TIMIKA, Koranpapua.id– Aksi protes pendulang emas tradisional kembali terjadi di Timika.
Ratusan warga yang menggantungkan hidup dari aktivitas dulang emas akhirnya memblokade Jalan Ahmad Yani, tepatnya di tembusan Gorong-gorong, Selasa 24 Maret 2026.
Aksi ini dipicu oleh kekecewaan terhadap salah satu toko emas yang belum juga beroperasi sesuai jadwal.
Sejak pagi, para pendulang telah menunggu, bahkan sebagian mengaku sudah berada di lokasi sejak sehari sebelumnya.
Ketidakpastian tersebut memicu emosi massa. Mereka menuntut kejelasan dari pihak toko, mengingat hasil dulangan harus segera dijual untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.
“Mereka bilang hari Selasa buka. Kenapa tidak buka? Kami sudah tunggu dari pagi. Kalau mereka tidak mau beli emas lagi, lebih baik tutup,” ujar salah satu pendulang dengan nada kesal.
Pendulang lainnya menegaskan bahwa urusan ketersediaan dana sepenuhnya menjadi tanggung jawab pihak pembeli.
“Kami hanya datang untuk menjual emas dan menerima uang. Soal ada atau tidaknya uang, itu risiko pembeli,” tegasnya.
Menurut mereka, persoalan ini bukan sekadar transaksi, melainkan menyangkut keberlangsungan hidup masyarakat.
“Ini soal perut masyarakat Mimika, bukan hal lain,” tambahnya.
Di hadapan karyawan toko emas, massa juga mendesak agar legalitas usaha dicabut apabila toko terus tidak beroperasi.
Mereka bahkan mengingatkan potensi dampak sosial jika aktivitas jual beli emas terhenti.
Sementara itu, dari pihak toko, karyawan bernama Asri dari Toko Rizki Utama menjelaskan bahwa operasional dihentikan karena keterbatasan dana.
“Kami tutup karena tidak ada uang. Bank juga masih tutup karena suasana Lebaran,” jelasnya.
Ia memastikan bahwa toko tetap mengikuti harga pasar dan membantah adanya praktik permainan harga.
“Tidak ada indikasi kerja sama antar toko untuk memainkan harga,” ujarnya.
Terkait kepastian pembukaan kembali, pihak toko belum dapat memberikan jawaban pasti.
“Kami belum bisa memastikan karena belum ada penjualan dan belum ada arahan dari atasan,” katanya.
Aparat kepolisian tampak berjaga di lokasi untuk menjaga situasi tetap kondusif.
Hingga pukul 18.45 WIT, massa masih bertahan sambil menunggu kepastian.
Akibat aksi tersebut, arus lalu lintas diJalan Ahmad Yani tepatnya depan tokoh emas Ruzki untuk sementara lumpuh, dan pengendara terpaksa memutar balik. (*)
Penulis: Hayun Nuhuyanan
Editor: Marthrn LL Moru







