ADVERTISEMENT
Senin, April 13, 2026
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
ADVERTISEMENT
Home Budaya

Prof. Dr. Nico Syukur Dister OFM Meninggal Dunia, Imam Teolog yang 40 Tahun Bermisi di Tanah Papua

Uskup Keuskupan Jayapura Mgr. Yanuarius You: Pastor Nico Syukur Dister adalah misionaris terakhir Fransiskan yang berjasa besar untuk STFT Fajar Timur.

13 April 2026
0
Prof. Dr. Nico Syukur Dister OFM Meninggal Dunia, Imam Teolog yang 40 Tahun Bermisi di Tanah Papua

Pater Prof. Dr. Nico Syukur Distra OFM. (Foto:Ist/koranpapua.id)

Bagikan ke FacebookBagikan ke XBagikan ke WhatsApp

TIMIKA, Koranpapua.id- Kabar duka bagi umat Katolik di tanah Papua dan sejumlah wilayah di Indonesia yang pernah menjadi tempatnya berkarya.

Pater Prof. Dr. Nico Syukur Dister OFM, meninggal dunia di Negeri Belanda di usia 87 tahun pada 11 April 2026.

ADVERTISEMENT

Sebelum kembali ke Belanda, Pater Nico merupakan seorang imam misonaris Belanda yang mengabdi di Indonesia, khususnya di Tanah Papua selama lebih dari 40 tahun.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Pater Nico, lahir di Belanda tahun 1939. Ia menempuh pendidikan filsafat dan teologi di Belanda, Belgia, dan Jerman.

Baca Juga

Papua Darurat Ganja: Aparat Gabungan Temukan 226 Batang Ganja Siap Panen

Kemiskinan di Papua Raya di Atas Rata-rata Nasional, Sepertiga Warga Papua Tengah Hidup Miskin

Tahun 1957, Pater Nico masuk novisiat OFM, dan ditabiskan imam pada 8 Maret 1964.

Setelah ditahbiskan ia melanjutkan pendidikan dan meraih gelar doktor filsafat dari Universitas Leuven pada 1972.

Usai menyelesaikan pendidikannya di Universitas Leuven, Ia memilih Indonesia sebagai tempat pengabdian.

Pater Nico mengajar di Sekolah Tinggi Filsafat Driyarkara sejak 1973, kemudian di Sekolah Tinggi Filsafat Kateketik Karya Wacana sejak 1977.

Di tahun 1983, Pater Nico mengadikan diri di Sekolah Tinggi Filsafat Fajar Timur, Jayapura hingga purnakarya.

Ia mengajar banyak matakuliah teologi dan filsafat. Di bidang teologi beliau mengajar pengantar teologi, kristologi, sejarah dogma, pneumatologi.

Di bidang filsafat dia mengajar pengantar filsafat, sejarah filsafat, metafisika, filsafat manusia dan filsafat ketuhanan.

Selain mengajar ia juga menjabat sebagai ketua SFTF Fajar Timur dari 1984 hingga 1988.

Bagi umat Katolik di Papua, Pater Nico bukan hanya seorang dosen, tetapi juga sahabat dan penasehat.

Ia sangat setia dan memiliki perhatian besar terhadap sejarah misi Katolik di Tanah Papua, termasuk pentingnya menjaga warisan gedung-gedung tua yang memiliki nilai historis.

Uskup Keuskupan Jayapura Mgr. Yanuarius You mengatakan bahwa “Pastor Nico Syukur Dister adalah misionaris terakhir Fransiskan yang berjasa besar untuk STFT Fajar Timur.

“Pater Nico telah mencetak banyak orang hebat baik dalam jajaran para klerus serta awam di STFT Fajar Timur termasuk saya saat ini yang menjadi uskup pertama orang asli Papua,” kata Uskup Yanuarius.

Aktivis muda Katolik Papua, Soleman Itlay, mengenang peran besar Pater Nico dalam perjuangan menetapkan Hari Misi Katolik di Tanah Papua.

“Perjuangan kami soal penetapan Hari Misi Katolik di Tanah Papua tidak terlepas dari berkat saran dan nasihat Pater Nico,” ungkap Soleman seperti dikutip Nadipapua.com.

Ia sering berbicara soal penyelamatan terhadap sejarah misi Katolik di Tanah Papua, termasuk gedung-gedung tua yang bernilai sejarah.

Menurutnya, Pater Nico terus mendorong generasi muda agar tidak kehilangan jejak sejarah perkembangan iman Katolik di Tanah Papua.

“Dia sering memberi saran dan masukan untuk kami agar tidak kehilangan jejak sejarah iman katolik di Tanah Papua,” ujarnya.

“Sebelum pergi, Pater Nico masih aktif mengikuti diskusi kami di grup (Katolik Papua), bahkan memberikan catatan dan bobot-bobot tertentu,” lanjutnya.

Kepergian Pater Nico meninggalkan jejak mendalam bukan hanya dalam dunia akademik, tetapi juga dalam perjuangan menjaga identitas, sejarah, dan iman umat Katolik di Tanah Papua.

Pater Nico meninggalkan Papua pada 19 April 2024 dan pulang ke negara asalnya Belanda, dan setahun kemudian ia wafat. (Redaksi)

Cek juga berita-berita Koranpapua.id di Google News

Baca Artikel Lainnya

Papua Darurat Ganja: Aparat Gabungan Temukan 226 Batang Ganja Siap Panen

Papua Darurat Ganja: Aparat Gabungan Temukan 226 Batang Ganja Siap Panen

13 April 2026
Kemiskinan di Papua Raya di Atas Rata-rata Nasional, Sepertiga Warga Papua Tengah Hidup Miskin

Kemiskinan di Papua Raya di Atas Rata-rata Nasional, Sepertiga Warga Papua Tengah Hidup Miskin

13 April 2026
Potret Humanis: Yon Parako 466 Pasgat Hadirkan Pelayanan Kesehatan Gratis di Perkampungan Heinekombe

Potret Humanis: Yon Parako 466 Pasgat Hadirkan Pelayanan Kesehatan Gratis di Perkampungan Heinekombe

13 April 2026
Prof. Dr. Nico Syukur Dister OFM Meninggal Dunia, Imam Teolog yang 40 Tahun Bermisi di Tanah Papua

Prof. Dr. Nico Syukur Dister OFM Meninggal Dunia, Imam Teolog yang 40 Tahun Bermisi di Tanah Papua

13 April 2026
Lindungi dan Berdayakan OAP, Dinas Satpol PP Mimika Sosialisasikan Perda UMKM

Lindungi dan Berdayakan OAP, Dinas Satpol PP Mimika Sosialisasikan Perda UMKM

13 April 2026
Iwan Anwar Tegaskan Perda UMKM OAP Bersifat Afirmatif, Bukan Diskriminatif

Iwan Anwar Tegaskan Perda UMKM OAP Bersifat Afirmatif, Bukan Diskriminatif

13 April 2026

POPULER

  • Perkuat Pengamanan Pasca Insiden Berdarah, BKO Mabes Polri Tiba di Dogiyai

    Perkuat Pengamanan Pasca Insiden Berdarah, BKO Mabes Polri Tiba di Dogiyai

    595 shares
    Bagikan 238 Tweet 149
  • Aroma Dugaan Korupsi Proyek Lahan di Mimika Menguat, Kasus Senilai Rp22,5 Miliar Naik Tahap Penyidikan

    593 shares
    Bagikan 237 Tweet 148
  • Terekam CCTV, Seorang Pria Tewas Dihabisi di Halaman Masjid Al-Azhar Timika

    548 shares
    Bagikan 219 Tweet 137
  • Bahas Berbagai Isu Kruasil, MRP se-Papua Raya Audensi dengan DPD RI di Jakarta

    547 shares
    Bagikan 219 Tweet 137
  • Satpol PP Mimika Operasi Penertiban Pedagang Kaki Lima di Sejumlah Ruas Jalan dalam Kota

    543 shares
    Bagikan 217 Tweet 136
  • Proyek Perpustakaan di SMPN Jila Rp950 Juta Masuk Radar Kejari Mimika, Sejumlah Saksi Diperiksa

    532 shares
    Bagikan 213 Tweet 133
  • DBH Freeport Turun Rp800 Miliar, Mimika Terancam Defisit Anggaran

    532 shares
    Bagikan 213 Tweet 133
Next Post
Potret Humanis: Yon Parako 466 Pasgat Hadirkan Pelayanan Kesehatan Gratis di Perkampungan Heinekombe

Potret Humanis: Yon Parako 466 Pasgat Hadirkan Pelayanan Kesehatan Gratis di Perkampungan Heinekombe

Kemiskinan di Papua Raya di Atas Rata-rata Nasional, Sepertiga Warga Papua Tengah Hidup Miskin

Kemiskinan di Papua Raya di Atas Rata-rata Nasional, Sepertiga Warga Papua Tengah Hidup Miskin

Papua Darurat Ganja: Aparat Gabungan Temukan 226 Batang Ganja Siap Panen

Papua Darurat Ganja: Aparat Gabungan Temukan 226 Batang Ganja Siap Panen

Koran Papua

© 2024 Koranpapua.id

Menu

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto

© 2024 Koranpapua.id