TIMIKA, Koranpapua.id – Asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dapat mengancam kesehatan masyarakat, terutama ketika kualitas udara menurun. Kondisi tersebut berisiko memicu gangguan pernapasan hingga memperburuk penyakit tertentu.
Yayasan Amungsa Cares Papua mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap paparan asap karhutla melalui kampanye edukasi mengenai dampaknya bagi kesehatan.
Paparan asap dapat menyebabkan sejumlah gangguan, seperti Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), batuk, pilek, sesak napas, serta iritasi mata yang ditandai dengan rasa perih, berair, dan kemerahan.
Dalam paparan yang berlangsung terus-menerus, asap juga dapat menyebabkan iritasi tenggorokan dan mengganggu fungsi paru-paru. Kondisi ini berpotensi memperburuk penyakit seperti asma, bronkitis, dan gangguan paru lainnya.
Kelompok yang perlu mendapat perhatian lebih adalah anak-anak, ibu hamil, lanjut usia, serta masyarakat yang memiliki penyakit kronis. Paparan asap juga dapat meningkatkan risiko gangguan pada jantung dan pembuluh darah.
Karena itu, Amungsa Cares Papua mengajak masyarakat mengambil langkah pencegahan ketika kualitas udara memburuk akibat asap karhutla.
“Gunakan masker, lindungi diri, keluarga dan sekitar kita,” demikian pesan dalam kampanye tersebut.
Masyarakat juga dianjurkan mengurangi aktivitas di luar ruangan saat udara dipenuhi asap, menjaga kualitas udara di dalam rumah, serta memperbanyak konsumsi air putih.
Langkah sederhana tersebut diharapkan dapat membantu mengurangi risiko gangguan kesehatan sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap bahaya karhutla. (*)
Penulis: Ril Minggu
Editor: Marthen LL Moru







