TIMIKA, Koranpapua.id – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Mimika mendorong sekolah tidak hanya menjadi tempat belajar, tetapi juga pusat pembentukan budaya hidup sehat bagi anak usia sekolah.
Penguatan program Usaha Kesehatan Sekolah/Madrasah (UKS/M) dinilai penting untuk mendukung terbentuknya generasi Mimika yang sehat dan berkualitas.
Pesan tersebut disampaikan Kepala Bidang Kesehatan Primer dan Komunitas Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika, Carolina Haetubun, saat mewakili Kepala Dinas Kesehatan dalam Pertemuan Evaluasi Tim Pembina UKS/M Kabupaten Mimika Tahun 2026 di salah satu hotel di Timika, Kamis 17 September 2026.
Carolina mengatakan kesehatan anak usia sekolah merupakan bagian penting dalam pembangunan sumber daya manusia. Karena itu, lingkungan sekolah harus mampu mendukung perilaku hidup sehat sejak dini.
Menurut dia, sekolah perlu menciptakan lingkungan yang aman, bersih, sehat, dan bergizi. Penguatan UKS/M juga tidak bisa dibebankan hanya kepada satu instansi atau pihak tertentu.

“UKS/M bukan hanya urusan Dinas Kesehatan, bukan hanya Puskesmas, dan bukan pula hanya tanggung jawab guru UKS. UKS/M membutuhkan kerja bersama,” tegasnya.
Carolina meminta Tim Pembina UKS/M tidak berhenti pada pemenuhan administrasi atau sekadar menjalankan tugas dalam struktur organisasi.
Evaluasi lanjut dia, harus menghasilkan langkah konkret yang berdampak langsung terhadap kesehatan peserta didik.
Ia juga menekankan penerapan Trias UKS yang meliputi pendidikan kesehatan, pelayanan kesehatan, serta pembinaan lingkungan sekolah sehat. Ketiga unsur tersebut, kata dia, harus berjalan secara terpadu.
Pertemuan evaluasi itu sekaligus menjadi momentum untuk mengoptimalkan Standar Pelayanan Minimal (SPM) kesehatan anak sekolah, menyelaraskan data sasaran, memperkuat koordinasi lintas sektor, serta mencari solusi atas persoalan pelayanan kesehatan di lingkungan sekolah.
Carolina berharap hasil evaluasi dapat menghasilkan kesepakatan dan penyelarasan data anak usia sekolah di Kabupaten Mimika. Data tersebut diperlukan sebagai dasar perencanaan sekaligus evaluasi program kesehatan anak sekolah.
“Jangan sampai selesai pertemuan, selesai pula komitmen kita. Yang kita perlukan setelah hari ini adalah aksi nyata di sekolah,” ujarnya.
Pertemuan tersebut diikuti perwakilan Dinas Pendidikan Mimika, jajaran Dinas Kesehatan, kepala Puskesmas, pengawas sekolah tingkat SD, SMP, dan SMA, kepala sekolah, perwakilan satuan pendidikan, serta Tim Pembina UKS/M Kabupaten Mimika. (*)
Penulis: Ril Minggu
Editor: Marthen LL Moru








