TIMIKA, Koranpapua.id– Sekolah Asrama Taruna Papua (SATP) di Kabupaten Mimika, Papua Tengah, terus melahirkan generasi muda Papua yang berprestasi dan berani bermimpi besar.
Sekolah berpola asrama ini dikenal memiliki tenaga pengajar yang profesional dengan program pembelajaran unggulan berstandar Internasional.
SATP merupakan sekolah milik Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK) yang dikelola oleh Yayasan Pendidikan Lokon (YPL), dengan pembiayaan bersumber dari dana kemitraan PT Freeport Indonesia (PTFI).
Dari sekolah inilah kisah dua pelajar, Yoran Kum dan Ega Wefako, bermula.
Keduanya yang kini berusia 16 tahun, berasal dari latar belakang berbeda, namun dipersatukan oleh semangat belajar dan cita-cita besar untuk masa depan.
Datang dengan Niat Sendiri

Yoran Kum, siswa kelas VIII SMP SATP asal Amungme – Damal, memilih bersekolah di SATP atas keinginannya sendiri.
Ketertarikannya muncul saat ia diajak temannya yang lebih dulu bersekolah di SATP untuk melihat lingkungan sekolah.
“Masuk ke asrama ini dengan keinginan sendiri, saya minta orang tua untuk mendaftar untuk masuk ke sini,” ujar Yoran saat diwawancararai Selasa 3 Februari 2026.
Sejak SD kelas satu, Yoran telah menempuh pendidikan di SATP. Kehidupan berasrama dengan disiplin ketat sempat menjadi tantangan baginya.
Ia harus menyesuaikan diri dengan kebiasaan bangun dini hari, antre mandi, serta mengikuti aturan asrama yang berbeda dari kehidupannya sebelumnya.
“Setelah masuk, saya juga tidak bisa menyesuaikan, tapi mengikuti saja apa yang disuruh oleh pimpinan,” katanya.
Rutinitas harian dimulai sejak pukul 04.00 WIT, meliputi mandi, piket, merapikan tempat tidur, ibadah bersama, hingga kegiatan belajar.
Disiplin tersebut perlahan membentuk karakter dan ketekunan Yoran.
Menembus Olimpiade Matematika Asia
Selain aktif di kegiatan non-akademik seperti basket dan bulu tangkis, Yoran juga menorehkan prestasi di bidang akademik.
Ia pernah mengikuti Asia International Mathematical Olympiad (ASMO) di Tokyo dan memperoleh penghargaan dari ajang tersebut.
“Saya mengikuti lomba ASMO di Tokyo,” ujarnya.
Meski belum meraih juara utama, Yoran berhasil mendapatkan penghargaan dari ajang bergengsi tersebut. Soal masa depan, Yoran telah menyiapkan mimpi besar.
Ia bercita cita menjadi seorang pilot atau pengusaha jika cita-cita pertamanya belum tercapai.
Dari Pesisir Jita ke Panggung Nasional
Sementara itu, Ega Wefako, siswi kelas VIII SMP SATP lainnya, merupakan anak peranakan Amungme–Mimika yang berasal dari Kampung Jita, Distrik Jita, wilayah pesisir Mimika.
Ketertarikannya pada SATP muncul saat pertama kali melihat lingkungan sekolah ketika mengantar adiknya.
“Pas pertama kali masuk lihat lingkungan sekolah, besar sekali dan bagus, jadi langsung tertarik,” ujar Ega.
Ega mulai bersekolah di SATP sejak 2019. Ia aktif di berbagai kegiatan akademik dan non-akademik, termasuk lomba tari serta olimpiade sains.
Ia lolos Olimpiade Sains Nasional (OSN) tingkat kabupaten hingga provinsi, serta mengikuti Gadjah Mada Science Olympiad (GSO) dan berhasil melaju ke tingkat nasional di Yogyakarta.
“Setelah itu tembus yang ke Jogja, tempat lombanya di Universitas Gadjah Mada,” katanya.
Pada 2024, Ega juga meraih juara dua lomba sains tingkat Kabupaten Mimika.
Sekolah Gratis, Harapan Terbuka
Berasal dari keluarga besar dengan sepuluh bersaudara, Ega menilai SATP memberi peluang besar karena dukungan biaya pendidikan yang sepenuhnya ditanggung.
“Puji Tuhan sekolah ini gratis, jadi subsidi penuh,” ucapnya.
Ia bercita-cita melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi, bekerja di bidang hubungan internasional, serta bermimpi melanjutkan studi ke luar negeri, khususnya Amerika Serikat.
Menyalakan Asa dari Asrama
Kisah Yoran Kum dan Ega Wefako menjadi potret nyata bahwa SATP bukan sekadar sekolah, melainkan ruang tumbuh bagi anak-anak Papua untuk membangun disiplin, meraih prestasi, dan menyalakan harapan masa depan.
Dari Mimika, melalui pendidikan asrama, mimpi untuk menembus langit dan dunia internasional terus dinyalakan. (*)
Penulis: Hayun Nuhuyanan
Editor: Marthen LL Moru







