ADVERTISEMENT
Rabu, Oktober 14, 2026
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
ADVERTISEMENT
Home Hukrim Info Terkini

Kebakaran Gereja Katolik Poumako: Polisi Sebut Diduga Akibat Lilin yang Lupa Dipadamkan

Upaya penyelamatan rumah ibadah tersebut menemui jalan buntu lantaran terkendala kondisi air laut yang sedang surut sehingga akses pengambilan air sangat terbatas.

29 Mei 2026
0
Kebakaran Gereja Katolik Poumako: Polisi Sebut Diduga Akibat Lilin yang Lupa Dipadamkan

Kebakaran yang menghanguskan gedung Gereja Katolik Stasi Fransiskus di Kampung Poumako, Distrik Mimika Timur, Kabupaten Mimika, Papua Tengah (foto ist/koranpapua.id)

Bagikan ke FacebookBagikan ke XBagikan ke WhatsApp

TIMIKA, Koranpapua.id- Peristiwa kebakaran yang menghanguskan gedung Gereja Katolik Stasi Fransiskus di Kampung Poumako, Distrik Mimika Timur, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, diduga disebabkan oleh lilin yang lupa dipadamkan.

Pada insiden yang terjadi pada Rabu 27 Mei 2026 sekitar pukul 19.00 WIT, mengakibatkan seluruh bangunan yang sebagian besar bermaterial kayu dan papan ludes terbakar hingga rata dengan tanah.

Kerugian materil ditaksir mencapai ratusan juta rupiah. Tidak ada satu pun barang berharga di dalam gereja yang berhasil diselamatkan.

Seluruh fasilitas penting penunjang ibadah umat Katolik hangus tak tersisa. Mulai dari meja altar, kursi jemaat, buku lagu rohani, buku doa, hingga berbagai perlengkapan liturgi suci hangus menjadi debu.

Baca Juga

Puskesmas Mapar Sambut Evaluasi Dinkes Mimika, Dorong Peningkatan Layanan Kesehatan

Pasien Darurat Mapar Harus Menyeberang ke Timika, BBM Rujukan Jadi Persoalan

Kapolsek Kawasan Pelabuhan Laut Poumako, Iptu Fits Gerald Marselino Nanlohy, megatakan pihaknya telah mendapatkan informasi dari sejumlah saksi terkait peristiwa kebakaran itu.

Menurutnya, api diduga berasal dari lilin yang lupa dipadamkan sebelum pengurus dan jemaat meninggalkan gereja setelah melaksanakan ibadah.

“Sebelum kebakaran ada ibadah gereja memakai lilin. Setelah itu, seluruh jemaat dan pengurus gereja pulang dan lupa memadamkan lilin dan akhirnya meleleh sehingga terjadi kebakaran,” ujar Fits seperti dilansir, Jumat 29 Mei 2029.

Iptu Fits menegaskan, setelah mendalami peristiwa tersebut dan hasil penyelidikan sementara, kebakaran ini murni disebabkan oleh faktor kelalaian dan bukan karena unsur kesengajaan pihak tertentu.

Kasi Humas Polres Mimika, Iptu Hempy Ona, juga mengatakan hal yang sama terkait penyebab kebakaran tersebut.

Menurut Hempy, saksi mata di lapangan menyebutkan kepulan asap tebal mulai terlihat keluar dari dalam gereja sekitar pukul 18.58 WIT.

Kondisi cuaca yang gelap dan tiupan angin kencang membuat kobaran api cepat menyebar dan menyebar ke seluruh bangunan gereja.

Melihat kobaran api yang mulai membesar dari bagian atap dan dinding samping, saksi mata langsung berteriak meminta pertolongan warga sekitar.

Warga pun berbondong-bondong datang membawa ember berisi air untuk memadamkan api dengan peralatan seadanya secara manual.

Namun, upaya penyelamatan rumah ibadah tersebut menemui jalan buntu lantaran terkendala kondisi air laut yang sedang surut sehingga akses pengambilan air sangat terbatas.

Meski bangunan beserta isinya hangus tidak tersisa, dipastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

Mobil Damkar Dilempari dan Diusir Massa

Masyarakat yang merasa kecewa karena mobil Kebakaran (Damkar) dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Mimika terlambat tiba di lokasi, sempat tersulut emosi sehingga melakukan aksi penghadangan dan pelemparan batu.

Jarak yang terlampau jauh antara pos pemadam dengan lokasi kebakaran mengakibatkan gedung gereja tidak sempat diselamatkan.

Kepala BPBD Mimika, Agustina Rehaded, membenarkan adanya insiden penghadangan tersebut yang menyebabkan salah satu unit mobil pemadam mengalami kerusakan.

“Kami terima laporan pukul 19.14 WIT dan langsungkerahkan tiga armada. Namun karena jaraknya cukup jauh jadi saat saat armada tiba, gerejanya sudah hangus,” ungkap Agustina.

Penulis: Hayun Nuhuyanan

Editor: Marthen LL Moru

Cek juga berita-berita Koranpapua.id di Google News

Baca Artikel Lainnya

Puskesmas Mapar Sambut Evaluasi Dinkes Mimika, Dorong Peningkatan Layanan Kesehatan

Puskesmas Mapar Sambut Evaluasi Dinkes Mimika, Dorong Peningkatan Layanan Kesehatan

13 Oktober 2026
Pasien Darurat Mapar Harus Menyeberang ke Timika, BBM Rujukan Jadi Persoalan

Pasien Darurat Mapar Harus Menyeberang ke Timika, BBM Rujukan Jadi Persoalan

13 Oktober 2026
Hendak Dikirim ke Wamena, Dua Optik Pengintai Malam Diamankan di Bandara Sentani

Hendak Dikirim ke Wamena, Dua Optik Pengintai Malam Diamankan di Bandara Sentani

13 Oktober 2026
Dua Orang Diamankan Terkait Pembunuhan di Yahukimo, Satu Tewas Ditembak Polisi

Dua Orang Diamankan Terkait Pembunuhan di Yahukimo, Satu Tewas Ditembak Polisi

13 Oktober 2026
Mimika Dipercaya Gelar Konferensi Nasional Kota Toleransi ke-2, Ini Pesan Bupati

Mimika Dipercaya Gelar Konferensi Nasional Kota Toleransi ke-2, Ini Pesan Bupati

13 Oktober 2026
Jembatan Merah Putih Ugimba Diresmikan, Buka Akses Warga di Pedalaman Intan Jaya

Jembatan Merah Putih Ugimba Diresmikan, Buka Akses Warga di Pedalaman Intan Jaya

13 Oktober 2026

POPULER

  • Anggota Satgas TNI Ditemukan Tewas di Kuala Kencana, Ada Luka Tembak di Dada

    Anggota Satgas TNI Ditemukan Tewas di Kuala Kencana, Ada Luka Tembak di Dada

    796 shares
    Bagikan 318 Tweet 199
  • Kabut Asap Mimika Memburuk, Sekolah dari Rumah Mulai 12 Oktober

    562 shares
    Bagikan 225 Tweet 141
  • Warga Kamoro Tidur di Emperan Toko, Kadis Pariwisata: Mereka Datang Tanpa Undangan

    534 shares
    Bagikan 214 Tweet 134
  • Pria Ditemukan Bersimbah Luka di Pasar Lama Timika, Kondisi Mulai Membaik

    532 shares
    Bagikan 213 Tweet 133
  • Dua OTK Bacok ASN Pemkab Yahukimo di Dekai, Korban Luka di Tangan dan Punggung

    522 shares
    Bagikan 209 Tweet 131
  • Eme Neme Yauware Memanggil: Seruan Mengakhiri Perang Dari Tugu Perdamaian Kota Timika

    514 shares
    Bagikan 206 Tweet 129
  • Dolfin Beanal Kecam Pelayanan Festival Budaya Mimika: Warga Kamoro Tidur di Emperan Toko

    513 shares
    Bagikan 205 Tweet 128
Next Post
Dana Otsus Rp12,69 Triliun Tidak Berarti Jika Tanpa Disertai Evaluasi Menyeluruh

Dana Otsus Rp12,69 Triliun Tidak Berarti Jika Tanpa Disertai Evaluasi Menyeluruh

Satgas Yon Parako 466 Pasgat Bantu Distribusi Beras ke Pedalaman Papua Melalui Jalur Udara

Satgas Yon Parako 466 Pasgat Bantu Distribusi Beras ke Pedalaman Papua Melalui Jalur Udara

Dibalik Gencarnya Pemutaran Film Pesta Babi: Mama Yasinta Laporkan Direktur LBH Papua Merauke

Dibalik Gencarnya Pemutaran Film Pesta Babi: Mama Yasinta Laporkan Direktur LBH Papua Merauke

Koran Papua

© 2024 Koranpapua.id

Menu

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto

© 2024 Koranpapua.id