ADVERTISEMENT
Sabtu, Februari 7, 2026
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
ADVERTISEMENT
Home Hukrim Info Terkini

Film Anak Teman Tegar, Padukan Musikal dan Pertualangan Laki-Laki Bandung di Papua

Film ini menampilkan anak-anak sebagai subjek yang berani dan punya suara, bukan sebagai korban. Maira dan Tegar saling melengkapi karakter: Maira polos dan ceria, Tegar kalem dan reflektif.

7 Februari 2026
0
Film Anak Teman Tegar, Padukan Musikal dan Pertualangan Laki-Laki Bandung di Papua

Sejumlah pemain dan kru Film Anak Teman Tegar (foto:ist/koranpapua.id)

Bagikan ke FacebookBagikan ke XBagikan ke WhatsApp

TIMIKA, Koranpapua.id– Film Anak Teman Tegar yang mengisahkan seorang anak laki-laki asal Bandung yang berlibur di Papua, dapat menjadikan motivasi bagi generasi Papua untuk lebih mencintai alam.

Seperti salah satu kalimat yang dikutip dalam film tersebut ‘Alam ini kasih kita banyak. Tapi kita tidak boleh kasih apa-apa selain bersyukur untuk alam ini”.

ADVERTISEMENT

Kalimat dalam film anak Teman Tegar: Maira–Whisper from Papua sepertinya menyampaikan pesan penting tentang kesadaran manusia terhadap relasi dengan alam.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Film yang disutradarai Anggi Frisca, memadukan unsur musikal dan petualangan melalui perjalanan Tegar yang diperankan M Aldifi Tegarajasa.

Baca Juga

Dukung Program Presiden Prabowo, Polda Papua Tengah Bangun SPPG di Mimika

Dari Forum Seminar Konservasi, Perubahan Iklim Ancam Peneluran Kura-kura Moncong Babi di Papua

Tegar merupakan seorang anak laki-laki dari Bandung, yang berlibur ke kampung halaman pengasuhnya di Papua, Teh Isy yang diperankan oleh Joan Wakum.

Kedatangan Tegar ke Papua dengan harapan menyaksikan keindahan burung Cendrawasih, sekaligus menapaki jejak cerita hutan yang pernah diceritakan mendiang kakeknya.

Ketika di Papua, Tegar bertemu Maira yang diperankan Elisabet Sisauta, gadis 12 tahun dari masyarakat adat yang mengajaknya menyusuri hutan untuk melihat burung Cendrawasih.

Persahabatan Tegar dan Maira berkembang, tidak hanya mengubah cara pandang mereka satu sama lain, tetapi juga membuka perspektif baru tentang alam dan kehidupan di sekitarnya.

Namun, rasa ingin tahu mereka berubah menjadi kesadaran akan bahaya yang mengancam hutan.

Konflik meningkat ketika masyarakat adat di pedalaman ditipu oleh Bos Besar, pemilik perusahaan pembalakan untuk tambang.

Maira, satu-satunya yang bisa membaca dan menulis di kampung halamannya, berusaha menyelamatkan hutan dibantu Tegar dan Teh Isy.

Film berdurasi lebih dari 90 menit ini menyuguhkan pesona alam Papua yang luar biasa, sekaligus mengangkat isu serius seperti krisis iklim.

Deforestasi, dan konflik perebutan lahan. Meski tema berat, film dikemas ringan sehingga ramah untuk semua usia.

Produser dr. Chandra Sembiring menekankan bahwa film dapat menjadi alat edukasi dan kampanye efektif.

“Kami ingin membangun ekosistem. Setiap film adalah alat edukasi, alat kampanye, dan benih gerakan,” ujar Chandra.

Pengalaman panjang Chandra di wilayah konflik, bencana, hutan, dan gunung-gunung membuatnya melihat masyarakat adat memiliki resiliensi yang kuat, yang sering terabaikan dalam pembangunan modern.

Film ini menampilkan anak-anak sebagai subjek yang berani dan punya suara, bukan sebagai korban. Maira dan Tegar saling melengkapi karakter: Maira polos dan ceria, Tegar kalem dan reflektif.

M Aldifi Tegarajasa membawakan karakter Tegar secara natural, menekankan pentingnya mendengar dan datang tanpa merasa paling tahu.

Elisabeth menampilkan Maira dengan ekspresi kuat tanpa banyak dialog, termasuk adegan sederhana seperti mengembalikan dokumen perusahaan sebagai simbol keberanian.

Pendekatan musikal menjadi kekuatan lain film ini, memadukan dongeng, musik, dan lanskap alam sebagai satu narasi utuh.

Joan Wakum, penyanyi dan aktris asal Papua, memerankan Teh Isy sekaligus memimpin pengembangan musik.

Ia bekerja sama dengan musisi lokal dan nasional untuk menciptakan komposisi orisinal yang menggabungkan ritme tradisional Papua dengan orkestrasi sinematik.

“Saya berharap film ini bukan sekadar hiburan. Lagu-lagu dan visual yang ditampilkan adalah kebanggaan kami anak-anak Papua. Ini tradisi yang akan kami bawa ke generasi berikutnya,” kata Joan Wakum. (Redaksi)

Cek juga berita-berita Koranpapua.id di Google News

Baca Artikel Lainnya

Dukung Program Presiden Prabowo, Polda Papua Tengah Bangun SPPG di Mimika

Dukung Program Presiden Prabowo, Polda Papua Tengah Bangun SPPG di Mimika

7 Februari 2026
Dari Forum Seminar Konservasi, Perubahan Iklim Ancam Peneluran Kura-kura Moncong Babi di Papua

Dari Forum Seminar Konservasi, Perubahan Iklim Ancam Peneluran Kura-kura Moncong Babi di Papua

7 Februari 2026
Gangguan Produksi Tambang Pertumbuhan Ekonomi Papua Tengah Kontraksi 6%, Maluku Utara Tampil sebagai Penyeimbang

Gangguan Produksi Tambang Pertumbuhan Ekonomi Papua Tengah Kontraksi 6%, Maluku Utara Tampil sebagai Penyeimbang

7 Februari 2026
Pemkab Mimika Kucurkan Hibah Rp15 Miliar Perkuat Layanan RS Mitra Masyarakat

Tingkatkan Kualitas Pelayanan, Tahun Ini Dinkes Mimika Bangun Perumahan Nakes di Pesisir dan Pegunungan

7 Februari 2026
Kasus Pembunuhan SL di Jalan Ahmad Yani: Polres Mimika Amankan Saksi Kunci, Pelaku Lain Masih Diburu

Kasus Pembunuhan SL di Jalan Ahmad Yani: Polres Mimika Amankan Saksi Kunci, Pelaku Lain Masih Diburu

7 Februari 2026
Film Anak Teman Tegar, Padukan Musikal dan Pertualangan Laki-Laki Bandung di Papua

Film Anak Teman Tegar, Padukan Musikal dan Pertualangan Laki-Laki Bandung di Papua

7 Februari 2026

POPULER

  • Proviciat Merlins R Waromi! Wanita Asal Papua Lulus Dokter Spesialis Tercepat di UGM

    Proviciat Merlins R Waromi! Wanita Asal Papua Lulus Dokter Spesialis Tercepat di UGM

    663 shares
    Bagikan 265 Tweet 166
  • Ngaku Istri Pejabat Papua Tengah, Wanita Ini Labrak Oknum ASN Berpakaian Dinas

    585 shares
    Bagikan 234 Tweet 146
  • Hidup Semakin Susah, Pengungsi Konflik Tapal Batas di Mimika Barat Tengah Keluhkan Minimnya Perhatian Pemerintah

    561 shares
    Bagikan 224 Tweet 140
  • TPNPB-OPM Klaim Tembak Mati Satu Agen Intelejen Militer di Dekai Yahukimo

    561 shares
    Bagikan 224 Tweet 140
  • Sejumlah Perwira Polres Mimika Bergeser Jabatan, Ini Pesan Kapolres

    552 shares
    Bagikan 221 Tweet 138
  • Pj Sekda Mimika Soroti Rendahnya Kepatuhan OPD, Sampai Batas Akhir Hanya Tiga OPD yang Sampaikan LAKIP

    551 shares
    Bagikan 220 Tweet 138
  • Seorang Pria Ditemukan Tewas Gantung Diri di Jalan Pattimura Ujung Timika

    547 shares
    Bagikan 219 Tweet 137
Next Post
Kasus Pembunuhan SL di Jalan Ahmad Yani: Polres Mimika Amankan Saksi Kunci, Pelaku Lain Masih Diburu

Kasus Pembunuhan SL di Jalan Ahmad Yani: Polres Mimika Amankan Saksi Kunci, Pelaku Lain Masih Diburu

Pemkab Mimika Kucurkan Hibah Rp15 Miliar Perkuat Layanan RS Mitra Masyarakat

Tingkatkan Kualitas Pelayanan, Tahun Ini Dinkes Mimika Bangun Perumahan Nakes di Pesisir dan Pegunungan

Gangguan Produksi Tambang Pertumbuhan Ekonomi Papua Tengah Kontraksi 6%, Maluku Utara Tampil sebagai Penyeimbang

Gangguan Produksi Tambang Pertumbuhan Ekonomi Papua Tengah Kontraksi 6%, Maluku Utara Tampil sebagai Penyeimbang

Koran Papua

© 2024 Koranpapua.id

Menu

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto

© 2024 Koranpapua.id