ADVERTISEMENT
Kamis, Februari 5, 2026
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
ADVERTISEMENT
Home Ekonomi

Kecuali Papua Selatan, Provinsi di Papua Raya Mengalami Deflasi di Bulan Januari 2026, Ini Penyebabnya

Upaya pengendalian inflasi selama bulan Januari 2026 telah dilakukan melalui sinergi dan kolaborasi bersama mitra kerja strategis yang terus diperkuat di seluruh Provinsi di Papua Raya.

5 Februari 2026
0
Kecuali Papua Selatan, Provinsi di Papua Raya Mengalami Deflasi di Bulan Januari 2026, Ini Penyebabnya

Gerakan Pangan Murah (GPM) sebagai salah satu satu upaya BI Papua menekan inflasi.(foto:ist/koranpapua.id)

Bagikan ke FacebookBagikan ke XBagikan ke WhatsApp

TIMIKA, Koranpapua.id- Lima dari enam provinsi di Papua Raya mengalami deflasi selama bulan Januari 2026, kecuali Provinsi Papua Selatan yang mengalami inflasi sebesar 1,06 persen (mtm).

Berdasarkan rilis Badan Pusat Statistik (BPS) Januari 2026 di seluruh provinsi di wilayah kerja Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Provinsi Papua, disebabkan oleh semakin menipisnya stok pangan lokal pasca HBKN Nataru dan ketidakpastian cuaca.

ADVERTISEMENT

Deputi Direktur Kepala perwakilan BI Papua, Warsono mengatakan, Inflasi tahunan pada bulan Januari 2026 secara agregat tercatat inflasi.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Ini menunjukkan adanya peningkatan sebagai dampak dari low-base effect diskon tarif listrik di Januari 2025. Selain itu, gejolak ketidakpastian global turut mendorong peningkatan harga emas.

Baca Juga

Menyalakan Asa dari Asrama SATP Timika: Dua Pelajar Papua Menembus Prestasi Nasional dan Dunia

Hidup Semakin Susah, Pengungsi Konflik Tapal Batas di Mimika Barat Tengah Keluhkan Minimnya Perhatian Pemerintah

Berdasarkan kelompoknya, inflasi pada bulan Januari 2026 disebabkan utamanya oleh kelompok makanan, minuman, dan tembakau.

Hal ini sejalan dengan meningkatnya permintaan selama Tahun Baru seiring terbatasnya pasokan pangan lokal.

Berikut rincian perkembangan inflasi di wilker KPw BI Provinsi Papua adalah sebagai berikut:

Inflasi Provinsi Papua Bulanan: -0,36% (mtm) Tahun Berjalan: -0,36% (ytd) Tahunan: 3,55% (yoy) Berdasarkan komoditas penyumbang.

Deflasi di Provinsi Papua didorong oleh Angkutan Udara dengan andil sebesar -0,40%, diikuti dengan Buah Pinang (andil -0,18%), Tomat (andil – 0,05%), Sirih (andil -0,05%), dan Cabai Rawit (andil-0,04%).

Di sisi lain, komoditas yang mengalami inflasi tercatat terjadi pada komoditas Kangkung dengan andil sebesar 0,15%, Emas Perhiasan (andil 0,13%), Ikan Tuna (andil 0,09%), Ikan Kawalina (andil 0,06%) dan Sigaret Putih Mesin (andil 0,06%).

Inflasi Provinsi Papua Selatan Bulanan: 1,06% (mtm) Tahun Berjalan: 1,06% (ytd) Tahunan: 4,83% (yoy).

Berdasarkan komoditas peyumbang inflasi, tercatat peningkatan harga di Papua Selatan didorong utamanya oleh komoditas Ikan Mujair dengan andil sebesar 0,55%.

Termasuk Emas Perhiasan (andil 0,22%), Kangkung (andil 0,10%), Daging Ayam Ras (andil 0,09%) dan Bawang Merah (andil 0,06%).

Di sisi lain, komoditas utama penyumbang deflasi pada Provinsi Papua Selatan yaitu Angkutan Udara dengan andil sebesar -0,14%.

Diikuti dengan Sawi Hijau (andil -0,06%), Bensin (andil -0,03%), Buncis (andil -0,03%), dan Wortel (andil-0,02%).

Inflasi Provinsi Papua Tengah Bulanan: -0,29% (mtm) Tahun Berjalan: -0,29% (ytd) Tahunan: 4,85% (yoy).

Berdasarkan komoditas penyumbang, deflasi di Provinsi Papua Tengah dipicu oleh komoditas Emas Perhiasan dengan andil sebesar 0,19%, Bawang Merah (andil 0,10%), Tomat (andil 0,10%), Terong (andil 0,05%) dan Bahan Bakar Rumah Tangga (andil 0,05%).

Di sisi lain, komoditas utama penyumbang deflasi pada Provinsi Papua Tengah yaitu Cabai Rawit dengan andil sebesar -0,57%.

Diikuti dengan Cabai Merah (andil -0,11%), Angkutan Udara (andil -0,08%), Tempe (andil -0,03%), dan Daging Babi (andil-0,03%).

Inflasi Provinsi Papua Pegunungan Bulanan: -0,05% (mtm) Tahun Berjalan: -0,05% (ytd)

Tahunan: 2,93% (yoy) berdasarkan komoditas penyumbang, deflasi di Provinsi Papua Pegunungan disebabkan oleh penurunan harga komoditas Cabai Rawit dengan andil sebesar -0,50%.

Diikuti dengan Talas/Keladi (andil -0,09%), Tomat (andil -0,04%), Daging Babi (andil -0,04%), dan Bawang Merah (andil-0,03%).

Di sisi lain, komoditas utama penyumbang inflasi tercatat terjadi pada komoditas Ketela Rambat dengan andil sebesar 0,11%.

Diikuti dengan Sawi Hijau (andil 0,10%), Telur Ayam Ras (andil 0,10%), Sawi Putih (andil 0,09%) dan Daging Ayam Ras (andil 0,09%).

Upaya pengendalian inflasi selama bulan Januari 2026 telah dilakukan melalui sinergi dan kolaborasi bersama mitra kerja strategis yang terus diperkuat di seluruh Provinsi di Papua Raya.

Di antaranya 1. K1 (Keterjangkauan Harga) Penyusunan kalender tanam & panen sebagai rekomendasi komoditas untuk Gerakan Pangan Murah (GPM) di seluruh wilayah kerja Papua dan Daerah Otonomi Baru (DOB).

Hal itu sebagai langkah penguatan sisi pasokan dengan harapan dapat meningkatkan keterjangkauan harga bagi masyarakat.

K2 (Ketersediaan Pasokan) telah dilaksanakan survei identifikasi kelompok tani potensial untuk pemetaan ketersediakan pasokan komoditas di Provinsi Papua dan DOB.

K3 (Kelancaran Distribusi) telah disalurkannya bantuan sarana prasarana kepada salah satu kelompok tani di Kabupaten Jayawijaya untuk menunjang distribusi hasil pangan dan keikutsertaan pada GPM.

K4 (Komunikasi Efektif) untuk mendukung penguatan koordinasi dan sinergi TPID, telah dilaksanakan Rapat Koordinasi bersama antara BI baik dengan pemerintah daerah.

Rapat tersebut dalam rangka upaya pengendalian inflasi menjelang Bulan Ramadhan dan HBKN Idul Fitri 2026.

Selanjutnya, KPwBI Provinsi Papua telah merilis konten di media sosial yang bertujuan untuk meningkatkan pemahaman publik mengenai pentingnya sinergi antar pemangku kepentingan.

Termasuk peran hilirisasi pangan dalam menjaga stabilitas harga, sekaligus mendukung pembentukan ekspektasi inflasi masyarakat yang terjaga. (Redaksi)

Cek juga berita-berita Koranpapua.id di Google News

Baca Artikel Lainnya

Menyalakan Asa dari Asrama SATP Timika: Dua Pelajar Papua Menembus Prestasi Nasional dan Dunia

Menyalakan Asa dari Asrama SATP Timika: Dua Pelajar Papua Menembus Prestasi Nasional dan Dunia

5 Februari 2026
Hidup Semakin Susah, Pengungsi Konflik Tapal Batas di Mimika Barat Tengah Keluhkan Minimnya Perhatian Pemerintah

Hidup Semakin Susah, Pengungsi Konflik Tapal Batas di Mimika Barat Tengah Keluhkan Minimnya Perhatian Pemerintah

5 Februari 2026
Seorang Pria Ditemukan Tewas Gantung Diri di Jalan Pattimura Ujung Timika

Seorang Pria Ditemukan Tewas Gantung Diri di Jalan Pattimura Ujung Timika

5 Februari 2026
Ribka Haluk: PLBN Harus Memberikan Dampak Nyata ‘Piring Nasi’ Masyarakat, Bukan Sekadar Simbol Kedaulatan yang Megah

Ribka Haluk: PLBN Harus Memberikan Dampak Nyata ‘Piring Nasi’ Masyarakat, Bukan Sekadar Simbol Kedaulatan yang Megah

5 Februari 2026
DPR RI dan Pemda di Papua Selatan Gelar Rapat Tertutup Bahas Strategi Pembangunan Perbatasan

DPR RI dan Pemda di Papua Selatan Gelar Rapat Tertutup Bahas Strategi Pembangunan Perbatasan

5 Februari 2026
Kecuali Papua Selatan, Provinsi di Papua Raya Mengalami Deflasi di Bulan Januari 2026, Ini Penyebabnya

Kecuali Papua Selatan, Provinsi di Papua Raya Mengalami Deflasi di Bulan Januari 2026, Ini Penyebabnya

5 Februari 2026

POPULER

  • Ketua YLBH Papua Tengah Ingatkan Pelaku Pembunuhan SL Menyerahkan Diri

    Ketua YLBH Papua Tengah Ingatkan Pelaku Pembunuhan SL Menyerahkan Diri

    801 shares
    Bagikan 320 Tweet 200
  • Proviciat Merlins R Waromi! Wanita Asal Papua Lulus Dokter Spesialis Tercepat di UGM

    647 shares
    Bagikan 259 Tweet 162
  • TPNPB-OPM Klaim Tembak Mati Satu Agen Intelejen Militer di Dekai Yahukimo

    556 shares
    Bagikan 222 Tweet 139
  • Pj Sekda Mimika Soroti Rendahnya Kepatuhan OPD, Sampai Batas Akhir Hanya Tiga OPD yang Sampaikan LAKIP

    551 shares
    Bagikan 220 Tweet 138
  • Kombes Pol. Andreas Tampubolon: Baik Buruk Citra Polisi Sangat Ditentukan Pelayanan di Tingkat Polsek

    543 shares
    Bagikan 217 Tweet 136
  • Polisi Gerak Cepat, Berhasil Tangkap Pelaku Begal yang Tebas Tangan Pelajar di Timika

    537 shares
    Bagikan 215 Tweet 134
  • Pembangunan Gedung Kampus UOP Didanai APBN Sebesar Rp60 Miliar, Bupati Spei: Bukan dari APBD

    534 shares
    Bagikan 214 Tweet 134
Next Post
DPR RI dan Pemda di Papua Selatan Gelar Rapat Tertutup Bahas Strategi Pembangunan Perbatasan

DPR RI dan Pemda di Papua Selatan Gelar Rapat Tertutup Bahas Strategi Pembangunan Perbatasan

Ribka Haluk: PLBN Harus Memberikan Dampak Nyata ‘Piring Nasi’ Masyarakat, Bukan Sekadar Simbol Kedaulatan yang Megah

Ribka Haluk: PLBN Harus Memberikan Dampak Nyata ‘Piring Nasi’ Masyarakat, Bukan Sekadar Simbol Kedaulatan yang Megah

Seorang Pria Ditemukan Tewas Gantung Diri di Jalan Pattimura Ujung Timika

Seorang Pria Ditemukan Tewas Gantung Diri di Jalan Pattimura Ujung Timika

Koran Papua

© 2024 Koranpapua.id

Menu

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto

© 2024 Koranpapua.id