TIMIKA, Koranpapua.id- Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis bahwa bibit Siklon Tropis 94W mulai terbentuk pada 2 Februari 2026 pukul 13.00 WIB di sekitar Laut Filipina utara Papua.
Cuaca ekstrem dan angin kencang dapat terjadi di Papua Barat Daya dan Papua Barat, Maluku Utara.
Begitu pula dengan gelombang tinggi, menurut BMKG, dapat terjadi di Samudera Pasifik utara Biak, Samudera Pasifik utara Jayapura, Samudera Pasifik utara Papua Barat.
Termasuk Samudera Pasifik utara Halmahera bagian utara, Samudera Pasifik utara Halmahera bagian selatan, Laut Halmahera, perairan Kepulauan Talaud dan perairan Kepulauan Sangihe.
Pada Selasa 3 Februari, bibit siklon tropis 94W berada di antara Palau dan Yap, Mikronesia, Samudra Pasifik bagian barat, pada Selasa (3/2).
Sistem ini dapat membawa cuaca ekstrem di Maluku Utara, Papua Barat dan Papua Barat Daya.
94W dengan jarak 240 km timur laut Palau atau 200 km barat daya Yap dan 1070 km di utara Kota Biak.
Sistem ini memiliki peluang rendah untuk berkembang menjadi siklon tropis, kata Joint Typhoon Warning Center (JTWC).
Bibit 94W memgemas kecepatan angin permukaan maksimum yang berkelanjutan sekitar 25–35 km per jam (13–18 knot).
Tekanan permukaan laut minimum diperkirakan mendekati 1005 hPa (hektopaskal).
Citra inframerah menunjukkan pusat sirkulasi tingkat rendah (LLCC) yang kurang jelas dan luas dengan konveksi yang sesekali muncul di seluruh setengah lingkaran utara.
Analisis JTWC untuk area tersebut menunjukkan lingkungan yang menguntungkan untuk perkembangan dengan geser angin rendah (10–15 knot).
Serta aliran keluar ke arah kutub yang baik, dan suhu permukaan laut yang hangat (29–30°C). (Redaksi)







