JAYAPURA, Koranpapua.id- Cuaca ekstrem di wilayah perairan Papua dalam beberapa waktu kedepan bisa saja terjadi kapan saja.
Mencegah terjadinya kecelakaan laut dan sungai, masyarakat diingatkan untuk selalu pantau keadaan cuaca terbaru dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
Kombes Pol Cahyo Sukarnito, Kabid Humas Polda Papua di Jayapura mengatakan, saat ini Polda Papua memperketat pengawasan transportasi air, menyusul maraknya kecelakaan di wilayah perairan dan sungai dalam beberapa pekan terakhir.
Pengawasan ini untuk meminimalisir risiko fatalitas akibat cuaca ekstrem yang sulit diprediksi dan sering kali meremehkan faktor keselamatan dasar.
“Masyarakat kini dilarang keras melakukan aktivitas di laut atau sungai tanpa memantau perkembangan informasi cuaca terbaru dari BMKG,” ujar Cahyo.
Cahyo menegaskan, kepatuhan terhadap standar keselamatan menjadi syarat mutlak bagi seluruh pengguna jasa transportasi air.
Para nelayan dan operator kapal rakyat diminta untuk tidak memaksakan keberangkatan, apabila kondisi alam menunjukkan tanda-tanda gelombang tinggi atau angin kencang.
Polda Papua menekankan bahwa penggunaan jaket pelampung (life jacket) harus dilakukan sejak penumpang berada di dermaga sebagai langkah preventif.
“Jangan biasakan pakai alat keselamatan hanya saat situasi darurat karena itu sangat terlambat dan sering kali memicu jatuhnya korban jiwa,” pesan Cahyo.
Penyedia jasa transportasi air juga diperingatkan keras untuk tidak mengangkut penumpang maupun barang melebihi kapasitas muatan.
Kelebihan muatan pada kapal kecil sangat rentan terhadap ketidakseimbangan posisi kapal saat dihantam ombak besar di perairan Papua yang luas.
“Keselamatan adalah prioritas utama, lebih baik menunda perjalanan daripada mengambil risiko yang mengancam nyawa,” tegas Cahyo.
Saat ini Direktorat Polisi Perairan dan Udara (Dit Polairud) Polda Papua meningkatkan intensitas patroli di sejumlah pelabuhan rakyat dan titik penyeberangan sungai.
Petugas di lapangan tidak segan-segan menghentikan keberangkatan kapal yang kedapatan tidak menyediakan alat keselamatan memadai bagi para penumpangnya. (Redaksi)










