TIMIKA, Koranpapua.id – Ratusan pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) di Kabupaten Mimika mendapat ruang untuk memamerkan sekaligus memasarkan produk lokal dalam Festival dan Bazar UMKM 2026.
Kegiatan yang digelar Dinas Koperasi dan UMKM Mimika di Gedung Eme Neme Yauware, Selasa 6 Oktober 2026, menjadi bagian dari rangkaian HUT Kabupaten Mimika ke-30.
Beragam produk ditampilkan, mulai dari kuliner, makanan olahan, kerajinan, noken, produk kreatif hingga berbagai produk khas Papua.
Mewakili Bupati Mimika Johannes Rettob, Staf Ahli Bupati Bidang Kemasyarakatan dan SDM Fransiskus Bokeyau mengatakan UMKM memiliki posisi penting dalam membangun kemandirian ekonomi daerah.
“UMKM bukan sekadar kegiatan ekonomi masyarakat. UMKM adalah wajah kemandirian ekonomi daerah,” demikian sambutan Bupati yang dibacakan Fransiskus.
Menurutnya, festival tersebut harus menjadi momentum bagi pelaku usaha untuk memperluas pasar, membangun jaringan, meningkatkan omzet dan menciptakan peluang kemitraan.
Pelaku UMKM juga didorong tidak berhenti sebagai penjual, tetapi mampu menciptakan produk unggulan Mimika yang memiliki kualitas dan daya saing.
Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Mimika Samuel Yogi mengatakan sekitar 200 pelaku usaha ambil bagian dalam kegiatan yang berlangsung hingga 8 Oktober 2026 tersebut.
“Kita ingin UMKM Mimika bisa bersaing, bukan hanya di tingkat daerah dan provinsi, tetapi juga tingkat nasional bahkan internasional,” ujarnya.
Ia berharap festival tidak hanya menjadi kegiatan tahunan, tetapi menjadi bagian dari upaya berkelanjutan untuk memperkuat UMKM lokal.
Pemerintah juga mengajak masyarakat membeli produk lokal karena setiap transaksi ikut menggerakkan usaha keluarga, membuka lapangan kerja dan memperkuat perekonomian Mimika.
Festival tersebut diharapkan menjadi salah satu pintu bagi produk UMKM Mimika untuk semakin dikenal dan memiliki pasar yang lebih luas.
Penulis: Ril Minggu
Editor: Gregorio Crisantus Putra Djoudi Moru








