ADVERTISEMENT
Selasa, Februari 3, 2026
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
ADVERTISEMENT
Home Hukrim Info Terkini

Dari Tembagapura ke Medan, Kisah Wilianti Dolame Anak Amungme Binaan YPMAK yang Bermimpi Bisa Kuliah di UGM

“Di kampung saya, di Suku Amungme, fasilitas kesehatan masih sangat terbatas. Saya ingin menjadi dokter supaya bisa membantu masyarakat di sana”.

3 Februari 2026
0
Dari Tembagapura ke Medan, Kisah Wilianti Dolame Anak Amungme Binaan YPMAK yang Bermimpi Bisa Kuliah di UGM

Wilianti Dolame (15), siswi kelas VIII Sekolah Asrama Taruna Papua (SATP). (foto: Hayun Nuhuyanan/koranpapua.id)

Bagikan ke FacebookBagikan ke XBagikan ke WhatsApp

TIMIKA, Koranpapuaa.id- Air mata haru tak terbendung saat Wilianti Dolame (15), siswi kelas VIII Sekolah Asrama Taruna Papua (SATP), mengenang perjalanan awal dirinya memasuki dunia pendidikan.

Anak asli Suku Amungme asal Tembagapura, Kabupaten Mimika, ini menjadi bukti nyata bahwa keterbatasan ekonomi dan latar belakang keluarga bukanlah penghalang untuk bermimpi besar dan meraih prestasi.

ADVERTISEMENT

Wilianti lahir dan tumbuh besar di Tembagapura dari keluarga sederhana. Sejak kecil, ia dibesarkan oleh ibunya yang berstatus sebagai orang tua tunggal.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Sosok sang ibu menjadi segalanya dalam hidupnya, sebagai ibu sekaligus ayah yang tanpa lelah berjuang memenuhi kebutuhan dan mendukung pendidikan putrinya.

Baca Juga

Dana Otsus Mimika 2026 Rp196,1 Miliar, Fokus Pembangunan dari Kampung ke Kota

Meski di Bawah Rata-rata Nasional, Stunting di Mimika Tetap Jadi PR Serius Pemerintah

“Mama jadi mama sekaligus bapak untuk saya,” ujar Wilianti saat diwawancarai dengan suara lirih, matanya berkaca-kaca Selasa 3 Februari 2026.

Sejak masih kecil Wilianti telah memendam keinginan kuat untuk bersekolah di Sekolah Asrama Taruna Papua di Kabupaten Mimika, Papua Tengah.

Wiliante Dolame bersama dua teman sekolah Yoram kum dan Ega Wefako. (foto: Hayun Nuhuyanan/koranpapua.id)

Sekolah berpola asrama tersebut dikenal memiliki berbagai program pembelajaran unggulan berstandar internasional.

SATP merupakan sekolah milik Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK) yang dikelola oleh Yayasan Pendidikan Lokon (YPL), dengan pembiayaan bersumber dari dana kemitraan PT Freeport Indonesia (PTFI).

Namun keinginan itu sempat tertunda. Sang ibu menahan Wilianti karena merasa usia anaknya belum cukup.

Hingga beberapa tahun kemudian, dengan keyakinan dan doa, ibunya akhirnya mengantar langsung Wilianti mendaftar dan masuk ke SATP.

Pesan sang ibu sederhana namun penuh makna, sekolah dengan sungguh-sungguh, jangan membuat masalah, dan jangan pernah menyerah.

Pesan itulah yang terus dipegang teguh oleh Wilianti hingga kini.

Dari jenjang SD hingga saat ini duduk di bangku SMP kelas VIII, Wilianti menjalani pendidikan dengan penuh disiplin dan semangat juang.

Ia mengakui perjalanan yang dilaluinya tidak mudah, namun ia percaya Tuhan selalu menyertainya.

“Perjalanan ini sudah sangat jauh menurut saya. Saya bersyukur karena Tuhan tidak pernah meninggalkan saya,” tuturnya.

Kerja keras dan ketekunannya pun membuahkan hasil. Baru-baru ini, Wilianti terpilih mengikuti Program Bina Talenta Indonesia di bidang coding.

Setelah menjalani masa persiapan selama tiga bulan, ia dinyatakan lolos dan berkesempatan mengikuti kegiatan offline di Medan, Sumatera Utara.

Perjalanan tersebut menjadi pengalaman yang sangat berkesan bagi Wilianti.

Untuk pertama kalinya dalam hidup, ia naik pesawat dan menginjakkan kaki di kota-kota besar seperti Makassar, Jakarta, hingga Medan.

“Dulu saya hanya bisa lihat di film. Sekarang Tuhan jawab doa saya,” katanya penuh haru.

Tak hanya memperoleh sertifikat di bidang coding, Wilianti juga meraih penghargaan sebagai peserta dengan kamar putri terbaik berdasarkan penilaian kebersihan dan kedisiplinan.

Ia mengaku kebiasaan hidup teratur dan bertanggung jawab itu terbentuk dari pendidikan asrama yang telah ia jalani sejak SD.

Ke depan, Wilianti menyimpan mimpi besar. Ia bercita-cita melanjutkan pendidikan SMA di Lokon Santo Nikolaus Tomohon.

Selepas SMA, ia bercita0cita dapat melanjutkan kuliah di Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta. Impian akhirnya adalah menjadi seorang dokter.

“Di kampung saya, di Suku Amungme, fasilitas kesehatan masih sangat terbatas. Saya ingin menjadi dokter supaya bisa membantu masyarakat di sana,” ujarnya dengan penuh keyakinan.

Kisah Wilianti Dolame menjadi gambaran nyata bahwa dengan dukungan orang tua, pendidikan yang tepat, serta iman dan ketekunan, anak-anak Papua mampu melangkah jauh dan bersaing di tingkat nasional.

Sebuah kisah inspiratif dari tanah Amungsa bumi Kamoro, yang mengajarkan bahwa mimpi besar dapat tumbuh dari kesederhanaan dan perjuangan. (*)

Penulis: Hayun Nuhuyanan

Editor: Marthen LL Moru

Cek juga berita-berita Koranpapua.id di Google News

Baca Artikel Lainnya

Dana Otsus Mimika 2026 Rp196,1 Miliar, Fokus Pembangunan dari Kampung ke Kota

Dana Otsus Mimika 2026 Rp196,1 Miliar, Fokus Pembangunan dari Kampung ke Kota

3 Februari 2026
Meski di Bawah Rata-rata Nasional, Stunting di Mimika Tetap Jadi PR Serius Pemerintah

Meski di Bawah Rata-rata Nasional, Stunting di Mimika Tetap Jadi PR Serius Pemerintah

3 Februari 2026
Karantina Papua Tengah Koordinasi Lintas Sektor Siapkan Regulasi & Ekspor, Terpisah dari Provinsi Papua

Karantina Papua Tengah Koordinasi Lintas Sektor Siapkan Regulasi & Ekspor, Terpisah dari Provinsi Papua

3 Februari 2026
Persediaan Daging Sapi dan Kambing Masih Terkendali Jelang Bulan Puasa dan Lebaran 2026

Persediaan Daging Sapi dan Kambing Masih Terkendali Jelang Bulan Puasa dan Lebaran 2026

3 Februari 2026
Kabar Gembira untuk Calon Legislatif 2024, Pemilu Memakai Sistem Proporsional Terbuka

Uji UU Pilkada: Tidak Dapat Uraikan Kedudukan Hukum, Permohonan Anggota DPRD Provinsi Papua Tidak Diterima

3 Februari 2026
Burung Nuri Kepala Hitam dan Kelinci asal Mimika Gagal Diselundupkan ke Jakarta

Burung Nuri Kepala Hitam dan Kelinci asal Mimika Gagal Diselundupkan ke Jakarta

3 Februari 2026

POPULER

  • Ketua YLBH Papua Tengah Ingatkan Pelaku Pembunuhan SL Menyerahkan Diri

    Ketua YLBH Papua Tengah Ingatkan Pelaku Pembunuhan SL Menyerahkan Diri

    800 shares
    Bagikan 320 Tweet 200
  • Aksi Begal Sadis di Timika, Seorang Pelajar Kehilangan Tangan Akibat Tebasan Parang

    580 shares
    Bagikan 232 Tweet 145
  • Situasi Keamanan di Jalan Ahmad Yani Timika Memanas, Satu Anggota Brimob Terkena Anak Panah

    567 shares
    Bagikan 227 Tweet 142
  • Polisi Tangkap Tiga Pelaku Penganiayaan yang Tewaskan Seorang Mahasiswa di KM Gunung Dempo

    567 shares
    Bagikan 227 Tweet 142
  • Kasus Penikaman di Jalan Ahmad Yani Timika, Kapolres Minta Warga Percayakan ke Polisi

    564 shares
    Bagikan 226 Tweet 141
  • Pj Sekda Mimika Soroti Rendahnya Kepatuhan OPD, Sampai Batas Akhir Hanya Tiga OPD yang Sampaikan LAKIP

    551 shares
    Bagikan 220 Tweet 138
  • BKN Terbitkan Edaran Nomor 2 Tahun 2026, Hari Kamis ASN Wajib Gunakan Batik Korpri, Bagaimana dengan Mimika?

    547 shares
    Bagikan 219 Tweet 137
Next Post
Burung Nuri Kepala Hitam dan Kelinci asal Mimika Gagal Diselundupkan ke Jakarta

Burung Nuri Kepala Hitam dan Kelinci asal Mimika Gagal Diselundupkan ke Jakarta

Kabar Gembira untuk Calon Legislatif 2024, Pemilu Memakai Sistem Proporsional Terbuka

Uji UU Pilkada: Tidak Dapat Uraikan Kedudukan Hukum, Permohonan Anggota DPRD Provinsi Papua Tidak Diterima

Persediaan Daging Sapi dan Kambing Masih Terkendali Jelang Bulan Puasa dan Lebaran 2026

Persediaan Daging Sapi dan Kambing Masih Terkendali Jelang Bulan Puasa dan Lebaran 2026

Koran Papua

© 2024 Koranpapua.id

Menu

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto

© 2024 Koranpapua.id