TIMIKA, Koranpapua.id– Pemerintah Kabupaten Mimika mengevakuasi seluruh tenaga kesehatan dan guru dari Distrik Jila ke Timika menyusul penembakan yang terjadi pada 17 Agustus 2026.
Langkah ini dilakukan untuk memastikan keselamatan tenaga pelayanan publik hingga situasi keamanan kembali kondusif.
Bupati Mimika Johannes Rettob mengatakan, para tenaga kesehatan dan guru untuk sementara akan berada di Timika sambil menunggu perkembangan situasi di Jila.
“Kepala Puskesmas, nakes, guru, semua kita sudah evakuasi ke sini. Mereka sudah aman, untuk sementara sambil menunggu di sana kira-kira bagaimana, baru kita bisa kembalikan,” kata Rettob Rabu 19 Agustus 2026.
Selain mengevakuasi tenaga kesehatan dan guru, penerbangan perintis menuju Jila juga dihentikan sementara. Menurut Rettob, maskapai telah menyampaikan surat penghentian rute tersebut hingga ada jaminan keamanan dari pihak berwenang.
Bupati mengimbau masyarakat tetap tenang dan menjalankan aktivitas seperti biasa. Pemerintah bersama TNI-Polri, kata dia, terus berupaya memulihkan kondisi keamanan agar pelayanan publik dan transportasi menuju Jila dapat kembali berjalan.
“Kita imbau masyarakat agar tetap tenang dan menjalankan aktivitas seperti biasa,” katanya. (*)
Penulis: Hayun Nuhuyanan
Editor: Marthen LL Moru









