JAYAPURA, Koranpapua.id- Perkelahian di atas KM Gunung Dempo dalam pelayaran menuju Pelabuhan Laut Jayapura mengakibatkan satu mahasiswa meninggal dunia.
Korban berinisial Dony dinyatakan meninggal dunia setelah dianiaya di Deck 7 bagian luar kapal tersebut, Senin malam 26 Januari 2026.
Informasi yang berkembang, perkelahian tersebut dipicu oleh pengaruh minuman keras yang dikonsumsi para pelaku.
Peristiwa itu memicu ketegangan di pelabuhan saat KM Gunung Dempo sandar. Puluhan keluarga korban berusaha untuk bisa naik ke kapal.
Meredam amarah keluarga korban, personel kepolisian Polresta Jayapura bergerak cepat menangani kasus ini.
Tiga orang terduga pelaku kini diamankan dan menjalani perawatan medis di RS Bhayangkara Jayapura sebelum proses hukum dilanjutkan.
Seperti diketahui, situasi nyaris tidak terkendali saat kapal sandar di Pelabuhan Laut Jayapura.
Namun, aparat Polresta Jayapura Kota bersama Polsek Kawasan Pelabuhan Laut (KPL) Jayapura berhasil meredam ketegangan melalui pendekatan persuasif dan dialog.
Kompol I Dewa Gde Ditya, Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasat Reskrim) Polresta Jayapura Kota, menegaskan polisi akan menangani kasus ini secara profesional dan transparan.
“Kami turut berduka cita sedalam-dalamnya atas meninggalnya korban. Kami berkomitmen bekerja secara objektif dan professional untuk menangani kasus ini,” katanya.
Kepolisian telah berkoordinasi intensif dengan PT Pelni, petugas keamanan kapal, dan keluarga korban untuk memastikan proses penanganan berjalan kondusif.
Kapolresta Jayapura Kota, Kombes Pol Fredrickus W. A. Maclarimboen menegaskan, tidak mentolerir segala bentuk kekerasan yang mengakibatkan hilangnya nyawa.
“Kami hadir bukan hanya untuk menegakkan hukum, tetapi juga untuk memastikan rasa keadilan dan ketenangan di tengah masyarakat,” imbuhnya.
Dia meminta masyarakat tidak mudah terpancing emosi dan menyerahkan sepenuhnya penanganan perkara kepada aparat penegak hukum. (Redaksi)









