itu, ia mengajak dunia usaha, tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan generasi muda ikut mengambil bagian dalam pembangunan daerah.
Menurut Johannes, keberhasilan pembangunan Mimika tidak bisa hanya bergantung pada pemerintah. Kolaborasi seluruh elemen masyarakat diperlukan agar kemajuan daerah dapat dirasakan lebih luas.
Memasuki tiga dekade perjalanan Kabupaten Mimika, ia berharap semangat kebersamaan terus diperkuat untuk mewujudkan daerah yang maju, mandiri, dan sejahtera. (*)
Penulis: Hayun Nuhuyanan
Editor: Marthen LL Moru









