JAYAPURA, Koranpapua.id – Satgas Pasgat Pos Jayapura menggagalkan pengiriman 2.000 batang rokok tanpa pita cukai yang disembunyikan di dalam paket berisi ikan asin kering di Bandara Internasional Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua.
Rokok ilegal bermerek KJR itu ditemukan saat petugas Aviation Security (Avsec) Cargo melakukan pemeriksaan menggunakan mesin X-Ray di ruang pemeriksaan kargo PT Pajajaran Cargo, Rabu 30 September 2026 sekitar pukul 12.40 WIT.
Paket tersebut sebelumnya tercatat sebagai kiriman berisi ikan asin kering yang akan diangkut menggunakan Trigana Air dengan tujuan akhir Oksibil, Kabupaten Pegunungan Bintang.
Petugas Avsec Cargo Abdulrahim mendapati adanya objek mencurigakan dalam hasil pemindaian X-Ray. Pemeriksaan kemudian dilakukan bersama Kopda Agus Suyanto dari Satgas Pasgat Pamtas RI-PNG 2026 Pos Jayapura.
Saat paket dibuka, petugas menemukan satu bal rokok yang disembunyikan di antara tumpukan ikan asin kering. Rokok tersebut tidak dilengkapi pita cukai resmi.
Dari pemeriksaan, satu bal tersebut berisi 10 slop. Setiap slop terdiri dari 10 bungkus, sedangkan setiap bungkus berisi 20 batang rokok. Total barang bukti yang diamankan mencapai 2.000 batang.
Petugas juga menemukan data pengiriman yang tidak lengkap. Identitas pengirim hanya tercantum dengan inisial J tanpa alamat lengkap dan nomor telepon. Sementara penerima hanya ditulis dengan inisial Y disertai satu nomor telepon seluler tanpa alamat lengkap.
Komandan Pos Jayapura Letda Pas Galih Apriyanto, kemudian memerintahkan pengumpulan keterangan dan berkoordinasi dengan pengelola kargo serta Bea Cukai Jayapura.
Barang bukti beserta dokumen pengiriman selanjutnya diserahkan kepada Bea Cukai Jayapura untuk diproses sesuai ketentuan hukum.
Galih mengatakan pengawasan terhadap pengiriman melalui jalur penerbangan akan terus diperketat untuk mencegah penyelundupan barang ilegal.
“Kami tidak akan membiarkan jalur penerbangan dimanfaatkan untuk menyelundupkan barang-barang ilegal yang merugikan pendapatan negara. Setiap paket yang dikirim akan kami periksa dengan teliti, tanpa terkecuali,” ujarnya. (Redaksi)









