SUPIORI, Koranpapua.id- Di tengah kesibukan sebagai orang nomor satu di Polres Supiori, Polda Papua, Kompol Frits Joni Erari, S.E., M.M, berkesempatan melakukan kunjungan ke kuburan tua yang berada di Kampung Kyamdori, Distrik Supiori Barat, Kabupaten Supiori.
Sebelum melakukan kunjungan ke kuburan tua, Kamis 5 Februari 2026, Frits yang baru menjabat sebagai Kapolres Supiori terlebih dahulu mengikuti kegiatan peringatan Hari Pekabaran Injil (HPI) di Tanah Papua ke-171 Tahun.
Mantan Waka Polres Keerom itu, juga menyempatkan waktu untuk mengunjungi situs gereja tua ‘Vanhasen’ yang dibangun oleh Noseni Petrus Kafiar tahun 1912 di Desa Aemas.
Untuk diketahui Noseni Petrus Kafiar itu merupakan orang Papua pertama yang dibaptis oleh Wilhelm Ottow dan Johann Gottlob Geissler di Mansinam Manokwari, Papua Barat.
Saat ini gereja tua Vanhasen yang fondasinya dibangun dari batu kapur yang dibakar (bukan semen) sampai saat ini masih ada dan dapat dijadikan bukti sejarah. Kini gereja tersebut dimanfaatkan untuk pendidikan sekaligus tempat ibadah bagi jemaat di wilayah itu.
Kegiatan ini berlangsung dengan penuh rasa syukur sebagai bentuk penghormatan terhadap masuknya Injil dan peran pentingnya dalam kehidupan masyarakat Papua.
Dalam kunjungan ke kuburan tua di Kampung Kampung Kyamdori, Kapolres Frits didampingi oleh Bapak Otto Rumainum.
Kunjungan ini merupakan wujud kepedulian dan penghormatan terhadap sejarah serta nilai-nilai budaya dan spiritual masyarakat setempat.
Dalam kesempatan tersebut, Kapolres Frits Erari mengatakan bahwa, sangat penting menjaga dan melestarikan situs-situs bersejarah sebagai bagian dari identitas dan warisan leluhur yang harus dihormati bersama.
Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga persatuan, toleransi, serta keamanan dan ketertiban di wilayah Kabupaten Supiori.
“Kita semua dapat berada di tempat ini, termasuk saya selaku Kapolres Supiori sangat bersyukur karena pada hari ini dapat hadir secara langsung dan mendengarkan sejarah Pekabaran Injil dari para orang tua dan tokoh masyarakat di kampung ini,” ungkapnya. (Redaksi)







