JAYAPURA, Koranpapua.id- Meski masih didatang dari luar Papua, namun persiaan daging sapi dan kambing masih terkendali untuk mencukupi kebutuhan masyarakat menjelang bulan puasa dan Hari Raya Idulfitri 1447 H tahun 2026.
Hal itu disampaikan Lunanka V. M. L. Daimboa, SP., MM, Kepala Dinas Pertanian Provinsi Papua di Jayapura, Selasa 3 Februari 2026.
“Ketersediaan daging sapi dan kambing di Provinsi Papua memang masih dipasok dari luar. Namun secara nasional, Pemerintah Pusat terus melakukan berbagai upaya stabilisasi pasokan dan harga,” ujar Lunanka.
Dikatakan bahwa untuk harga daging sapi dan kambing di Papua masih berada di atas rata-rata harga nasional.
Namun demikian, pemerintah bersama pelaku usaha berkomitmen menjaga ketersediaan pasokan agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi hingga Hari Raya Idulfitri.
Pemerintah Provinsi Papua secara aktif melakukan pemantauan terhadap harga dan stok komoditas strategis, termasuk daging sapi dan kambing.
Pemantauan tersebut dilakukan secara rutin dan terintegrasi melalui rapat pengendalian inflasi daerah yang dilaksanakan setiap pekan.
“Dalam rapat pengendalian inflasi, tidak hanya daging sapi dan kambing yang menjadi perhatian, tetapi juga komoditas bahan pokok penting lainnya,” jelasnya.
Pemerintah Provinsi Papua juga terus memperkuat koordinasi dengan Pemerintah Pusat, pemerintah kabupaten/kota, serta pelaku usaha pangan.
Upaya ini dilakukan guna menjaga kelancaran distribusi dan ketersediaan bahan pangan strategis, sehingga masyarakat dapat menjalankan ibadah Puasa dan merayakan Lebaran dengan aman dan tenang. (Redaksi)










