TIMIKA, Koranpapua.id- Semua manusia sudah dipastikan untuk kembali menghadap sang Ilahi.
Yang membedakan hanyalah waktu, tempat dan cara bagaimana kita kembali kepada Sang Pemilik kehidupan ini.
Meski demikian, sebagai manusia kehilangan orang-orang terdekat seperti bapak, mama, dan saudara sekandung pasti menggores hati.
Apalagi kepergian mereka secara mendadak, tanpa pesan dan dengan cara yang kurang manusiawi.
Seperti yang dialami oleh putra Capt. Egon Erawan yang tewas Ditembak Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Bandara Korowai Batu, Boven Dogel, Papua Selatan, Rabu 11 Februari 2026.
Berikut perasaan hatinya sebagaimana dilansir, Sabtu 14 Februari 2026. Ungkapan ini ditayang secara lengkap tanpa diedit redaksi.
Dengan hati yang hancur, saya menyampaikan rasa penyesalan dan kemarahan yang mendalam atas tragedi yang menimpa bapak saya Capt. Baskoro pada 11 Februari 2026.
Apa yang terjadi bukan sekadar pembunuhan. Itu adalah eksekusi keji terhadap pekerja sipil yang sedang menjalankan tugas kemanusiaan.
Bapak saya bukan agen intelijen. Bapak saya bukan bagian dari konflik bersenjata.
Tuduhan yang dilontarkan oleh kelompok separatis bersenjata seperti OPM/KKB adalah fitnah yang tidak berdasar.
Bapak saya adalah pilot penerbangan perintis-penyambung nadi kehidupan bagi masyarakat pedalaman Papua.
Beliau mengantar sembako ketika warga kesulitan pangan. Beliau membawa obat-obatan ketika akses kesehatan terputus.
Beliau terbang di atas pegunungan dan cuaca ekstrem demi memastikan kebutuhan dasar sampai ke tangan yang membutuhkan.
Kini, beliau tak lagi pulang. Tindakan brutal ini bukan hanya merenggut nyawa dua pilot.
Ini menciptakan ketakutan bagi seluruh kru penerbangan perintis yang setiap hari bertaruh nyawa demi pelayanan publik.
Jika pekerja sipil yang membawa logistik kemanusiaan pun dijadikan target, lalu siapa lagi yang aman?
Saya sebagai anaknya menuntut keadilan.
Kemanusiaan tidak boleh kalah oleh teror.
Negara harus hadir.
Pelaku harus diusut tuntas hingga ke akar.
Tidak boleh ada pembiaran. Tidak boleh ada kompromi terhadap kekerasan terhadap warga sipil.
Bapak saya adalah orang baik. Seorang ayah yang penuh kasih. Seorang pilot yang berdedikasi. Pengabdiannya tidak boleh dikaburkan oleh narasi palsu.
Saya akan berusaha tegar, meski rindu ini tidak pernah benar-benar selesai.
Fly high, cinta pertamaku.
Hari demi hari aku belajar melepasmu agar engkau tersenyum bahagia di alam sana.
Till I see you again, Bapak. ❤️🕊️









