TIMIKA, Koranpapua.id – Suasana penuh kebanggaan mewarnai pengukuhan Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) yang akan bertugas dalam upacara HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia yang digelar PT Freeport Indonesia (PTFI) di wilayah dataran rendah.
Sebanyak 72 anggota Paskibra resmi dikukuhkan dalam prosesi yang berlangsung di Hanggar Bandara Mozes Kilangin PTFI, Sabtu 15 Agustus 2026.
Mereka selanjutnya akan menjalankan tugas penting mengibarkan dan menurunkan Sang Saka Merah Putih pada upacara 17 Agustus di Alun-alun Kuala Kencana, Senin 17 Agustus 2026.
Pengukuhan ditandai dengan pemasangan tanda anggota Paskibra secara simbolis oleh Direktur & EVP Sustainable Development PTFI, Claus Wafma mewakili Presiden Direktur PTFI Tony Wenas.
Pasukan yang dikukuhkan memiliki komposisi yang beragam. Mereka terdiri dari 38 siswa Yayasan Pendidikan Jayawijaya (YPJ), 11 siswa Sekolah Asrama Taruna Papua (SATP), 23 karyawan PTFI serta enam anggota pengapit dari unsur TNI-Polri.
Tony Wenas: Kalian Mewakili Indonesia
Presiden Direktur PTFI Tony Wenas menyampaikan apresiasi kepada seluruh anggota Paskibra yang telah menjalani rangkaian latihan dengan disiplin dan penuh keseriusan.
Menurutnya, tugas mengibarkan Sang Saka Merah Putih bukan sekadar seremoni, tetapi merupakan kehormatan sekaligus tanggung jawab besar.
“Saya sangat mengapresiasi adik-adik atas kerja kerasnya yang mewakili Kuala Kencana, Freeport dan juga mewakili Indonesia untuk menaikkan Sang Saka Merah Putih pada 17 Agustus nanti di Kuala Kencana,” kata Tony.
Ia juga memberikan penghargaan kepada para pelatih dan instruktur yang selama ini mendampingi para anggota Paskibra, termasuk personel TNI-Polri.
Tony berpesan agar seluruh anggota menjaga kondisi fisik, mengikuti arahan instruktur dan tetap disiplin hingga pelaksanaan upacara.
“Jaga kesehatan dan patuhi perintah dan saran dari instruktur sehingga pada saat hari H bisa bertugas dengan baik,” pesannya.
Menjadi Paskibra Adalah Kehormatan
Bagi salah satu anggota Paskibra yang merupakan karyawan PTFI, Klemens Nekeyau kesempatan tersebut menjadi pengalaman yang sangat berharga.
Klemens mengaku bangga karena dapat dipercaya menjadi bagian dari pasukan yang akan mengemban tugas mengibarkan Sang Merah Putih. Terlebih, ia dipercaya sebagai Komandan Pleton (Danton).
Menurutnya, proses untuk menjadi anggota Paskibra tidak mudah karena membutuhkan disiplin, latihan dan kesiapan mental maupun fisik.
“Ini salah satu momen yang luar biasa dalam hidup saya, karena untuk menjadi Paskibra itu prosesnya tidak mudah, tapi saya bisa. Saya bangga meskipun saya hanya karyawan dan saya ditunjuk sebagai Danton, itu suatu kehormatan buat saya,” ungkap Klemens.
Kini, seluruh anggota Paskibra PTFI tinggal menunggu hari bersejarah. Senin 17 Agustus 2026, mereka akan berdiri tegap di hadapan peserta upacara di Alun-alun Kuala Kencana untuk menjalankan tugas membawa Sang Merah Putih ke puncak tiang bendera. (*)
Penulis: Ril Minggu
Editor: Marthen LL Moru








