TIMIKA, Koranpapua.id- Dalam beberapa hari ke depan diprediksi kecepatan angin di perairan Kabupaten Mimika, Papua Tengah meniup lebih kencang sehingga berpotensi memicu gelombang tinggi.
Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Timika mengingatkan para nelayan lokal yang akan melaut untuk lebih waspada dengan terus memantau informasi cuaca.
BMKG mengeluarkan prakiraan cuaca tersebut untuk wilayah Papua Tengah dalam tiga hari ke depan.
Stevan Yawan, Prakirawan BMKG Timika, mengatakan, angin di wilayah perairan selatan Papua saat ini terpantau cukup kencang.
Situasi ini dinilai perlu menjadi perhatian utama bagi nelayan tradisional.
Menurut pantauan BMKG, kecepatan angin di laut mencapai 5 sampai 15 knot atau sekitar 10 hingga 30 kilometer per jam.
“Angin yang lebih kencang tentu menyebabkan gelombang laut menjadi lebih tinggi,” ujarnya di Timika, Sabtu 14 Februari 2026.
Dikatakan tinggi gelombang di perairan Mimika yang kini mencapai 0,5 hingga 1,25 meter, hanya relative aman bagi kapal besar, namun berisiko bagi perahu kecil yang dipakai nelayan.
“Di laut itu 5 knot sudah lumayan kencang, apalagi 15 knot. Ini sangat berdampak pada nelayan yang memakai perahu kecil, sehingga mereka harus lebih hati-hati,” pesannya.
Stevan menjelaskan, peningkatan kecepatan angin dipicu oleh musim peralihan atau pancaroba yang sedang terjadi di berbagai wilayah Indonesia.
Di mana pada periode ini, angin kencang cenderung lebih sering muncul dan sulit diprediksi.
Informasi cuaca dapat diperoleh melalui petugas syahbandar, grup informasi BMKG setempat, maupun langsung ke kantor BMKG.
Selain itu, masyarakat juga dapat memanfaatkan aplikasi resmi BMKG di ponsel.
“Nama aplikasinya Info BMKG, tersedia di Play Store dan bisa diinstal di ponsel. Di situ informasi cuaca lengkap dari seluruh Indonesia termasuk Mimika,” ujarnya.
Secara umum, cuaca di Mimika dalam sepekan ke depan diperkirakan berpotensi hujan pada sore hingga malam hari dengan intensitas sedang hingga lebat berdurasi singkat. (Redaksi)










