TIMIKA, Koranpapua.id – Tenaga kesehatan yang dievakuasi dari Distrik Jila, belum seluruhnya kembali ke tempat tugas. Pemerintah Kabupaten Mimika masih menunggu kepastian jaminan keamanan sebelum memulangkan mereka ke wilayah tersebut.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika Godfried Maturbongs mengatakan, pihaknya masih berkoordinasi dengan Bupati Mimika Johannes Rettob dan aparat keamanan terkait rencana pengembalian tenaga kesehatan ke Jila.
Koordinasi juga dilakukan dengan Danramil Jila dan pihak keamanan untuk memastikan kondisi di lapangan serta keselamatan tenaga kesehatan saat kembali memberikan pelayanan kepada masyarakat.
“Harus ada kepastian jaminan yang bisa menjadi acuan dan salah satu indikator bagi teman-teman nakes untuk kembali bekerja,” kata Godfried, Kamis 17 September 2026.
Menurut Godfried, informasi yang diterima Dinas Kesehatan menyebutkan situasi keamanan di Jila mulai kondusif. Namun, kondisi tersebut belum cukup menjadi dasar untuk mengembalikan seluruh tenaga kesehatan yang sebelumnya telah dievakuasi.
Ia mengatakan, para tenaga kesehatan pada dasarnya siap kembali bertugas. Mereka hanya membutuhkan kepastian bahwa keselamatan selama menjalankan pelayanan di Jila mendapat jaminan.
Karena kepastian tersebut belum diperoleh, tenaga kesehatan yang dievakuasi masih menjalankan tugas di Timika. Dinas Kesehatan juga belum dapat memastikan waktu kepulangan mereka.
“Saya belum bisa pastikan. Sampai ada status jaminan,” ujarnya.
Pelayanan di Jila Tetap Diupayakan
Di tengah belum kembalinya sebagian tenaga kesehatan, pelayanan kesehatan masyarakat di Jila tetap diupayakan berjalan.
Dinas Kesehatan berkoordinasi dengan Kepala Puskesmas Jila untuk mengatur pelayanan selama sebagian tenaga kesehatan masih berada di Timika. Persediaan obat-obatan di Puskesmas Jila juga masih tersedia sehingga pelayanan dasar kepada masyarakat tetap dapat dilakukan.
Selain itu, sejumlah tenaga kesehatan orang asli Papua (OAP) masih berada di Jila. Dinas Kesehatan juga menyiagakan satu tenaga kesehatan untuk mendukung pelayanan di wilayah tersebut.
“Yang ada saat turun itu belum. Mereka yang turun kemarin belum. Tapi ada satu nakes, dia standby di atas,” kata Godfried.
Dievakuasi setelah Penembakan
Sebelumnya, Pemkab Mimika mengevakuasi tenaga kesehatan dan guru dari Jila ke Timika setelah terjadi penembakan pada 17 Agustus 2026.
Evakuasi dilakukan untuk memastikan keselamatan para tenaga pelayanan publik sembari menunggu perkembangan situasi keamanan di Jila.
Bupati Mimika Johannes Rettob saat itu mengatakan tenaga kesehatan dan guru untuk sementara ditempatkan di Timika hingga kondisi keamanan memungkinkan mereka kembali.
“Kepala Puskesmas, nakes, guru, semua kita sudah evakuasi ke sini. Mereka sudah aman, untuk sementara sambil menunggu di sana kira-kira bagaimana, baru kita bisa kembalikan,” kata Rettob, Rabu 19 September 2026.
Hingga Kamis 17 September 2026 Pemkab Mimika masih menunggu kepastian tersebut sebelum seluruh tenaga kesehatan yang telah dievakuasi dapat kembali ke Jila. (*)
Penulis: Hayun Nuhuyanan
Editor: Marthen LL Moru







