SORONG, Koranpapua.id- Mendukung peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) di bidang kesehatan mendorong Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya, mengirim 16 dokter umum untuk mengikuti Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS).
Diharapkan belasan dokter yang melanjutkan pendidikan spesialis di Universitas Pajajaran (Unpad) Bandung, dapat memiliki keahlian khusus, berkompetensi tinggi dan profenalisme dalam bidang kedokteran tertentu.
Pengiriman 16 dokter umum ini ditandai dengan penandatanganan kerjasama oleh Gubernur Elisa Kambu, di Kantor Gubernur Papua Barat, Rabu 4 Februari 2026.
Dalam kesempatan itu, Gubernur Elisa menjelaskan bahwa tahun ini pemprov merekrut 17 calon dokter spesialis. Namun satu diantaranya telah diterima di UNHAS, sehingga yang dilepas saat ini sebanyak 16 orang.
“Target saya sebenarnya 10 orang per tahun selama tiga tahun, tapi puji Tuhan kali ini bisa lebih,” ujarnya.
Dikatakan, mereka yang akan mengikuti pendidikan sebelumnya telah mengikuti seleksi.
“Sekitar 35 peserta yang ikut seleksi di Sorong, 16 orang dinyatakan lulus. Selain 16 dokter tersebut, ada 11 dokter dialihan dari Provinsi Papua Barat yang juga dibiayai oleh pemerintah,” jelasnya.
Dengan adanya penambahan 17 dokter ini, maka saat ini terdapat 27 dokter yang sedang menjalani pendidikan yang dibiayai oleh Pemprov Papua Barat Daya.
Gubernur Elisa berharap agar pemerintah kabupaten dan kota dapat mengirim minimal setiap tahun satu sampai dua dokter untuk mengikuti pendidikan spesialis.
Berikut Daftar nama 16 dokter yang mengikuti PPDS
- Grace Agustin Gefilem – Ilmu Penyakit Dalam.
- Johny Maruli Lemauk – Radiologi.
- Juliana Sara Blandina Melkes – Ilmu Bedah.
- Yullita E.P. Renyaan – Forensik dan Medikolegal.
- Johana Irene Anelda Bonsapia – Radiologi.
- Deviona I. Macpal – Dermatologi, Venereologi, dan Estetika.
- Obet Nego Naa – Anestesi dan Terapi Intensif.
- Uce Veranita Rumayon – Patologi Klinik.
- Yohannie Irma Hosio – Forensik dan Medikolegal.
- Hernic Zonna Woru – Telinga Hidung Tenggorok-Bedah Kepala Leher.
- Melania Brigitta Ipsan – Ilmu Kesehatan Anak.
- Justhina Ensly Mosso – Obstetri dan Ginekologi.
- Maria Magdalena Wafom – Patologi Anatomi.
- Natalis Kristian Kaliele – Kardiologi.
- Meilisa Yapsenang – Urologi.
- Emier Harold Seban Kbarek – Kesehatan Jiwa.
Sementara itu, Jan Pieter Kambu, Plt Kepala Dinas Kesehatan Papua Barat Daya menegaskan, bahwa penentuan kelulusan belasan dokter tersebut, dilakukan melalui proses seleksi murni oleh Fakultas Kedokteran (FK) Unpad tanpa intervensi pemerintah daerah.
Seleksi dilaksanakan Oktober 2025 dan hasilnya sepenuhnya berdasarkan penilaian akademik dan kompetensi dari pihak kampus.
“Kami hanya memfasilitasi penganggaran dan perjanjian kerja sama,” katanya.
Untuk biaya pendidikan Pemprov Papua Barat Daya akan membayar langsung ke pihak Unpad, sedangkan biaya hidup ditransfer ke rekening masing-masing peserta sesuai kemampuan keuangan daerah. (Redaksi)










