ADVERTISEMENT
Kamis, Mei 14, 2026
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
ADVERTISEMENT
Home Hukrim Info Terkini

Film Anak Teman Tegar, Padukan Musikal dan Pertualangan Laki-Laki Bandung di Papua

Film ini menampilkan anak-anak sebagai subjek yang berani dan punya suara, bukan sebagai korban. Maira dan Tegar saling melengkapi karakter: Maira polos dan ceria, Tegar kalem dan reflektif.

7 Februari 2026
0
Film Anak Teman Tegar, Padukan Musikal dan Pertualangan Laki-Laki Bandung di Papua

Sejumlah pemain dan kru Film Anak Teman Tegar (foto:ist/koranpapua.id)

Bagikan ke FacebookBagikan ke XBagikan ke WhatsApp

TIMIKA, Koranpapua.id– Film Anak Teman Tegar yang mengisahkan seorang anak laki-laki asal Bandung yang berlibur di Papua, dapat menjadikan motivasi bagi generasi Papua untuk lebih mencintai alam.

Seperti salah satu kalimat yang dikutip dalam film tersebut ‘Alam ini kasih kita banyak. Tapi kita tidak boleh kasih apa-apa selain bersyukur untuk alam ini”.

ADVERTISEMENT

Kalimat dalam film anak Teman Tegar: Maira–Whisper from Papua sepertinya menyampaikan pesan penting tentang kesadaran manusia terhadap relasi dengan alam.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Film yang disutradarai Anggi Frisca, memadukan unsur musikal dan petualangan melalui perjalanan Tegar yang diperankan M Aldifi Tegarajasa.

Baca Juga

Putusan RUPS-RUPSLB BUMD: Pemda Puncak Berencana Beli Satu Unit Pesawat untuk Layani Masyarakat

Freeport Tingkatkan Proporsi Tenaga Kerja Papua ke Angka 40,9 Persen

Tegar merupakan seorang anak laki-laki dari Bandung, yang berlibur ke kampung halaman pengasuhnya di Papua, Teh Isy yang diperankan oleh Joan Wakum.

Kedatangan Tegar ke Papua dengan harapan menyaksikan keindahan burung Cendrawasih, sekaligus menapaki jejak cerita hutan yang pernah diceritakan mendiang kakeknya.

Ketika di Papua, Tegar bertemu Maira yang diperankan Elisabet Sisauta, gadis 12 tahun dari masyarakat adat yang mengajaknya menyusuri hutan untuk melihat burung Cendrawasih.

Persahabatan Tegar dan Maira berkembang, tidak hanya mengubah cara pandang mereka satu sama lain, tetapi juga membuka perspektif baru tentang alam dan kehidupan di sekitarnya.

Namun, rasa ingin tahu mereka berubah menjadi kesadaran akan bahaya yang mengancam hutan.

Konflik meningkat ketika masyarakat adat di pedalaman ditipu oleh Bos Besar, pemilik perusahaan pembalakan untuk tambang.

Maira, satu-satunya yang bisa membaca dan menulis di kampung halamannya, berusaha menyelamatkan hutan dibantu Tegar dan Teh Isy.

Film berdurasi lebih dari 90 menit ini menyuguhkan pesona alam Papua yang luar biasa, sekaligus mengangkat isu serius seperti krisis iklim.

Deforestasi, dan konflik perebutan lahan. Meski tema berat, film dikemas ringan sehingga ramah untuk semua usia.

Produser dr. Chandra Sembiring menekankan bahwa film dapat menjadi alat edukasi dan kampanye efektif.

“Kami ingin membangun ekosistem. Setiap film adalah alat edukasi, alat kampanye, dan benih gerakan,” ujar Chandra.

Pengalaman panjang Chandra di wilayah konflik, bencana, hutan, dan gunung-gunung membuatnya melihat masyarakat adat memiliki resiliensi yang kuat, yang sering terabaikan dalam pembangunan modern.

Film ini menampilkan anak-anak sebagai subjek yang berani dan punya suara, bukan sebagai korban. Maira dan Tegar saling melengkapi karakter: Maira polos dan ceria, Tegar kalem dan reflektif.

M Aldifi Tegarajasa membawakan karakter Tegar secara natural, menekankan pentingnya mendengar dan datang tanpa merasa paling tahu.

Elisabeth menampilkan Maira dengan ekspresi kuat tanpa banyak dialog, termasuk adegan sederhana seperti mengembalikan dokumen perusahaan sebagai simbol keberanian.

Pendekatan musikal menjadi kekuatan lain film ini, memadukan dongeng, musik, dan lanskap alam sebagai satu narasi utuh.

Joan Wakum, penyanyi dan aktris asal Papua, memerankan Teh Isy sekaligus memimpin pengembangan musik.

Ia bekerja sama dengan musisi lokal dan nasional untuk menciptakan komposisi orisinal yang menggabungkan ritme tradisional Papua dengan orkestrasi sinematik.

“Saya berharap film ini bukan sekadar hiburan. Lagu-lagu dan visual yang ditampilkan adalah kebanggaan kami anak-anak Papua. Ini tradisi yang akan kami bawa ke generasi berikutnya,” kata Joan Wakum. (Redaksi)

Cek juga berita-berita Koranpapua.id di Google News

Baca Artikel Lainnya

Putusan RUPS-RUPSLB BUMD: Pemda Puncak Berencana Beli Satu Unit Pesawat untuk Layani Masyarakat

Putusan RUPS-RUPSLB BUMD: Pemda Puncak Berencana Beli Satu Unit Pesawat untuk Layani Masyarakat

13 Mei 2026
Freeport Tingkatkan Proporsi Tenaga Kerja Papua ke Angka 40,9 Persen

Freeport Tingkatkan Proporsi Tenaga Kerja Papua ke Angka 40,9 Persen

13 Mei 2026
Penyelundupan Empat Ekor Burung Cenderawasih Berhasil Digagalkan Karantina Papua

Penyelundupan Empat Ekor Burung Cenderawasih Berhasil Digagalkan Karantina Papua

13 Mei 2026
Kunjungi Polres Mimika: Komisi III DPR RI Buka Ruang Dialog dengan Jajaran Kepolisian Papua Tengah

Kunjungi Polres Mimika: Komisi III DPR RI Buka Ruang Dialog dengan Jajaran Kepolisian Papua Tengah

13 Mei 2026
Komoditas Unggulan Mimika, Ratusan Kilogram Kepiting Bakau Diekspor ke Malaysia

Komoditas Unggulan Mimika, Ratusan Kilogram Kepiting Bakau Diekspor ke Malaysia

13 Mei 2026
Ingin Jadi ASN, Pemprov Papua Selatan Dorong Putra-Putri OAP Masuk Sekolah Kedinasan

Ingin Jadi ASN, Pemprov Papua Selatan Dorong Putra-Putri OAP Masuk Sekolah Kedinasan

13 Mei 2026

POPULER

  • Bupati Johannes Rettob Teken SK Perpanjangan Jabatan 133 Kepala Kampung di Mimika

    Bupati Johannes Rettob Teken SK Perpanjangan Jabatan 133 Kepala Kampung di Mimika

    950 shares
    Bagikan 380 Tweet 238
  • Panik Saat Belok, Pikap Angkut Puluhan Galon Terjun ke Parit di Timika

    683 shares
    Bagikan 273 Tweet 171
  • Enam Gubernur dan 42 Bupati se-Papua Raya Kumpul di Timika, Ini yang Dibahas

    573 shares
    Bagikan 229 Tweet 143
  • Dana Desa 133 Kampung di Mimika Belum Cair, Bakri Athoriq: Tunggu Pengukuhan Kepala Kampung

    556 shares
    Bagikan 222 Tweet 139
  • Anggota KKB Nopison Ditembak Mati, Ini Perjelasan Kapolda Papua Tengah Brigjen Jermias Rontini

    552 shares
    Bagikan 221 Tweet 138
  • OPM Pimpinan Guspi Waker Diduga Pelaku Penembakan yang Menewaskan Warga di Tembagapura

    529 shares
    Bagikan 212 Tweet 132
  • Polisi di Timika Lakukan Penyelidikan Misteri Kematian Pria di Bawah Truk

    526 shares
    Bagikan 210 Tweet 132
Next Post
Kasus Pembunuhan SL di Jalan Ahmad Yani: Polres Mimika Amankan Saksi Kunci, Pelaku Lain Masih Diburu

Kasus Pembunuhan SL di Jalan Ahmad Yani: Polres Mimika Amankan Saksi Kunci, Pelaku Lain Masih Diburu

Pemkab Mimika Kucurkan Hibah Rp15 Miliar Perkuat Layanan RS Mitra Masyarakat

Tingkatkan Kualitas Pelayanan, Tahun Ini Dinkes Mimika Bangun Perumahan Nakes di Pesisir dan Pegunungan

Gangguan Produksi Tambang Pertumbuhan Ekonomi Papua Tengah Kontraksi 6%, Maluku Utara Tampil sebagai Penyeimbang

Gangguan Produksi Tambang Pertumbuhan Ekonomi Papua Tengah Kontraksi 6%, Maluku Utara Tampil sebagai Penyeimbang

Koran Papua

© 2024 Koranpapua.id

Menu

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto

© 2024 Koranpapua.id