JAYAPURA, Koranpapua.id- Kebakaran hebat yang terjadi di Jalan Giling Batu, Distrik Karubaga, Kabupaten Tolikara, Papua Pegunungan, masih menyisahkan cerita bagi warga yang bermukim di wilayah itu.
Ratusan warga yang kehilangan tempat tinggal, kini terpaksa mengungsi dan bertahan hidup di tenda-tenda darurat yang didirikan di sekitar lokasi kebakaran.
Berdasarkan hasil olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) yang dilakukan tim gabungan Satreskrim Polres Tolikara bersama Direktorat Reserse Kriminal Umum, Unit Identifikasi dan Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Papua, telah mendapatkan sejumlah data baru.
Sebanyak 179 bangunan yang terdiri dari rumah tinggal dan tempat usaha (kios) hangus dalam peristiwa yang terjadi pada Rabu 4 Februari 2026. Sementara estimasi kerugian materiil diperkirakan mencapai puluhan miliar rupiah.
Hal itu diungkapkan Kombes Pol. Cahyo Sukarnito, Kabid Humas Polda Papua, di Jayapura, Jumat 6 Februari 2026.
“Berdasarkan hasil penyelidikan, penyebab kebakaran diduga berasal dari korsleting listrik dari salah satu rumah warga,” ujar Cahyo.
Saat ini ratusan warga terdampak masih bertahan di tenda-tenda pengungsian darurat. Meski demikian, para pengungsi tetap mendapatkan perhatian oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tolikara.
“Mereka sudah mendirikan tenda dan juga menyalurkan bantuan bahan pangan bagi masyarakat korban bencana kebakaran,” tuturnya.
Cahyo juga menyampaikan bahwa, pada peristiwa kabakaran hebat tersebut meski menghanguskan ratusan rumah, namun tidak ada korban jiwa. (Redaksi)










