NABIRE, Koranpapua.id- Pemerintah Provinsi Papua Tengah dibawah kepemimpinan Gubernur Meki Nawipa dan Wakil Gubernur Deinas Geley, menargetkan akan mencetak 100 dokter yang berasal dari anak-anak Orang Asli Papua (OAP) Tengah.
Mensukseskan rencana mulia ini, Pemprov Papua Tengah telah menyediakan anggaran beasiswa bagi biaya pendidikan ke perguruan tinggi.
Gubernur Meki mengatakan hal itu ketika melakukan kunjungan kerja bersama Wagub Deinas ke Enarotali, Kabupaten Paniai, Jumat 23 Januari 2026.
Untuk diketahui dalam kunjungan kerja di Paniai, Gubernur Meki menyerahkan bantuan 75 laptop bagi peserta Festival Budaya Pelajar Se-Papua Tengah asal Paniai, Dogiyai, dan Deiyai.
Di hadapan para pelajar peserta festival itu, Gubernur Meki memberikan motivasi untuk tetap semangat belajar dalam meraih cita-cita.
“Jangan takut untuk tidak kuliah, hanya karena orang tua meninggal atau petani. Di masa pemerintahan saya dan pak Deinas akan siapkan beasiswa,” ujarnya.
“Kami akan cetak 100 dokter anak Asli Papua Tengah lima tahun yang akan datang. Nanti yang lain kita biayai dokter spesialis supaya kesehatan ini jalan,” kata Gubernur Meki.
Selain beasiswa dari Pemda Papua Tengah, mulai tahun ini juga ada 2.714 kuota beasiswa Kartu Indonesia Pintar (KIP) yang disiapakan Pemerintah Pusat khusus untuk Provinsi Papua Tengah.
Untuk tiga kabupaten, berdasarkan data, Paniai akan mendapatkan alokasi beasiswa KIP sebanyak 219 peserta. Sementara Dogiyai 131 peserta dan Deiyai 78 peserta.
“Tadi saya sudah WA Kepala Dinas Pendidikan, data ini kita dorong melalui DPR RI Pak Komarudin Watubun supaya 100 persen semuanya diterima,” ungkapnya.
Kepada para pelajar, Gubernur Meki juga memberikan semangat untuk berani memutuskan untuk melanjutkan pendidikan ke mana saja di seluruh wilayah Indonesia.
“Jangan tinggal di sini. Ko bisa pergi sekolah dimana saja, di Jawa ka dimana ka, dan pulang menjadi gubernur, bupati, dokter, guru, mantri, atau pengusaha dan sebagainya,” tambahnya.
Selain beasiswa bagi para mahasiswa, mulai tahun 2026, Pemprov Papua Tengah mulai memberlakukan sekolah gratis pendidikan dasar, baik itu SD, SMP hingga SMA/SMK di seluruh Provinsi Papua Tengah.
“Kalau ada guru yang minta biaya ini itu, saya minta Kapolda tangkap itu guru. Jadi tidak ada pungutan biaya lagi”.
“Ini satu-satunya di negara ini. Jakarta punya Rp99 triliun tapi siswa masih bayar uang sekolah. Tapi kita mulai tahun ini gratis biaya uang sekolah. Jadi tugas anak-anak semua, sekolah saja. Tidak usah pikir lain-lain,” tegas Meki. (Redaksi)










