TIMIKA, Koranpapua.id – Ketua Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) Kabupaten Mimika, Luky Mahakena, meminta masyarakat tidak mudah mempercayai dan menyebarkan informasi yang beredar di media sosial sebelum memastikan kebenarannya.
Menurut Luky, informasi yang tidak terverifikasi dapat menimbulkan salah persepsi hingga memicu keresahan di tengah masyarakat. Karena itu, kemampuan memilah dan memverifikasi informasi menjadi bagian penting dalam memperkuat kewaspadaan dini hingga tingkat distrik dan kampung.
Hal itu disampaikan Luky saat diwawancarai seusai pembukaan Bimbingan Teknis (Bimtek) Peningkatan Kapasitas SDM Anggota FKDM Tingkat Kabupaten Mimika dan Tingkat Distrik di salah satu Hotel di Timika, Kamis 1 Oktober 2026.
“Kita berharap melalui kegiatan ini teman-teman FKDM, baik di tingkat kabupaten maupun distrik, semakin memahami peran dan tugasnya, terutama bagaimana membangun komunikasi dan mengelola informasi untuk membantu tugas-tugas pemerintah,” ujarnya.
Luky mengapresiasi kehadiran perwakilan FKDM dari seluruh 18 distrik dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, keterlibatan seluruh distrik penting untuk membangun jaringan kewaspadaan dini yang mampu menghimpun informasi dari masyarakat.
Ia menjelaskan, FKDM merupakan mitra pemerintah dalam memberikan informasi awal mengenai berbagai perkembangan yang terjadi di masyarakat. Karena itu, informasi yang diperoleh perlu ditelaah dan diverifikasi sebelum disampaikan kepada pemerintah daerah.
Waspadai Informasi yang Belum Terverifikasi
Luky secara khusus menyoroti cepatnya penyebaran informasi melalui media sosial. Ia mengingatkan masyarakat maupun anggota FKDM agar tidak langsung mempercayai atau meneruskan informasi yang belum jelas sumber dan kebenarannya.
“Kalau ada informasi yang kita anggap hoaks, jangan langsung diteruskan. Kita harus menilai kembali dan memastikan informasi tersebut benar atau tidak. Informasi yang benar dan positif justru sangat membantu pemerintah dalam mengambil kebijakan,” tegasnya.
Menurutnya, informasi yang keliru dapat berdampak lebih luas ketika disebarkan tanpa melihat sumber maupun konteksnya. Karena itu, anggota FKDM di tingkat distrik hingga kampung perlu mampu membedakan informasi faktual, disinformasi, maupun informasi yang berpotensi memprovokasi masyarakat.
Media Diminta Perkuat Literasi Informasi
Luky juga mengajak insan pers dan pengelola media digital di Mimika ikut memperkuat literasi informasi masyarakat.
“Tujuan kita sama, yaitu membangun Mimika yang aman, damai dan mendukung pembangunan daerah,” katanya.
Ia berharap Bimtek tersebut tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi benar-benar meningkatkan kemampuan anggota FKDM dalam menghimpun, menelaah, memverifikasi, dan menyampaikan informasi secara bertanggung jawab.
“Harapan kami, dari tingkat kabupaten sampai distrik bahkan kampung, informasi yang diperoleh dapat menjadi masukan yang konstruktif bagi pemerintah daerah. Informasi itu harus terukur dan dapat dipertanggungjawabkan sehingga membantu pemerintah dalam menentukan kebijakan,” pungkasnya. (*)
Penulis: Ril Minggu
Editor: Marthen LL Moru










