TIMIKA, Koranpapua.id– Pemerintah Kabupaten Mimika mulai mematangkan perencanaan pengembangan kota di wilayah pesisir sebagai bagian dari strategi memperluas pusat pertumbuhan ekonomi hingga ke wilayah barat Kabupaten Mimika.
Setelah menggelar Seminar Pendahuluan Perencanaan Kota Potowaiburu pada Kamis, 20 Agustus 2026, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Mimika kembali melanjutkan agenda serupa untuk Kota Kapiraya, Jumat, 21 Agustus 2026. Kegiatan tersebut berlangsung di salah satu hotel di Timika dan menjadi tahapan awal dalam penyusunan arah pembangunan kawasan Kapiraya secara lebih terencana dan berkelanjutan.
Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Mimika, Santi Sondang, mengatakan perencanaan yang matang dibutuhkan agar perkembangan Kapiraya tidak berjalan sporadis dan tetap memperhatikan kelestarian lingkungan pesisir.
“Kapiraya memiliki potensi besar di sektor perikanan, perkebunan, pertambangan hingga wisata bahari yang belum dikembangkan secara optimal,” ujarnya.
Menurut Santi, pemerintah ingin mengintegrasikan berbagai potensi tersebut dengan pembangunan infrastruktur dan pelayanan dasar, seperti air bersih, energi, sanitasi serta transportasi antarkampung.
Ia menegaskan pembangunan Mimika tidak boleh hanya terpusat di Timika, tetapi harus menjangkau wilayah pesisir dan pegunungan.
“Prinsipnya, Mimika membangun dari kampung. Karena itu, perencanaan Kota Kapiraya harus mampu membuka akses dan mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat,” katanya.
Santi berharap dokumen perencanaan Kapiraya nantinya menjadi pedoman bagi pemerintah dan para pemangku kepentingan dalam menentukan prioritas pembangunan sekaligus membuka peluang investasi.
Dengan perencanaan yang terukur dan berkelanjutan, Kapiraya ditargetkan tumbuh sebagai salah satu simpul ekonomi baru di wilayah barat Kabupaten Mimika. (*)
Penulis: Ril Minggu
Editor: Marthen LL Moru









