ADVERTISEMENT
Kamis, Februari 5, 2026
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
ADVERTISEMENT
Home Hukrim Info Terkini

Menyalakan Asa dari Asrama SATP Timika: Dua Pelajar Papua Menembus Prestasi Nasional dan Dunia

Meski belum meraih juara utama, Yoran berhasil mendapatkan penghargaan dari ajang bergengsi tersebut. Soal masa depan, Yoran telah menyiapkan mimpi besar.

5 Februari 2026
0
Menyalakan Asa dari Asrama SATP Timika: Dua Pelajar Papua Menembus Prestasi Nasional dan Dunia

Yoran Kum dan Ega Wefako pelajar Smp di Sekolah Asrama Taruna Papua (SATP) di Kabupaten Mimika, Papua Tengah. (foto: Hayun Nuhuyanan/koranpapua.id)

Bagikan ke FacebookBagikan ke XBagikan ke WhatsApp

TIMIKA, Koranpapua.id– Sekolah Asrama Taruna Papua (SATP) di Kabupaten Mimika, Papua Tengah, terus melahirkan generasi muda Papua yang berprestasi dan berani bermimpi besar.

Sekolah berpola asrama ini dikenal memiliki tenaga pengajar yang profesional dengan program pembelajaran unggulan berstandar Internasional.

ADVERTISEMENT

SATP merupakan sekolah milik Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK) yang dikelola oleh Yayasan Pendidikan Lokon (YPL), dengan pembiayaan bersumber dari dana kemitraan PT Freeport Indonesia (PTFI).

Advertisement. Scroll to continue reading.

Dari sekolah inilah kisah dua pelajar, Yoran Kum dan Ega Wefako, bermula.

Baca Juga

Hidup Semakin Susah, Pengungsi Konflik Tapal Batas di Mimika Barat Tengah Keluhkan Minimnya Perhatian Pemerintah

Seorang Pria Ditemukan Tewas Gantung Diri di Jalan Pattimura Ujung Timika

Keduanya yang kini berusia 16 tahun, berasal dari latar belakang berbeda, namun dipersatukan oleh semangat belajar dan cita-cita besar untuk masa depan.

Datang dengan Niat Sendiri

Yoran Kum, siswa kelas VIII SMP SATP asal Amungme – Damal, memilih bersekolah di SATP atas keinginannya sendiri.

Ketertarikannya muncul saat ia diajak temannya yang lebih dulu bersekolah di SATP untuk melihat lingkungan sekolah.

“Masuk ke asrama ini dengan keinginan sendiri, saya minta orang tua untuk mendaftar untuk masuk ke sini,” ujar Yoran saat diwawancararai Selasa 3 Februari 2026.

Sejak SD kelas satu, Yoran telah menempuh pendidikan di SATP. Kehidupan berasrama dengan disiplin ketat sempat menjadi tantangan baginya.

Ia harus menyesuaikan diri dengan kebiasaan bangun dini hari, antre mandi, serta mengikuti aturan asrama yang berbeda dari kehidupannya sebelumnya.

“Setelah masuk, saya juga tidak bisa menyesuaikan, tapi mengikuti saja apa yang disuruh oleh pimpinan,” katanya.

Rutinitas harian dimulai sejak pukul 04.00 WIT, meliputi mandi, piket, merapikan tempat tidur, ibadah bersama, hingga kegiatan belajar.

Disiplin tersebut perlahan membentuk karakter dan ketekunan Yoran.

Menembus Olimpiade Matematika Asia

Selain aktif di kegiatan non-akademik seperti basket dan bulu tangkis, Yoran juga menorehkan prestasi di bidang akademik.

Ia pernah mengikuti Asia International Mathematical Olympiad (ASMO) di Tokyo dan memperoleh penghargaan dari ajang tersebut.

“Saya mengikuti lomba ASMO di Tokyo,” ujarnya.

Meski belum meraih juara utama, Yoran berhasil mendapatkan penghargaan dari ajang bergengsi tersebut. Soal masa depan, Yoran telah menyiapkan mimpi besar.

Ia bercita cita menjadi seorang pilot atau pengusaha jika cita-cita pertamanya belum tercapai.

Dari Pesisir Jita ke Panggung Nasional

Sementara itu, Ega Wefako, siswi kelas VIII SMP SATP lainnya, merupakan anak peranakan Amungme–Mimika yang berasal dari Kampung Jita, Distrik Jita, wilayah pesisir Mimika.

Ketertarikannya pada SATP muncul saat pertama kali melihat lingkungan sekolah ketika mengantar adiknya.

“Pas pertama kali masuk lihat lingkungan sekolah, besar sekali dan bagus, jadi langsung tertarik,” ujar Ega.

Ega mulai bersekolah di SATP sejak 2019. Ia aktif di berbagai kegiatan akademik dan non-akademik, termasuk lomba tari serta olimpiade sains.

Ia lolos Olimpiade Sains Nasional (OSN) tingkat kabupaten hingga provinsi, serta mengikuti Gadjah Mada Science Olympiad (GSO) dan berhasil melaju ke tingkat nasional di Yogyakarta.

“Setelah itu tembus yang ke Jogja, tempat lombanya di Universitas Gadjah Mada,” katanya.

Pada 2024, Ega juga meraih juara dua lomba sains tingkat Kabupaten Mimika.

Sekolah Gratis, Harapan Terbuka

Berasal dari keluarga besar dengan sepuluh bersaudara, Ega menilai SATP memberi peluang besar karena dukungan biaya pendidikan yang sepenuhnya ditanggung.

“Puji Tuhan sekolah ini gratis, jadi subsidi penuh,” ucapnya.

Ia bercita-cita melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi, bekerja di bidang hubungan internasional, serta bermimpi melanjutkan studi ke luar negeri, khususnya Amerika Serikat.

Menyalakan Asa dari Asrama

Kisah Yoran Kum dan Ega Wefako menjadi potret nyata bahwa SATP bukan sekadar sekolah, melainkan ruang tumbuh bagi anak-anak Papua untuk membangun disiplin, meraih prestasi, dan menyalakan harapan masa depan.

Dari Mimika, melalui pendidikan asrama, mimpi untuk menembus langit dan dunia internasional terus dinyalakan. (*)

Penulis: Hayun Nuhuyanan

Editor: Marthen LL Moru

Cek juga berita-berita Koranpapua.id di Google News

Baca Artikel Lainnya

Menyalakan Asa dari Asrama SATP Timika: Dua Pelajar Papua Menembus Prestasi Nasional dan Dunia

Menyalakan Asa dari Asrama SATP Timika: Dua Pelajar Papua Menembus Prestasi Nasional dan Dunia

5 Februari 2026
Hidup Semakin Susah, Pengungsi Konflik Tapal Batas di Mimika Barat Tengah Keluhkan Minimnya Perhatian Pemerintah

Hidup Semakin Susah, Pengungsi Konflik Tapal Batas di Mimika Barat Tengah Keluhkan Minimnya Perhatian Pemerintah

5 Februari 2026
Seorang Pria Ditemukan Tewas Gantung Diri di Jalan Pattimura Ujung Timika

Seorang Pria Ditemukan Tewas Gantung Diri di Jalan Pattimura Ujung Timika

5 Februari 2026
Ribka Haluk: PLBN Harus Memberikan Dampak Nyata ‘Piring Nasi’ Masyarakat, Bukan Sekadar Simbol Kedaulatan yang Megah

Ribka Haluk: PLBN Harus Memberikan Dampak Nyata ‘Piring Nasi’ Masyarakat, Bukan Sekadar Simbol Kedaulatan yang Megah

5 Februari 2026
DPR RI dan Pemda di Papua Selatan Gelar Rapat Tertutup Bahas Strategi Pembangunan Perbatasan

DPR RI dan Pemda di Papua Selatan Gelar Rapat Tertutup Bahas Strategi Pembangunan Perbatasan

5 Februari 2026
Kecuali Papua Selatan, Provinsi di Papua Raya Mengalami Deflasi di Bulan Januari 2026, Ini Penyebabnya

Kecuali Papua Selatan, Provinsi di Papua Raya Mengalami Deflasi di Bulan Januari 2026, Ini Penyebabnya

5 Februari 2026

POPULER

  • Ketua YLBH Papua Tengah Ingatkan Pelaku Pembunuhan SL Menyerahkan Diri

    Ketua YLBH Papua Tengah Ingatkan Pelaku Pembunuhan SL Menyerahkan Diri

    801 shares
    Bagikan 320 Tweet 200
  • Proviciat Merlins R Waromi! Wanita Asal Papua Lulus Dokter Spesialis Tercepat di UGM

    646 shares
    Bagikan 258 Tweet 162
  • TPNPB-OPM Klaim Tembak Mati Satu Agen Intelejen Militer di Dekai Yahukimo

    556 shares
    Bagikan 222 Tweet 139
  • Pj Sekda Mimika Soroti Rendahnya Kepatuhan OPD, Sampai Batas Akhir Hanya Tiga OPD yang Sampaikan LAKIP

    551 shares
    Bagikan 220 Tweet 138
  • Kombes Pol. Andreas Tampubolon: Baik Buruk Citra Polisi Sangat Ditentukan Pelayanan di Tingkat Polsek

    543 shares
    Bagikan 217 Tweet 136
  • Polisi Gerak Cepat, Berhasil Tangkap Pelaku Begal yang Tebas Tangan Pelajar di Timika

    537 shares
    Bagikan 215 Tweet 134
  • Pembangunan Gedung Kampus UOP Didanai APBN Sebesar Rp60 Miliar, Bupati Spei: Bukan dari APBD

    534 shares
    Bagikan 214 Tweet 134
Koran Papua

© 2024 Koranpapua.id

Menu

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto

© 2024 Koranpapua.id