JAYAWIJAYA, Koranpapua.id- Bentrok antara Suku Hubla (Kurima) dan Suku Lanny (Tiom) di Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan pada, Jumat 15 Mei 2026 mengakibatkan dua warga tewas dan 19 lainnya luka-luka.
Kasi Humas Polres Jayawijaya, Efendi Al Husaini mengatakan, bentrok tersebut dipicu oleh pembayaran denda pasca peristiwa kecelakaan lalu lintas yang menewaskan anggota DPR dari Lanny Jaya pada tahun 2024.
Efendi mengatakan bentrok terjadi di beberapa lokasi yaitu sekitaran Jalan Diponegoro Wamena dan Pasar Wouma.
Dalam peristiwa itu, tidak saja jatuhnya korban jiwa, tetapi juga terjadi aksi pembakaran beberapa rumah dan honai yang berada di sekitar area perang suku Kali Uwe Wouma.
“Untuk kerugian materril akibat bentrok tersebut belum kita data karena situasi dan kondisi belum kondusif,” ujar Efendi dalam keterangannya, Sabtu 16 Mei 2026.
Lebih lanjut, Efendi mengatakan bentrok juga terjadi antara Suku Dani (Wamena) dan Suku Lanny yang berada di daerah Muai, Distrik Hubikiak. Dalam peristiwa ini mengakibatkan adanya korban dengan luka ringan.
Polda Papua Terjunkan Tiga SSK Brimob
Mengintensifkan upaya penanganan konflik horizontal antara dua kelompok masyarakat di Kabupaten Jayawijaya, Polda Papua menerjunkan tiga Satuan Setingkat Kompi (SSK) Brimob untuk membantu pengamanan dan mengantisipasi konflik susulan.
Langkah tersebut dibahas dalam rapat mitigasi penanganan konflik yang dipimpin langsung Kapolda Papua Irjen Pol. Patrige R. Renwarin, di Mapolda Papua, Koya Koso, Kota Jayapura.
Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol. Cahyo Sukarnito mengatakan, rapat tersebut melibatkan Pemerintah Kabupaten Jayawijaya, Kapolres Jayawijaya, serta Kapolres Lanny Jaya guna menyusun langkah strategis menghentikan konflik yang telah menimbulkan korban jiwa.
“Pemerintah kabupaten sebagai leading sector penanganan konflik berkoordinasi dengan kami selaku aparat keamanan untuk mengambil langkah-langkah strategis dalam rangka menghentikan konflik dan mencegah jatuhnya korban lebih banyak,” ujar Kombes. Pol. Cahyo Sukarnito.
Menurutnya, Polda Papua telah menurunkan personel Brimob untuk memperkuat pengamanan di wilayah hukum Polres Jayawijaya. Selain itu, Polres Jayawijaya juga mendapat dukungan personel dari Polres Lanny Jaya.
Dijelaskan, Polda Papua juga terus melakukan pengamanan di sejumlah titik rawan serta memperkuat koordinasi dengan tokoh adat, tokoh agama, dan pemerintah daerah guna mendorong penyelesaian konflik secara damai.
Cahyo mengimbau seluruh masyarakat agar tidak mudah terprovokasi informasi yang belum jelas kebenarannya serta mendukung upaya penyelesaian konflik melalui dialog dan pendekatan adat demi menjaga stabilitas keamanan di Jayawijaya. (Redaksi)








