TIMIKA, Koranpapua.id – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Mimika menyiapkan Rp6 miliar untuk pembangunan fasilitas mandi, cuci, kakus (MCK) bagi Orang Asli Papua (OAP). Program MCK OAP Mimika tersebut menggunakan anggaran APBD Perubahan 2026 dengan konsep satu rumah satu MCK.
Kepala Dinas PUPR Mimika, Inosensius Yoga Pribadi, mengatakan program ini memprioritaskan keluarga OAP yang belum memiliki sanitasi layak. Sasaran utamanya ialah warga di wilayah pinggiran Kota Timika.
“Pembangunan MCK tahun ini diperuntukkan bagi warga OAP yang belum memiliki sanitasi layak. Konsepnya bukan lagi komunal, melainkan by name by address, satu rumah satu MCK,” kata Yoga kepada awak media, Senin (5/10/2026).
PUPR Utamakan Fasilitas di Rumah Penerima
Yoga menjelaskan, PUPR memilih pola tersebut setelah melakukan evaluasi bersama tim dari provinsi. Pendataan berdasarkan nama dan alamat akan menjadi dasar penentuan penerima bantuan.
Melalui pembangunan fasilitas di rumah penerima, setiap keluarga diharapkan dapat segera menggunakan MCK dan lebih mudah merawatnya.
Untuk tahun ini, PUPR memusatkan pembangunan di wilayah pinggiran kota. Program belum menjangkau wilayah pesisir karena waktu pelaksanaan pada tahun anggaran 2026 cukup terbatas.
Pembangunan MCK juga mendukung komitmen Pemerintah Kabupaten Mimika untuk menghentikan praktik buang air besar sembarangan pada 2027, sesuai pencanangan Bupati Mimika.
Jumlah Unit MCK Masih dalam Perhitungan
Untuk menentukan penerima bantuan, PUPR akan menghimpun data dari pemerintah distrik dan kampung. Selanjutnya, dinas tersebut akan mencocokkan data dengan Dinas Kesehatan melalui puskesmas dan petugas kesehatan lingkungan.
PUPR juga masih bekerja sama dengan konsultan perencana untuk menghitung jumlah unit MCK sesuai anggaran yang tersedia.
“Kami masih bekerja sama dengan konsultan perencana untuk menghitung jumlah unit yang akan dibangun. Data dari distrik dan Dinas Kesehatan akan kami sinkronkan agar tepat sasaran,” ujarnya.
Yoga berharap pembangunan MCK memperluas akses sanitasi layak bagi keluarga OAP. Ia juga berharap program ini membantu meningkatkan kesehatan warga dan kualitas lingkungan permukiman di Kabupaten Mimika. (*)
Penulis: Hayun Nuhuyanan
Editor: Marthen LL Moru









