TIMIKA, Koranpapua.id- Wilayah Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah, saat ini memasuki masa transisi atau peralihan musim sehingga mengakibatkan cuaca yang tidak menentu.
Terkait dengan itu Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Timika, mengingatkan warga untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem dalam beberapa waktu ke depan.
Prakirawan BMKG Timika, Stevan Yawan dalam menjelaskan, pada periode ini bisanya ditandai dengan sinar matahari pagi yang terik, namun pada sore hingga menjelang malam akan terjadi cuaca ekstrim.
“Selama masa transisi ini terjadi peralihan dari Angin Monsun Barat (Angin Baratan) menuju Angin Monsun Timur (Angin Timuran),” jelas Steven dalam keterangannya seperti dilansir, Rabu 25 Maret 2026.
Dikatakan, saat ini tidak terpantau adanya fenomena atmosfer skala besar yang memengaruhi wilayah Mimika.
Meski demikian dinamika cuaca lokal selama masa peralihan sudah cukup untuk memicu kondisi cuaca yang tidak menentu.
BMKG mengingatkan masyarakat Mimika dan untuk tidak lengah menghadapi perubahan cuaca yang bisa terjadi secara tiba-tiba, terutama pada sore hingga malam hari.
“Kami meminta masyarakat untuk selalu waspada dan rutin memantau informasi peringatan dini yang dikeluarkan oleh BMKG Timika,” pungkasnya. (*)
Penulis: Hayun Nuhuyanan
Editor: Marthen LL Moru









